• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Korupsi, Kuasa, dan Budaya

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
February 22, 2023
in Crime, Feature, News
0
Respon Novel Baswedan:  Mantan Jubir dan Penyidik KPK Jadi Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo

Penyidik nonaktif KPK Novel Baswedan mengikuti aksi anti korupsi di Jakarta, Selasa, 21 September 2021. Peserta aksi meminta Presiden Joko Widodo untuk membatalkan pemecatan 57 pegawai KPK yang selama ini dinilai memiliki integritas tinggi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. ANTARA/M Risyal Hidayat

Share on FacebookShare on Twitter


Oleh: Agnes Setyowati, Akademisi

Jakarta – Pemberitaan tentang kasus korupsi selalu menjadi salah satu topik sentral media massa di Indonesia. Dari tahun ke tahun kasusnya juga terus menunjukkan peningkatan, baik dari segi jumlah, tersangka, maupun potensi kerugian materil.

Berdasarkan data yang dirilis Transparency International Indonesia (TII), Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index) tahun 2021, dari 180 negara di dunia, Indonesia berada pada peringkat ke 96 dengan skor 38. Di sisi lain, data US News 2022 menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi ke-30 dari 85 (Kompas/09/12/2022).

Manajer Riset TII, Wawan Suyatmiko mengatakan bahwa meskipun mengalami peningkatan satu angka dibandingkan tahun sebelumnya, faktanya skor Indonesia masih jauh di bawah angka rata-rata IPK global, yaitu 43. Bahkan untuk negara kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih tertinggal dengan dua negara tetangganya yang memiliki skor di atas angka rata-rata IPK global, seperti Malaysia (48) dan Singapura (85) (Tempo.co, 25/01/2022).

Praktik korupsi dalam sejarah bangsa

Dalam catatan sejarah, praktik korupsi telah berlangsung sejak lama. Wakil Presiden RI pertama Bung Hatta pernah mengatakan bahwa korupsi telah membudaya di Indonesia.

Di era pra-kemerdekaan bisa dilihat dari kehancuran kerajaan-kerajaan besar nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya, Mataram karena perilaku sebagian besar bangsawannya yang korup (Rahayu, 2009). Kebiasaan mengambil ‘upeti’ dari rakyat kecil oleh raja-raja Jawa ditiru oleh Belanda ketika mengusai Nusantara (1800-1942), hingga penindasan penduduk pribumi dalam sistem ‘cultuur stelsel’ atau tanam paksa.

Sementara di era kemerdekaan mulai dari Orde Lama, Orde Baru hingga era Reformasi, maraknya praktik korupsi dapat dilihat dari berbagai kebijakan, undang-undang, sampai pembentukan komisi yang dibuat untuk memberantas praktik korupsi.

Dalam bukunya History of Java, Thomas Stanford Raffles membahas karakter sebagian besar masyarakat Jawa yang digambarkan sebagai yang ‘nrimo’ (pasrah). Sementara yang lainnya memiliki keinginan untuk lebih dihargai, bangsawan yang gemar memupuk harta, dan memelihara abdi dalem yang pada umumnya gemar mencari perhatian dan berperilaku oportunis.

Apa itu korupsi dan dampaknya?

Perilaku koruptif sebenarnya dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari kita. Khoril Basyar (2015) memberikan beberapa contoh, antara lain pelanggaran lalu lintas, pemberian ‘suap’ untuk kelancaran urusan, peraturan yang dibuat untuk kepentingan kelompok tertentu, pemberian tipping untuk petugas pelayanan publik, hingga kebiasaan telat waktu.

Menurut Fockema Andrea (1951) kata ‘korupsi’ berasal dari Bahasa latin, yaitu ‘corruptio’ atau ‘corruptus’ (dalam Webster Student Dictionary, 1960) yang memiliki arti ‘berubah dari yang adil, benar, jujur menjadi kondisi sebaliknya’.

Dikutip dari buku ‘Pendidikan Antikorupsi’ yang diterbitkan Kemenristekdikti, Nasir (2006) menambahkan bahwa kata ‘corruptio’ berasal dari bahasa latin kuno ‘corrumpere’ yang berarti ‘busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok, orang yang dirusak, dipikat atau disuap’.

Korupsi memiliki dampak penghancuran yang hebat (enormous destructive effects) terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa dan negara seperti kemiskinan, lesunya perekonomian dan investasi, kultur organisasi dan politik yang tidak sehat, kriminalitas, matinya demokrasi serta etika sosial politik, tidak berfungsinya peraturan dan perundang-undangan, birokrasi yang rumit, dan masih banyak lagi.

Bagaimana praktik korupsi bisa terjadi?

Secara garis besar terdapat banyak hal yang melatarbelakangi praktik korupsi. Fadjar (2002) menyatakan bahwa terjadinya tindakan korupsi dapat dibedakan menjadi beberapa aspek; Pertama, bentuk penyalahgunaan kewenangan (mercenary abuse of power). Misalnya, ketika seseorang yang memiliki kewenangan tertentu (umumnya oleh pejabat yang kedudukannya tidak terlalu tinggi) bekerjasama dengan pihak lain untuk melakukan praktik suap dan penggelembungan dana (mark up).

Kedua, discretionary abuse of power atau penyalahgunaan wewenang pejabat yang memiliki kewenangan istimewa dengan mengeluarkan kebijakan tertentu yang secara intensional didesain untuk kepentingan tertentu.

Ketiga, ideological abuse of power yang diperuntukkan untuk mencapai tujuan tertentu dari kelompok atau golongannya. Biasanya pelaku tipe ini memberikan dukungan kepada pihak tertentu untuk menduduki jabatan strategis. Sebagai gantinya ia wajib memberikan kompensasi atau lebih dikenal dengan politik balas budi. Korupsi tipe ini sebetulnya yang paling berbahaya karena melibatkan banyak orang yang nantinya akan dijanjikan ‘imbalan’.

Tidak hanya itu, korupsi juga dapat terjadi karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi sifat tamak manusia, gaya hidup konsumtif, dan lemahnya moralitas individu yang dapat ditelusuri dari latar belakang hidupnya.

Sementara faktor eksternal meliputi banyak hal, antara lain:

1. Aspek sosial: kultur masyarakat yang menghargai orang dari kekayaan, dan kurangnya kesadaran masyarakat bahwa korupsi bukan hanya merugikan negara, tapi juga mereka;

2. Aspek politik: kepentingan politik untuk melakukan kontrol publik dan mempertahankan kekuasaan;

3. Aspek hukum: lemahnya penegak hukum;

4. Aspek ekonomi: kebutuhan yang tinggi dengan penghasilan yang tidak sesuai dapat berpotensi tinggi menimbulkan tindakan koruptif;

5. Aspek organisasi: buruknya sistem suatu organisasi sehingga membuka peluang terjadinya korupsi, antara lain absennya sikap keteladanan pemimpin, tidak adanya kultur organisasi yang benar, sistem akuntabilitas yang tidak memadai, serta buruknya manajemen suatu organisasi.

Secara teoritis, faktor internal dan eksternal dapat dijelaskan melalui konsep GONE yang digagas oleh Jack Bologne (2006), yang meliputi greedy (keserakahan), opportunity (kesempatan), need (kebutuhan), exposure (pengungkapan). Dalam konteks ini, aspek keserakahan dan kebutuhan dikategorikan sebagai faktor internal. Sedangkan kesempatan dan pengungkapan adalah faktor eksternal.

Berdasarkan teori GONE, beberapa kesimpulan dapat ditarik, antara lain:

1.      Orang yang melakukan korupsi pada dasarnya memang memiliki sifat serakah dan tidak pernah merasa puas dengan apa yang dimilikinya.

2.      Korupsi dapat terjadi karena adanya kebutuhan yang mendesak seperti kebutuhan rumah tangga, pendidikan, atau hutang yang harus segera diselesaikan.

3.      Kedua faktor di atas sangat mungkin terjadi apabila terdapat kesempatan untuk melakukan praktik korupsi.

4.      Apabila ketiga faktor tersebut terjadi, hal tersebut bisa dikatakan sebagai praktik korupsi apabila terdapat pengungkapan yang melibatkan penegakan hukum.

Dikutip dari Kompas.com, Rabu 22 Februari 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ricuh di Gereja Kristen Kemah Daud Lampung, Bagaimana Kronologinya?

Next Post

Setara Institute: Pembubaran Peribadatan adalah Pembangkangan Arahan Presiden!

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi
Feature

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat
Birokrasi

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur
Birokrasi

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026
Next Post
Mengkominfo Batal Diperiksa Kejaksaan Agung Hari Ini , Apa Tanggapan Presiden Jokowi

Setara Institute: Pembubaran Peribadatan adalah Pembangkangan Arahan Presiden!

Kejagung Apresiasi Putusan Tak Terduga Majelis Hakim, Hukum Mati Ferdy Sambo

Vonis Ferdy Sambo

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi
Feature

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

by Karyudi Sutajah Putra
April 19, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Jusuf Kalla (JK) sudah membuka front pertempuran....

Read more
JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

JK Buka Front Pertempuran Lawan Jokowi

April 19, 2026
Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

Blanket Overflight Militer AS Ancaman Serius bagi Kedaulatan Indonesia

April 17, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026
MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

MBG: Gagasan Lama, Eksekusi Tergesa, dan Arah yang Kabur

April 20, 2026

Mengelola Risiko DSR 40%: Ketika Negara Seperti Keluarga yang Terlilit Cicilan di Tengah Dunia yang Bergejolak

April 20, 2026

Inspirasi Kecil di Senja itu dan Coretan Indah Ali Syarief

April 19, 2026
Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

Sikat dan Semir Sepatu: Puncak Absurditas Anggaran “Bakar Duit” Badan Gizi Nasional

April 19, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

Gelombang Opini dan Senjakala Kepemimpinan: Yahya Cholil Staquf Terancam Tidak Dipilih Lagi

April 20, 2026
Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

Skandal Laptop Siluman BGN: Menguak Korupsi Ratusan Miliar Berkedok Transformasi Digital, Peruri Terlibat

April 20, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist