• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

​Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman: Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

fusilat by fusilat
July 8, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

​Part 1A-4

​Ketika Mīzān Menjadi Fondasi Keadilan Sosial dan Peradaban
​Setelah Allah memperlihatkan mīzān melalui langit, tubuh manusia, dan keteraturan alam, manusia diajak memahami satu pelajaran yang lebih besar: bahwa keseimbangan bukan hanya hukum yang berlaku di luar diri manusia. Keseimbangan adalah amanah yang harus dijaga oleh manusia dalam kehidupan bersama. Sebab, manusia bukan sekadar bagian dari alam; manusia adalah makhluk yang diberi akal, kehendak, dan tanggung jawab untuk menjaga agar kehidupan tetap berada dalam keselarasan.
​Itulah sebabnya setelah Allah berfirman, “Dan langit telah Dia tinggikan dan Dia letakkan mīzān,” (QS. Ar-Rahman [55]: 7), Dia tidak berhenti pada penjelasan tentang alam semesta. Allah segera memberikan perintah moral yang tegas: “Agar kamu jangan melampaui batas dalam mīzān.” (QS. Ar-Rahman [55]: 8).
​Perhatikan kata yang digunakan. Allah tidak mengatakan: “Jangan menciptakan mīzān,” karena mīzān itu telah Allah ciptakan dan hamparkan di alam raya. Yang diperintahkan kepada manusia adalah tanggung jawab untuk tidak merusaknya.
​Di sinilah letak ujian bagi kemanusiaan. Alam semesta menjaga keseimbangannya secara mutlak melalui hukum Allah (sunnatullah). Matahari tidak memilih untuk keluar dari orbitnya, laut tidak mengambil seluruh daratan, dan jantung tidak memompa darah tanpa ukuran. Namun, manusia memiliki pilihan (free will). Manusia dapat memilih untuk menjaga keseimbangan, atau justru melampaui batas. Dan ketika manusia memilih untuk melampaui batas, lahirlah apa yang disebut Al-Qur’an sebagai fasād—kerusakan yang sistemik.

​Kezaliman: Ketika Mīzān Dirusak
​Dalam perspektif Al-Qur’an, kezaliman bukan hanya berarti melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain. Makna zalim jauh lebih dalam. Ia berasal dari akar kata zhulm, yang mengandung arti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Dengan kata lain, kezaliman adalah sebuah tindakan yang mengacaukan ukuran dan merusak tatanan.
​Ketika hak diberikan kepada yang tidak berhak, terjadi ketidakseimbangan. Ketika kewajiban diabaikan tetapi hak terus-menerus dituntut, terjadi ketidakseimbangan. Begitu pula ketika kekuasaan digunakan untuk kepentingan pribadi, atau ketika kekayaan hanya berputar di antara kelompok tertentu dan meninggalkan mereka yang lemah.
​Karena itu, keadilan dalam Islam bukan sekadar kepatuhan pada aturan hukum formal. Keadilan adalah upaya aktif untuk mengembalikan segala sesuatu kepada tempat, porsi, dan ukurannya yang tepat. Inilah hakikat sejati dari penegakan mīzān.

​Mīzān dalam Penegakan Hukum
​Salah satu ruang paling krusial untuk menjaga mīzān dalam kehidupan bermasyarakat adalah institusi hukum. Hukum adalah alat utama peradaban untuk menjaga keseimbangan yang adil antara hak dan kewajiban. Tanpa hukum yang imparsial, yang kuat akan dengan mudah menekan yang lemah, yang kaya dapat membeli pengaruh, dan yang memiliki kekuasaan dapat menghindari tanggung jawab. Pada titik itulah, mīzān sosial mengalami kerusakan parah.
​Al-Qur’an memberikan prinsip fundamental yang sangat jelas dalam hal ini:
​”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.” (QS. An-Nisa [4]: 58)
​Ayat ini sangat menarik karena meletakkan konsep amanah dan keadilan secara berdampingan. Seolah-olah Allah ingin mengingatkan bahwa keadilan tidak mungkin tegak berdiri tanpa integritas amanah, dan amanah tidak akan memiliki makna tanpa manifestasi keadilan.
​Dalam kehidupan bernegara, hukum bukan sekadar kumpulan pasal yang mati. Hukum adalah instrumen hidup untuk menjaga mīzān. Ketika hukum tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas, mīzān terganggu. Ketika keputusan hukum dipengaruhi oleh intervensi kepentingan tertentu, mīzān terganggu. Dan ketika kebenaran dikalahkan oleh kekuatan kekuasaan, mīzān runtuh. Oleh karena itu, penegakan hukum yang adil bukan sekadar kewajiban institusional, melainkan bagian dari ibadah kosmis untuk menjaga keseimbangan yang telah Allah tetapkan di alam semesta.

​Mīzān dalam Kekuasaan dan Pemerintahan
​Kekuasaan, pada hakikatnya, adalah sebuah amanah berat dan bukanlah hak istimewa (privilege), apalagi alat untuk memperbesar diri. Dalam perspektif mīzān, jalannya roda kekuasaan harus selalu berada dalam titik keseimbangan yang presisi:
​Antara kewenangan yang diberikan dan tanggung jawab yang dipikul.
​Antara hak-hak penguasa dan pemenuhan kewajiban terhadap rakyat.
​Antara tuntutan keputusan yang cepat dan ketepatan keputusan yang benar.
​Antara pemenuhan kepentingan kelompok dan kemaslahatan masyarakat luas.
​Ketika kekuasaan hanya mengambil tanpa memberi, keseimbangan rusak. Ketika pejabat menikmati fasilitas mewah tetapi menutup mata dari penderitaan rakyat, keseimbangan rusak. Begitu pula ketika kebijakan publik dibuat tanpa mempertimbangkan dampak sosial serta kelestarian lingkungan. Pemerintahan yang baik (good governance) bukan sekadar pemerintahan yang kuat dan stabil secara politik, tetapi pemerintahan yang memiliki kapasitas moral untuk menjaga mīzān.

​Dari Mīzān Alam Menuju Mīzān Peradaban
​Kini kita mulai melihat benang merah esensial yang dibangun oleh Surah Ar-Rahman. Langit berjalan dengan mīzān. Tubuh manusia bekerja dengan mīzān. Alam raya bertasbih dalam mīzān. Maka, masyarakat manusia pun hanya dapat bertahan hidup dan harmonis jika berjalan di atas mīzān.
​Sebuah peradaban yang kehilangan keseimbangan moral akan niscaya mengalami kehancuran internal, meskipun mereka menguasai teknologi tinggi dan memiliki kekuatan ekonomi yang raksasa. Sebab, kemajuan tanpa keadilan hanya melahirkan kesenjangan; kekayaan tanpa tanggung jawab sosial melahirkan kerakusan; kekuasaan tanpa amanah melahirkan penindasan; dan ilmu pengetahuan tanpa kebijaksanaan (wisdom) akan berakhir pada kehancuran eksistensial. Di sinilah esensi maqāṣid al-sharī‘ah bekerja, yaitu sebagai kompas untuk memastikan seluruh kebijakan manusia bermuara pada perlindungan kemaslahatan dan pencegahan kerusakan (daf’ al-mafasid).
​Pada akhirnya, mīzān bukan lagi sekadar berbicara tentang bagaimana keteraturan alam semesta bekerja. mīzān berbicara tentang bagaimana manusia seharusnya hidup dan mengelola bumi. Manusia yang konsisten menjaga mīzān berarti sedang menunaikan amanah kekhalifahannya, sementara mereka yang merusaknya sesungguhnya sedang menghancurkan sistem kehidupan yang telah dirancang dengan sangat sempurna oleh Sang Pencipta.

​Bersambung ke Part 1A-5

​Pada bagian berikutnya, kita akan membedah bagaimana prinsip mīzān bekerja secara praktis dalam dunia ekonomi, bisnis, dan tata kelola organisasi modern: mengapa pasar membutuhkan etika, mengapa distribusi kekayaan memerlukan keadilan, dan mengapa corporate governance serta sistem audit sejatinya adalah bentuk modern dari ikhtiar menjaga mīzān.

​Referensi Part 1A-4:
* ​Al-Qur’an: QS. Ar-Rahman [55]: 7–9.
* ​Al-Qur’an: QS. An-Nisa [4]: 58.
* ​Tafsir Ibnu Katsir, penafsiran ayat-ayat tentang keadilan dan amanah.
* ​Tafsir Al-Misbah, Prof. M. Quraish Shihab, pembahasan tentang keadilan (al-‘adl) dan amanah.
* ​Konsep maqāṣid al-sharī‘ah tentang kemaslahatan dan keseimbangan kehidupan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman: Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

Next Post

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

fusilat

fusilat

Related Posts

Feature

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026
Feature

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026
Feature

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026
Next Post

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo
Birokrasi

Aji Mumpung Hanggodo yang Loyal kepada Prabowo

by Karyudi Sutajah Putra
July 8, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Namanya Anggodo atau Hanggodo. Dalam dunia pewayangan,...

Read more
IPW Tuding Pemerintah Tidak Serius, Hanya  Seolah – olah Dalam Menindak Pelaku Judi Online

Hari Bhayangkara ke-80, Ini Catatan IPW

July 2, 2026
Robohnya Benteng Moral Kami

Robohnya Benteng Moral Kami

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
DPRD Jabar Serahkan Kajian Usulan Perubahan Nama Menjadi Provinsi Sunda kepada Pemprov

DPRD Jabar Serahkan Kajian Usulan Perubahan Nama Menjadi Provinsi Sunda kepada Pemprov

July 8, 2026

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026

​Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman: Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman: Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

DPRD Jabar Serahkan Kajian Usulan Perubahan Nama Menjadi Provinsi Sunda kepada Pemprov

DPRD Jabar Serahkan Kajian Usulan Perubahan Nama Menjadi Provinsi Sunda kepada Pemprov

July 8, 2026

Konsep Mīzān dalam Surah Ar-Rahman, Bersemayam Prinsip Moral dan Keadilan

July 8, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...