• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kiamat Indonesia: Ketika Hukum dan Intelektual Bertekuk Lutut pada Penguasa

Ali Syarief by Ali Syarief
April 15, 2025
in Feature, Politik
0
Kiamat Indonesia: Ketika Hukum dan Intelektual Bertekuk Lutut pada Penguasa
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sejarah peradaban, ada dua tiang penyangga utama yang menentukan arah bangsa: hukum dan ilmu pengetahuan. Ketika keduanya roboh, maka jangan berharap negara bisa berdiri tegak. Tak perlu menunggu gempa atau letusan gunung untuk menyebut kiamat telah tiba. Di Indonesia, kiamat terjadi ketika para penegak hukum sibuk memperdagangkan keadilan, dan kaum intelektual malah antre menyodorkan jas almamater mereka demi masuk lingkar kekuasaan.

Hukum, yang semestinya menjadi pelindung bagi rakyat, kini kehilangan wibawa. Vonis bisa dinegosiasikan, tuntutan bisa diturunkan, bahkan penyelidikan bisa dihentikan—asal angka yang ditawarkan tepat. Amplop menggantikan integritas. Meja sidang tak ubahnya meja transaksi. Kita menyaksikan operasi tangkap tangan silih berganti, tapi kasus besar tetap absen dari daftar tersangka. Yang tertangkap hanya pion-pion kecil, sementara raja-raja korupsi masih bebas tertawa.

Lembaga penegak hukum tak lagi menakutkan bagi pelaku kejahatan, tapi justru menjadi bagian dari permainan. Polisi jadi makelar kasus, jaksa ikut main mata, hakim menjual keputusan. Rakyat kehilangan tempat berpijak. Hukum bukan lagi jalan mencari keadilan, tapi lorong gelap penuh jebakan.

Seperti kata Cicero, filsuf Romawi, “Summum ius, summa iniuria”—“hukum yang tertinggi justru bisa menjadi ketidakadilan yang tertinggi.” Ketika hukum kehilangan moral, ia berubah jadi alat penindas, bukan pembebas.

Ironi semakin lengkap ketika kampus—yang dulu menjadi pusat nalar dan nurani—justru ikut hanyut dalam arus pragmatisme kekuasaan. Universitas besar seperti UI dan UGM, yang seharusnya berdiri di atas kepentingan rakyat, malah terjebak dalam pusaran politik elite. Para dosen dan akademisi bukan lagi penjaga etika publik, melainkan penyuplai narasi untuk membenarkan kebijakan yang mencederai logika dan rasa keadilan.

Alih-alih mengkritisi penguasa, sebagian intelektual memilih menjadi juru bicara istana. Bukan karena keilmuan mereka meyakinkan, tapi karena kedekatan mereka menguntungkan. Mereka sibuk mengemas wacana demi proyek, menyusun argumentasi demi jabatan, membela oligarki dengan data-data akademik yang dimutilasi. Dalam situasi ini, ilmu pengetahuan kehilangan wataknya, berubah jadi alat pembenaran politik.

Noam Chomsky, salah satu intelektual paling disegani abad ini, pernah mengingatkan, “The responsibility of intellectuals is to tell the truth and to expose lies.” Tugas intelektual bukan menjadi juru kampanye kekuasaan, tapi penjaga nurani masyarakat. Ketika fungsi itu ditinggalkan, kampus berubah jadi alat produksi propaganda, bukan pencerah zaman.

Kita pun berada dalam situasi gawat: hukum tak lagi dipercaya, intelektual tak lagi dihormati. Negara menjadi panggung teater yang dipimpin oleh aktor-aktor yang mengatur semua peran—termasuk siapa yang harus bersalah, siapa yang harus diam, dan siapa yang harus dipromosikan. Rakyat tak lagi punya ruang untuk mengadu, apalagi berharap.

Namun, di tengah kegaduhan dan kegelapan itu, masih ada suara yang menolak diam. Ada hakim yang memilih mundur ketimbang berkhianat pada sumpahnya. Ada jaksa yang menolak amplop meski ancaman mengintai. Ada dosen dan mahasiswa yang tetap bersuara, meski tekanan datang dari segala arah. Mereka adalah secercah cahaya di lorong yang mulai gelap.

Tugas masyarakat sipil adalah menjaga nyala kecil itu tetap hidup. Mendorong reformasi hukum yang sesungguhnya. Membebaskan kampus dari intervensi politik. Menghidupkan kembali etika profesi yang hari ini nyaris punah. Sebab jika semua pihak memilih diam dan pasrah, maka kiamat Indonesia bukan lagi kemungkinan, tapi kepastian yang tinggal menunggu waktu.

Negeri ini bisa pulih dari bencana alam, tapi tidak dari keruntuhan moral para penegak hukum dan pengkhianatan kaum intelektual. Dan jika itu yang terus berlangsung, maka kiamat bukanlah soal akhir zaman. Ia sudah terjadi—di depan mata.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Vietnam, Sang Macan Baru ASEAN: Mengapa Bukan Indonesia?

Next Post

Gubernur Jabar Desak IDI Cabut Izin Praktik Dokter Kandungan Pelaku Pelecehan di Garut

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan
Feature

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026
Economy

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI
Birokrasi

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026
Next Post
Rencana Gubernur Jabar Cabut Sertifikat Tanah dan  Bangunan di Bantaran Sungai Bakal Terkendala Mekanisme  dan Aturan Berlaku.

Gubernur Jabar Desak IDI Cabut Izin Praktik Dokter Kandungan Pelaku Pelecehan di Garut

“Ijazah yang Tak Pernah Ada: Ketika Kebohongan Menjadi Fondasi Kekuasaan”

“Ijazah yang Tak Pernah Ada: Ketika Kebohongan Menjadi Fondasi Kekuasaan”

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026
Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

Menghadang “Jalur Senyap” Remiliterisasi: Membedah Bahaya RPP Tugas TNI

May 1, 2026

Menyoal Paradoks Regulasi di Sektor Multinasional

May 1, 2026

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

Ketika Iman Dijadikan Tujuan, Tapi Ilmu Menghilang dari Arah: Sebuah Paradoks Pendidikan

May 1, 2026

Memotret Insight, Meneropong Foresight: Berbasis Possibility vs Probability sebagai Produk Internal Auditor

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...