Jakarta, Fusilatnews – Pelajaran yang teramat berharga adalah, flashback, ketika Ketum PDIP Megawati Sukarno Putri, didesak untuk mencalonkan Jokowi saat itu. Itulah yang mungkin mengapa saat ini, kadernya Ganjar Pranowo, masih resisten bagi kader-kader lain yang ada di barisan lini atas PDIP? Bacaan suasana bathin ketumnya, yang cenderung menjagokan putrinya sendiri. Jokowipun dahulu, diputuskan oleh Mega yang ditulis oleh tangannya sendiri sebagai legitimasi menjadi calon presiden dari PDIP.
Sisi lain, petugas Partai yang berkuasa selama dua periode itu, pun dapat dibaca, tidak seperti harapan yang ada dalam pikiran Mega dan sebagian kader PDIP.
Tetapi seperti sering disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristianto, bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan calon presiden (capres) yang akan diusungnya di Pemilu 2024, pada tahun 2023 ini. Selama ini hanya ada Puan Maharani (versi internal lingkar ketum) dan Ganjar Pranowo (versi eskternal linkar Jokowi) santer disebut-sebut sebagai kandidatnya.
Pertanyaanya, lalu siapa yang akan dipilih Mega?. AD/ART PDIP, keputusan partai menentukan siapa yang akan diusung sebagai Capres 24, sepenuhnya ada di tangan Ketua Umumnya. Walau klausul ini, sebenarnya untuk menghindari konflik, tetapi manuver Ganjar Pranowo yang digerakan oleh para skondan-skondanya, berpengaruh juga diinternal kader PDIP.
“Pilihannya selalu tiga ya, bisa Puan, bisa Ganjar, bisa tidak dua-duanya artinya Bu Mega mencalonkan nama lain,” ujar Founder KedaiKOPI Hendri Satrio (Hensat) kepada wartawan, Sabtu (31/12/2022), dikutip dari detikom.
Hensat menyebut Puan merupakan salah satu kader yang telah disiapkan khusus PDIP. Sejumlah posisi penting di pemerintahan maupun di partai telah diemban Puan. “Puan ini sebetulnya yang dipersiapkan namanya oleh PDI Perjuangan berjenjang persiapannya dari anggota DPR, kemudian jadi menteri, lalu ketua DPR, di struktur partai juga begitu sampai ketua DPP,” ujar Hensat. “Puan ini kan memang anak ideologisnya PDI Perjuangan,” lanjutnya.
Bagaimana dengan Gankar Pranowo, yang diunngulkan oleh berbagai Lembaga survey? Beberapa lembaga survei menjagokan Ganjar di Pemilu 2024.
“Sementara Ganjar versi lembaga survei memang tinggi tetapi kalau kita lihat trennya beberapa hasil survei termasuk Kedai Kopi ini, sudah sampai puncaknya dan kalau sudah sampai puncak bisa jadi puncak lainnya atau memang turun teratur,” kata Hensat.
Hensat menduga semua partai politik menunggu langkah dari Megawati dan PDIP, termasuk sejumlah koalisi yang kini telah terbentuk.
“Tampaknya semua partai politik ini menunggu move Bu Mega sehingga koalisi perubahan yang sudah ada Anies Baswedan, tampaknya menunggu, koalisi Kebangkitan Indonesia Raya sangat menunggu karena pak Prabowo tampaknya nggak pengen Cak imin, pengennya Ganjar,” ucap Hensat.
“KIB juga begitu menunggu, termasuk Pak Jokowi yang memang selama tahun 2022 itu sibuk jadi head hunter capres,” lanjutnya.
Struktur PDIP, jelas Hensat, sangat solid. Sehingga bila Megawati memutuskan A, maka seluruh kader akan berjuang mati-matian membela A.
“Misalnya ternyata dipilih Puan Maharani itu jangan disangka gampang mengalahkan Puan Maharani. Struktur partai PDIP perjuangan solid sampai akar rumput. Kalau Bu Mega bilang Puan, ya Puan semua. Bisa menang? Bisa, itu buktinya Ganjar waktu di Jawa Tengah menang karena solidnya akar rumput PDIP perjuangan,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, sangat rumit menebak siapa capres yang akan diumumkan PDIP. Karena satu-satunya veto player yang bisa menentukan hanya lah Megawati Soekarnoputri.
“Yang jelas, capres PDIP antara Puan dan Ganjar. Dua-duanya punya peluang dan keunggulan,” kata Adi.
Puan, tambah Adi, jelas lebih didukung elite-elite PDIP untuk diusung. Puan, ujar Adi, adalah trah politik ideologis dan biologis Soekarno. Meski begitu elektabilitas Puan belum muncul signifikan di survei.
“Ganjar terlihat tak didukung elite PDIP, bukan trah Soekarno, tapi Ganjar elektabilitas menjulang. Dan sering mendapat endorse dari Jokowi,” imbuh Adi.
Adi menambahkan publik berkeyakinan, bahwa Ganjar yang akan diumumkan Megawati sebagai capres PDIP. Ada 3 variabel, jelas Adi, yang membuat Ganjar diunggulkan.
“Pertama, elektabilitas Ganjar paling tinggi di antara nama-nama capres lain. Kedua, Ganjar sangat terlihat didukung Jokowi. Ketiga, agresifitas kampanye Puan mulai terlihat mengendor, tak seperti awal-awal tahun 2022 yang begitu masif,” ujarnya.
“Meski begitu, siapa yang bisa menjamin Ganjar lah yang akhirnya akan diumumkan Megawati sebagai Capres. Apapun judulnya, Puan itu anak kandung Megawati. Apalagi saat ini Puan adalah ketua DPR,” pungkasnya.
Segera Diumumkan PDIP
Bocoran momentum pengumuman capres oleh Megawati diungkap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto menyebut kalau Megawati akan mengumumkan capres PDIP pada 2023.
“Bahwa Ibu Mega telah memutuskan untuk rencana mengumumkan calon presiden pada tahun 2023. Jadi itu bocoran yang saya sampaikan bahwa capres dari PDI Perjuangan bocorannya akan diumumkan pada tahun 2023, ya, itu,” kata Hasto saat konferensi pers secara daring bertajuk ‘Refleksi Akhir Tahun 2022 dan Harapan Menuju Tahun 2023’, Jumat (30/12/2022).
Selain itu, Hasto juga membocorkan kriteria capres yang akan dicalonkan PDIP. Hasto mengatakan sosok itu harus mampu melanjutkan nafas kepemimpinan dari para tokoh PDIP sebelumnya, yakni Presiden ke-1 RI Ir Soekarno, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Jokowi.
“Bocoran kedua ya itu calon itu yang diputuskan tentu saja yang mampu melanjutkan napas kepemimpinan perjuangan dari Bung Karno, Ibu Mega, dan Pak Jokowi,” katanya.
























