Alasan KPU menskors rapat pleno selama 30 menit untuk memperbaiki narasi draft keputusan Ketua KPU sebenarnya janggal dan sulit diterima akal, karena drafting keputusan KPU seharusnya sudah sempurna. Durasi waktu 30 menit juga terlalu lama
Jakarta – Fusilatnews – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU Hasyim Asy’ari pada Rabu (20/3/2024) malam, resmi menetapkan hasil pemilihan umum (pemilu) 2024. Rapat sempat diskors selama sekitar 30 menit.
Keputusan ketua rapat untuk menskors rapat selama 30 menit menimbulkan banyak spekulasi diantara masyara kat terkait apa yang sedang terjadi, muncul adanya info bahwa rapat diskors lantaran adanya kesalahan perolehan suara salah satu partai politik peserta pemilu dalam pemilihan legislatif (pileg) DPR dalam berita acara yang dibacakan. Tapi info itu dibantah oleh Komisioner KPU.
“Tidak benar. Hanya narasi aja,” kata Komisioner KPU Idham Holik saat dikonfirmasi wartawan, Rabu malam.
Holik menegaskan narasi draft Keputusan KPU Nomor 360 Tahun 2024 yang menekankan pada hasil perolehan suara peserta pemilu secara keseluruhan. Dengan demikian, skors itu tidak ada kaitannya dengan kesalahan perolehan suara salah satu partai politik tertentu.
Menurut dia, koreksi itu bertujuan menyempurnakan Keputusan KPU dalam drafting. Koreksi yang dimaksud adalah koreksi narasi naskah rancangan Keputusan mengenai penetapan hasil pemilu.
“Tidak ada koreksi angka perolehan suara peserta pemilu. Koreksi narasi yang menjelaskan tentang hasil pemil,” kata Idham.
Dalam rapat pleno tersebut ditetapkan hasil pemilu 2024, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih suara tertinggi dalam pemilihan presiden (pilpres), yaitu 96.214.691suara. Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih 40.971.906 suara. Sedangkan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD meraih 27.040.878 suara.
Sedangkan untuk pemilihan legislatif (pileg) DPR, PDIP meraih suara tertinggi yaitu 25.387.279 suara. Selain PDIP, tujuh partai lain yang lolos ambang batas 4 persen adalah Partai Golongan Karya (Golkar) meraih 23.208.654 suara, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 20.071.708 suara, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 16.115.655 suara, Partai Nasdem 14.660.516 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 12.781.353 suara, Partai Demokrat 11.283.160 suara, dan Partai Amanat Nasional (PAN) 10.984.003 suara.
KPU melaksanakan rapat pleno penetapan hasil pemilu mulai sekitar pukul 21.00 WIB. Di tengah rapat, Ketua KPU Hasyim Asy’ari melakukan skors.
Skors itu dilakukan selama sekitar 30 menit. Setelah 30 meniti KPU melanjutkan rapat pleno penetapan hasil pemilu 2024. Rapat pleno penetapan hasil pemilu 2024 selesai pada sekitar pukul 22.19 WIB.
Alasan KPU menskors rapat pleno selama 30 menit untuk memperbaiki narasi draft keputusan Ketua KPU sebenarnya janggal dan sulit diterima akal, karena drafting keputusan KPU seharusnya sudah sempurna. Durasi waktu 30 menit juga terlalu lama
Tindakan untuk menskors Pleno selama 30 menit ini kemungkinan ada yang sangat prinsip dan sensitif yang harus dikoreksi atau ditambahkan oleh KPU


























