Seoul, Korea Selatan, Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak pendek ke perairan timurnya pada hari Minggu, memasuki tahun 2023 dengan uji senjata lain setelah jumlah penembakan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun lalu.
Militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran dari wilayah ibu kota Korea Utara sekitar pukul 02:50 Minggu, kata Kepala Staf Gabungan dalam sebuah pernyataan. Rudal itu menempuh jarak sekitar 400 kilometer (250 mil) sebelum jatuh ke perairan antara Semenanjung Korea dan Jepang.
Kepala Staf Gabungan menyebut peluncuran itu sebagai “provokasi serius” yang merusak perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan di seluruh dunia. Dikatakan Korea Selatan memantau dengan cermat gerakan Korea Utara dalam koordinasi dengan Amerika Serikat dan mempertahankan kesiapan untuk menghadapi provokasi apa pun.
Komando Indo-Pasifik A.S. mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peluncuran tersebut menyoroti “dampak destabilisasi” dari program senjata Korea Utara yang melanggar hukum. Dikatakan komitmen AS untuk pertahanan Korea Selatan dan Jepang “tetap kuat.”
Korea Utara melakukan uji tembak lebih dari 70 rudal tahun lalu. Beberapa ahli mengatakan negara itu pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan persenjataan senjatanya dan meningkatkan tekanan yang lebih besar pada para pesaingnya untuk memenangkan konsesi seperti keringanan sanksi.
© Hak Cipta 2023 The Associated Press.
























