• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Konsekuensi Jokowi Sang Machiavellis Sejati

fusilat by fusilat
May 20, 2025
in Feature, Politik
0
Paradox Dua Era: Kolonial Belanda Membangun dan Kepemimpinan Jokowi Menghancurkan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Irfan Wahidi

Jakarta – Di atas panggung kekuasaan, tak semua aktor tampil dengan jubah kesatria. Sebagian datang dengan wajah polos dan tutur lembut, namun menyembunyikan skenario besar untuk menguasai panggung sepenuhnya. Jokowi, pria yang memulai karier politiknya dari Solo dengan baju kotak-kotak dan janji kesederhanaan, lambat laun menjelma menjadi tokoh sentral dalam politik Indonesia yang penuh intrik. Seiring waktu, semakin tampak bahwa yang bersangkutan bukan sekadar “rakyat biasa” yang naik takhta, melainkan seorang Machiavellis sejati yang tahu cara merawat dan memperluas kekuasaan dengan segala cara—legal maupun manipulatif.

Jokowi dan Machiavelli: Cermin yang Saling Memantulkan

Niccolò Machiavelli dalam Il Principe (Sang Pangeran) menulis, “It is better to be feared than loved, if you cannot be both.” Kalimat ini seolah merasuki setiap langkah politik Jokowi di periode kedua pemerintahannya, terutama ketika mulai menggiring konstitusi, memaksa penyesuaian hukum, meminggirkan oposisi, serta menempatkan anggota keluarganya ke dalam struktur kekuasaan nasional dan daerah. Dalam logika Machiavellistik, kekuasaan tak boleh diserahkan pada angin takdir; ia harus dikendalikan, dijinakkan, bahkan dibungkam bila perlu.

Dan Jokowi melakukannya dengan sangat efektif: dari penguasaan parlemen, kooptasi KPK, pembiaran politisasi hukum, hingga ‘mengawinkan’ kekuasaan dengan dinasti. Seakan seluruh alat negara hanya punya satu tujuan: memastikan warisan politik Jokowi langgeng—walau dengan mengorbankan roh reformasi dan nilai-nilai demokrasi.

Namun sejarah kekuasaan tak berhenti di masa jaya. Ia selalu bergerak, dan ketika poros kekuasaan bergeser, mereka yang terlalu nyaman di puncak akan merasakan dinginnya angin pertanggungjawaban. Seorang Machiavellis yang kehilangan kekuasaan tidak pernah pensiun dalam damai. Yang tersisa biasanya hanya paranoia, pengadilan, dan stigma sejarah.

Konsekuensi yang Mengintai: Dari Napoleon Hingga Marcos

Sejarah penuh dengan tokoh-tokoh kuat yang seperti Jokowi, berhasil menundukkan sistem, tapi gagal melampaui masa pensiunnya dengan kehormatan. Napoleon Bonaparte yang menguasai hampir seluruh Eropa, akhirnya dibuang ke Pulau Saint Helena. Ferdinand Marcos yang membangun dinasti dan memanipulasi hukum Filipina, akhirnya diusir dan mati di pengasingan. Bahkan Suharto, diktator terlama Indonesia, akhirnya tumbang dan menghadapi tekanan hukum serta kemarahan publik yang tak kunjung padam.

Jika jejak langkah Jokowi terus mengikuti pola yang sama—mengamankan kekuasaan dengan cara-cara non-demokratis dan memperkuat dinasti politik keluarga—maka potensi konsekuensinya sangat nyata dan bahkan mungkin tak terhindarkan. Berikut beberapa di antaranya:


1. Pengadilan dan Pengasingan Politik

Setelah lengser, tak ada jaminan Jokowi akan tetap terlindungi. Jika kekuasaan bergeser kepada kekuatan yang benar-benar ingin mengembalikan marwah konstitusi, maka semua manuver politiknya—dari nepotisme hingga dugaan penyalahgunaan kekuasaan—bisa menjadi bahan gugatan. Dalam situasi itu, Jokowi bukan lagi “Presiden RI ke-7”, tapi hanya warga negara biasa yang bisa dipanggil ke meja hijau.

