• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Kisah Perempuan Pelindung Pekerja Seks Komersial

fusilat by fusilat
October 15, 2022
in Feature
0
Kisah Perempuan Pelindung Pekerja Seks Komersial

Ilustrasi Pekerja Seks Komersial

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Firhandika Santury

JAKARTA – Sore itu, ketika matahari bergelayut di langit yang tertutup oleh awan, saya mengunjungi sebuah rumah yang terletak di antara himpitan bangunan rumahan yang penuh sesak di Kalinyamat, Kecamatan Bandungan. Untuk mencapai rumah itu, saya harus melalui sebuah gang sempit yang di sepanjang kanan dan kiri jalan dipenuhi dengan hotel dan karaoke. Karena masih sore, suasana tidak terlalu ramai. Lokasinya tak jauh dari letak Alun-Alun Baru Bandungan serta Pasar Baru Bandungan.

Rumah yang saya kunjungi tak ubahnya rumah warga sebagaimana biasanya. Tak ada yang berbeda. Ketika tiba di depan teras rumah, seorang perempuan paruh baya dengan rambut pirang dan berkulit sawo matang menyambut saya dengan begitu hangat. Perempuan itu tak segan dan mempersilakan saya untuk masuk ke rumahnya. Namanya Dewi Setiawati (48), ia merupakan penggagas perkumpulan pekerja wisata atau Perkawis di Kalinyamat.

Bersamanya saat itu, ada dua perempuan yang sedang duduk manis dan berbincang di dalam rumahnya. Belakangan saya ketahui, ternyata dua perempuan itu adalah Nurul dan Rani. Sosok pekerja seks komersial atau PSK di Kalinyamat yang tinggal di kontrakan kepunyaan Dewi. Kemudian, saya memasuki sebuah ruangan di rumahnya dengan pohon cemara yang tidak terlalu besar menghiasi salah satu sudutnya. Sementara dinding-dinding ruangan begitu ramai dengan foto-foto Yesus dan domba-domba yang tertata dengan baik.

Saya disuguhi secangkir teh hangat dan sepiring roti. Sangat cocok dengan cuaca kala itu yang teramat dingin. Ketika tengah menikmati aroma wangi teh yang menyeruak sembari memandangi foto-foto di sepanjang dinding ruangan, seketika suara tangis bayi pecah dan seolah memenuhi ruangan. Sumber tangis itu ada pada sebuah kamar tak jauh dari tempat saya duduk. Dewi meninggalkan saya sejenak untuk menuju kamar itu. Tak lama, ia keluar lagi dengan menggendong bayi di kedua tangannya.

Kami pun berbincang sembari Dewi menimang bayi yang belum genap satu tahun itu dengan penuh kasih dan sayang. Agaknya saya sedikit kaget ketika Dewi mengatakan bahwa bayi yang ada padanya bukanlah anak kandungnya, melainkan anak asuhnya. Ia menceritakan, anak itu merupakan anak PSK anggota Perkawis yang dititipkan kepadanya. “Karena tak mungkin mereka harus bekerja sembari mengurus anak,” tuturnya.

Mengentak Nurani

Dewi mendirikan Perkawis sekitar tahun 2015 silam, tepatnya selepas kepulangannya merantau dari Jakarta bersama suaminya. Ketika itu, ia menghadapi sebuah kasus yang sangat mengentak nuraninya. Seorang pekerja seks komersial di Kalinyamat didapatinya tewas karena overdosis. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya jenazah akan diantarkan ke rumah asalnya sesuai yang tertera di KTP.

Namun, ternyata KTP-nya palsu. Jenazah tidak sampai ke rumah asal. Mereka pun kebingungan, dan hal itu membuat Dewi prihatin. Meskipun pada akhirnya rumah asli dari pekerja itu ditemukan, namun untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa itu, ia memutuskan mendirikan perkumpulan pekerja wisata atau Perkawis.

Meskipun menggunakan terminologi pekerja wisata, Perkawis hanya beranggotakan pekerja seks komersial di area Kalinyamat. Istilah pekerja wisata dipilih karena alasan kemanusiaan. “Istilah semacam wabin, lonte, atau pelacur bagi saya terlalu kasar. Saya hanya melihat mereka sebagai pekerja saja, kerena mereka bekerja di tengah hiruk pikuk pariwisata, tidak lebih,” ucap Dewi sembari memanjakan bayi yang kini dipangkunya. Sementara itu, saya menyeruput teh hangat yang sangat wangi itu.

“Perkawis menjadi wadah bagi pekerja seks komersial untuk bekerja dengan aman, sehingga diharapkan tidak ada dampak buruk yang terjadi baik untuk pekerja seks komersial itu sendiri ataupun untuk masyarakat. Saat ini, Perkawis memiliki 70 PSK sebagai anggota.”

Selain Dewi, tidak ada pihak lain yang mencoba peduli dengan pekerja seks komersial. Upanya untuk mendirikan Perkawis mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat. Hal ini, menurutnya, lantaran mayoritas warga Kalinyamat adalah pengusaha. Dan, sebagian kecil lainya bekerja kepada pengusaha-pengusaha itu.

“Semua usaha di sini jalan karena ada mereka-mereka ini,” ujar Dewi sembari menunjuk dua perempuan yang ada pada sudut lain ruangan. Mereka tampak malu dan sering menyembunyikan wajahnya. Bahkan, sekelas pemerintah dalam lingkup terkecil pun sama sekali tak memiliki andil terhadap usahanya. Jikapun ada hanya sedikit, “Silakan sampeyan ke Pak RT, lalu bertanya seputar pekerja seks komersial di sini. Pasti tidak akan dijawab. Malahan sampeyan disuruh bertemu saya. Ke Bu Dewi aja.”

Aturan Ketat

Melalui Perkawis Dewi telah menetapkan beberapa aturan ketat untuk para PSK dan penampungnya dalam bekerja. Hal ini untuk meminimalisasi dampak negatif bagi seluruh pihak: PSK dan masyarakat. Dewi menceritakan, setiap PSK yang datang di Kalinyamat akan didata dan diberikan kartu tanda anggota Perkawis olehnya. PSK harus membayar sepuluh ribu rupiah untuk mengganti biaya cetak. Hal ini lantaran Dewi bekerja swadaya, tidak dibayar dan tidak mendapat bantuan anggaran dari siapapun.

Pendataan ini dilakukan secara ketat sebanyak sekali dalam seminggu untuk menghindari kasus yang sempat membuatnya tersentak dulu. Selanjutnya, pendataan itu akan menjadi alat monitor untuk melakukan tes kesehatan bagi seluruh PSK yang ada di Kalinyamat. Dewi menuturkan, “Tes kesehatan wajib bagi semua PSK di sini, Mas. Kami akan memberikan tanda khusus bagi PSK yang belum melakukan tes kesehatan. Mereka yang sudah melakukan tes sudah diperbolehkan bekerja, sementara yang tidak atau belum melakukan tes, dilarang untuk bekerja. Setidaknya di lingkungan Kalinyamat.”

Lebih jauh, untuk memastikan aturan itu dijalankan, Dewi juga menghimpun seluruh pemilik panti dan kos tempat PSK mangkal. Mereka juga diberikan kartu anggota sebagai tanda bahwa aturan yang dibuat oleh Dewi adalah hal serius yang harus dijalankan. Kendatipun demikian, menurutnya, kesadaran PSK terkait penggunaan alat kontrasepsi masih lemah. Hal ini lantaran adanya iming-iming bayaran yang jauh lebih tinggi dari para tamu kepada PSK apabila mau berhubungan tanpa alat kontrasepsi.

