FusilatNews- Direktur Political and Public Policy Studies-P3S Jerry Massie mengungkapkan dampak pada perpecahan kabinet Presiden Joko Widodo terkait sikap PDIP yang memilih sistem proporsional tertutup. Hal itu karena hanya PDIP yang menyatakan setuju atas wacana sistem coblos partai. “Saya pikir buntut dan imbasnya ide PDIP ini akan berdampak pada kabinet Jokowi dan keretakan koalisi,” kata Jerry dikutip rmol.id, Kamis (12/1).
Jerry mengungkapkan sebagai partai pendukung pemerintahan Jokowi seharusnya partai anggota koalisi bulat satu suara. Tapi justru ide PDIP ditentang oleh partai koalisi Kabinet Indonesia Maju. Namun Ia menganggap wajar sikap PDIP yang menginginkan sistem pemilu proporsional tertutup itu agar supaya bisa memberikan keuntungan.
“PDIP memilih coblos tertutup jelas karena koalisi Jokowi di pemerintahan sudah pecah,” ungkapnya.
Jerry menilai dinamika pro kontra sistem pemilu ini menunjukkan bahwa nilai demokrasi telah berjalan terbuka dan fair. Ia tidak ingin demokrasi terhambat karena pola komunikasi yang tertutup.
“Kalau ada kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat ramai-ramai parpol jadi moderat dan independen bukan malahan bersatu,” jelas Jerry.
Sebelumnya PDIP yang mendukung penggunaan sistem proporsional tertutup pada Pemilu 2024. Mereka beralasan, penggunaan sistem tersebut akan membuat orang-orang yang duduk di lembaga legislatif akan lebih berkualitas karena partai akan memilih berdasarkan kompetensi, bukan berdasarkan popularitas.
Adapun 8 parpol yang menolak terdiri atas gabungan parpol pendukung pemerintahan Joko Widodo dan parpol oposisi. Partai anggota koalisi pemerintahan yang ikut menolak adalah adalah Partai Golkar, Gerindra, NasDem, Partai Keadilan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara dua partai oposisi adalah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Berita Update Lainnya Ikuti Kami Di Google News


