2. Kehilangan Kekayaan dan Status Sosial

Banyak penguasa jatuh yang akhirnya harus melepas semua kemewahan semu yang mereka kumpulkan. Jika terdapat indikasi bahwa akumulasi kekayaan selama pemerintahan Jokowi tidak sesuai dengan profil penghasilan yang sah, maka penyitaan aset dan pelucutan hak istimewa bukan sesuatu yang mustahil. Bahkan status sosial yang selama ini dibangun lewat pencitraan bisa luruh di hadapan amarah rakyat.

3. Ancaman Keselamatan dan Keamanan Pribadi

Penguasa yang memerintah dengan meminggirkan lawan, membungkam kritik, dan melanggengkan ketidakadilan biasanya akan dikejar oleh gelombang pembalasan. Bukan hanya dari elite politik, tapi juga dari rakyat yang merasa dikhianati. Hidup dalam penjagaan ketat, selalu curiga, dan tak pernah benar-benar bebas adalah harga yang mungkin harus dibayar.

4. Reputasi yang Rusak dan Warisan Buruk

Seorang pemimpin bisa dikenang karena membangun bangsa, atau karena menghancurkan harapan rakyat. Ketika buku sejarah ditulis oleh generasi mendatang, Jokowi mungkin tidak akan dikenang sebagai “presiden rakyat” seperti narasi awalnya, melainkan sebagai tokoh yang membuka jalan bagi kemunduran demokrasi, politik dinasti, dan kehancuran independensi institusi negara.

5. Gelombang Pembalasan Dendam Politik

Musuh-musuh politik yang kini terpinggirkan bisa saja bangkit kembali dengan membawa agenda balas dendam. Bahkan jika Jokowi sendiri luput, keluarganya mungkin akan menjadi sasaran serangan politik balik, termasuk yang telah ia tempatkan dalam posisi strategis: Gibran di kursi RI-2, Bobby sebagai calon gubernur, hingga Kaesang sebagai ketua partai.


Penutup: Sejarah Tidak Pernah Lupa

Jokowi bisa saja merasa bahwa ia berhasil mengunci semua pintu risiko dengan kecerdikannya. Namun sejarah bukanlah ruang yang bisa ditutup rapat-rapat. Ia menyimpan, merekam, dan suatu saat akan membuka kembali semua luka yang ditinggalkan oleh para pemimpin yang lebih memilih takhta daripada kebenaran.

Kekuasaan bisa menipu rakyat untuk sementara waktu. Tapi begitu masa berakhir, konsekuensinya tak bisa ditawar. Dan ketika sejarah menilai Jokowi, ia tak akan bertanya seberapa banyak jalan yang dibangun atau gedung yang didirikan, tapi seberapa besar kepercayaan rakyat yang telah dikhianati.

Apakah konsekuensi itu akan datang kepada Jokowi?

Wallahu a’lam. Tapi sejarah tak pernah lupa.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Prabowo Serahkan Daftar Nama Calon Duta Besar Indonesia Untuk Negara Sahabat ke DPR

Next Post

Bareskrim Akan Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Pemeriksaan Sudah Dilakukan

fusilat

fusilat

Related Posts

Economy

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026
Economy

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026
Feature

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026
Next Post
Terbangun Narasi: Ijazah Palsu Itu Hilang

Bareskrim Akan Gelar Perkara Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Pemeriksaan Sudah Dilakukan

Ganti Cat Pesawat Kepresidenan – Simbol Apa?

Ganti Cat Pesawat Kepresidenan – Simbol Apa?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal
Komunitas

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

by Karyudi Sutajah Putra
April 30, 2026
0

FusilatNews - Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko yang tidak segan-segan untuk menangkap...

Read more
Presiden Prabowo, Waspada! Gejolak September Bisa Jadi Strategi Politik Tersembunyi

Prabowo Mulai Panik!

April 29, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

JUMHUR HIDAYAT: AKTIVIS DI TENGAH PUSARAN PERTUMBUHAN DAN KEBERLANJUTAN

May 1, 2026
Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

Ancaman Delegitimasi Pembela HAM dan Kontrol terhadap Kerja Advokasi HAM

May 1, 2026
IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

IPW Apresiasi Kapolda NTT Terkait Mafia BBM Ilegal

April 30, 2026

KEADILAN PERADABAN DALAM KASUS KEBON BINATANG BANDUNG

April 30, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengawal Asta Cita di KIT Batang: Transformasi Industri Berbasis Kedaulatan dan Pertahanan

May 1, 2026

Manajemen Risiko di Masa Perang (Fondasi Survival Economy: Pangan, Air, dan Energi)

May 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist