Jakarta-Fusilatnews — Advokat Damai Hari Lubis memberikan klarifikasi terkait kunjungannya ke Solo yang belakangan memunculkan berbagai spekulasi publik, khususnya menyangkut hubungan dengan jajaran Tokoh dan Pendiri TPUA serta silaturahmi dengan Presiden Joko Widodo.
Damai menegaskan, kunjungan tersebut bukan agenda personal, melainkan bagian dari langkah internal organisasi TPUA. Ia menyebut, keberangkatannya ke Solo dilakukan atas permintaan Ketua TPUA, Eggi Sudjana, yang merasa terbebani karena tidak dapat hadir pada agenda TPUA ke Solo pada 16 April 2025 lalu akibat kondisi kesehatan.
“Benar, saya mendampingi Eggi. Saat itu beliau merasa memiliki tanggung jawab moral karena sebelumnya berhalangan hadir. Maka kunjungan ini merupakan bagian dari agenda internal TPUA yang layak dijalankan,” ujar Damai dalam keterangannya, Rabu (1/10/2026).
Lebih jauh, Damai menjelaskan bahwa langkah tersebut juga dilatarbelakangi situasi internal organisasi. Ia menyebut terdapat indikasi kuat adanya upaya eksternal yang berpotensi memecah soliditas TPUA. Karena itu, menurutnya, diperlukan kebijakan khusus dari para tokoh senior organisasi guna meredam dinamika yang berkembang.
“Pada titik kesimpulan, kondisi tersebut hanya dapat diredam melalui kebijakan khusus para tokoh senior TPUA, semata demi kebaikan organisasi dan dengan tanggung jawab moral kepada para tokoh pendiri,” katanya.
Damai berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan suasana serta mencegah berkembangnya fitnah di ruang publik. Ia juga menyampaikan bahwa penjelasan lebih komprehensif akan disampaikan langsung oleh Eggi Sudjana selaku Ketua TPUA pada kesempatan berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Damai turut menanggapi pernyataan Roy Suryo yang menyebut tidak memiliki hubungan dengan TPUA. Menurut Damai, pernyataan tersebut tidak sejalan dengan fakta bahwa Roy Suryo sebelumnya menandatangani surat kuasa untuk kepentingan TPUA bersama sejumlah pihak lain.
Ia juga menyoroti pernyataan Roy Suryo dalam wawancara media yang dianggap membuka percakapan internal tanpa izin. Damai menilai hal tersebut berpotensi menimbulkan salah tafsir di publik.
“Kami menghormati Roy sebagai sosok cerdas. Namun perbedaan pernyataan di ruang publik tentu perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Damai menutup klarifikasinya dengan menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambilnya semata demi menjaga marwah dan kekompakan TPUA sebagai organisasi.
“Semoga klarifikasi ini mencegah fitnah dan menjernihkan suasana, dari siapa pun datangnya,” pungkasnya.


























