Jakarta, Fusilatnews. – Setelah diberitakan terdahulu, sikap Nahdatul Ulama, atas pernyataan ade Armando, Bila Suara Umat Kristen Terbelah, Anies akan Menang, kini giliran Partai Demokrat, juga menyikapi pernyataan Ade tersebut.
Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menilai pernyataan Ade yang mengeksploitasi politik identitas ini sangat berbahaya, menanggapi video Ade Armando di kanal Cokro TV yang berjudul Bila Suara Umat Kristen Terbelah, Anies akan Menang yang diunggah pada Rabu, 2 November 2022
Kamhar menjelaskan, narasi Ade merupakan toxic bagi demokrasi dan ancaman bagi kerukunan antar umat beragama. Ia pun menyayangkan sikap Ade yang terus-menerus melontarkan post-truth politik.
Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Sulaeman Tanjung mengungkapkan memperalat identitas agama dalam politik sangat berbahaya terhadap keutuhan bangsa. Oleh itu karena itu, dalam hal ini PBNU menentang segala cara yang mengatasnamakan politik identitas.
“PBNU menentang penggunaaan politik identitas dalam pilpres maupun pemilihan kepala daerah, karena cara seperti ini, akan merusak keutuhan bangsa dan NKRI,” kata Sulaeman pada pesan tertulis yang dibagikan pada Jumat malam 4 November 2022.
Sulaeman pun mengungkapkan PBNU menilai, dosen UI ini tidak sepatutnya mengangkat isu yang diunggah di akun youtube Cokro Tv tersebut.
“Sangat disayangkan para buzzerRp peliharaan seperti Ade Armando dan kawan-kawannya ini terus diberi keleluasaan untuk terus menerus menghadirkan post truth politik yang terbaca sesuai kehendak dan dilindungi oleh penguasa,” kata Kamhar dalam keterangannya, Jumat, 4 November 2022.
Kamhar menyebut pernyataan Ade dalam kanal Cokro TV bertendensi melanggengkan polarisasi di masyarakat demi keuntungan politik pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Dia menyebut Ade seperti benalu demokrasi.
“Pernyataan provokatif ini bertendensi untuk melanggengkan pembelahan di masyarakat demi keuntungan politik pada Pilpres 2024 nanti. Betapa mahalnya harga yang mesti ditanggung sebagai bangsa jika tenun kebangsaan koyak akibat ulah benalu demokrasi seperti Ade Armando,” kata dia.
Kamhar mengatakan isu soal agama di Indonesia merupakan isu sensitif. Apalagi, kata dia, Indonesia punya pengalaman tidak menyenangkan berupa konflik dengan latar belakang agama. Ia berharap isu ini tidak digaungkan terus-menerus demi merawat kebhinekaan bangsa.
“Isu seperti ini terlalu sensitif, apalagi bangsa ini punya pengalaman yang tidak menyenangkan mengalami konflik berlatar belakang agama seperti di Poso dan Ambon. Jangan sampai pengalaman pahit seperti ini terulang lagi di mana pun,” ujarnya.
Dia mengatakan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, telah menegaskan untuk melawan segala bentuk praktik post-truth politik seperti yang dilontarkan Ade. “Partai Demokrat secara tegas oleh Mas Ketum AHY telah menyampaikan di berbagai kesempatan untuk melawan segala bentuk praktek post truth politik seperti ini,” kata Kamhar.
Dalam video yang diunggah, Ade menyebutkan peluang head to head Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024. Dia mengatakan jika 10 persen masyarakat Kristen memilih Ganjar, maka Gubernur Jawa Tengah tersebut bakal menang.
Sementara itu, jika suara masyarakat Kristen timpang atau terbelah, maka Anies bakal berpotensi memenangi kontestasi Pilpres. Ia menyebut kekompakan masyarakat Kristen sangat berpengaruh untuk memenangkan Ganjar pada Pilpres 2024.

