Jika pun sudah teguh dalam menggunakan alat kontrasepsi dengan tamu, namun tidak dilakukan ketika bersama pacarnya. Hal ini menyebabkan banyak dari PSK hamil, seringkali tanpa laki-laki yang bertanggung jawab. Karena malu, mereka lebih memilih menggugurkannya dengan berbagai cara. Jikapun dilahirkan, kemudian dibuang. “Baru saja kemarin ada dua anak kembar PSK dimakamkan lantaran meninggal karena digugurkan.”

Saya tertegun sejenak mendengar hal itu. Membuang bayi yang dilahirkan tentu pilian yang sangat buruk. Dewi sangat mengecam tindakan-tindakan semacam itu. Sebab itu, ia begitu gigih mengawasi dan mendekati para PSK di Bandungan dengan harapan mereka mau terbuka dengannya. Caranya cukup berhasil. Dewi berhasil mengetahui beberapa dari mereka yang hamil. Bersama suaminya ia mengawal kehamilan PSK hingga masa persalinan untuk menjamin baik ibu dan bayi selamat dan sehat, dan selepas itu si bayi tidak dibuang.

“Saya selalu memberikan dukungan secara psikis kepada mereka. Saya tidak mau bayi di kandungan mereka digugurkan, karena bayi itu memiliki hak hidup yang diberikan Tuhan. Seperti ada semacam kelegaan hati tersendiri ketika bayi itu lahir ke dunia mendapatkan hak hidupnya.”

Bertahan Hidup

Selama hampir tujuh tahun Perkawis berdiri, Dewi sudah menangani banyak kasus yang menimpa para PSK di Kalinyamat. Yang paling sering adalah tindakan resek para tamu yang berbuat kasar dengan memukul para PSK. Dewi, tanpa tedeng aling-aling akan selalu membelanya. Melalui Perkawis, Dewi bertekat untuk melindungi para PSK di Kalinyamat agar dapat bekerja dengan aman. Karena, mereka berkeja juga untuk bertahan hidup.

“Mereka di sini karena tidak ada pilihan lain. Mereka harus bekerja banting tulang untuk keluarganya, meski sebetulnya keluarganya tidak tahu tentang pekerjaan mereka. Jika dapat mengubah takdir, mereka tidak ingin seperti ini,” ucapnya.

Kegigihan Dewi selama ini bukan tanpa alasan. Deretan cerita dan realitas pahit yang ia alami berkelindan dengan PSK di sekitarnya telah membuatnya tanpa henti berupaya untuk melindungi mereka. “Mengasihi sesama umat manusia” adalah prinsip yang ia pegang teguh selama ini. Tidak peduli siapa dan apakah latar belakangnya.

“Sebisa mungkin jangan hina dan kucilkan para pekerja seks komersial. Mereka tidak ingin seperti ini. Beban mereka sudah sangat berat, yang mereka butuhkan adalah diterima dan dikasihi,” pungkasnya.

Firhandika Ade Santury, Koordinator Ruma Baca Pustaka Bestari.

Dikutip dari detik.com, Jumat 14 Oktober 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Emir Qatar Ucapkan Terima Kasih kepada Putin, Dukung Piala Dunia

Next Post

Dibuka Rekrutmen TNI Perwira Karier untuk Lulusan D4, S1, dan S2 Tahun 2022

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil
Feature

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?
Birokrasi

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026
Next Post
Dibuka Rekrutmen TNI Perwira Karier untuk Lulusan D4, S1, dan S2 Tahun 2022

Dibuka Rekrutmen TNI Perwira Karier untuk Lulusan D4, S1, dan S2 Tahun 2022

Kapan Kapolri Dicopot? Jokowi; Ikuti saja Besok

Pengarahan Presiden: Kasus Teddy Minahasa, Akselerasi Reformasi Polri Mutlak Diperlukan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

Reshuffle Kabinet Prabowo 27 April 2026: Daur Ulang Stok Lama atau Perawatan Penjilat?

April 28, 2026

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tinta Darah dan Garis di Atas Peta: Ketika Dunia Menjadi Kue yang Dibagi Habis

April 29, 2026
Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

Mungkinkah JK Juga Dilaporkan Jokowi? Tidak Mustahil

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist