Tidak mudah memang, membuat menu berita untuk audiencenya. Selalu dalam prioritasnya adalah, berita ini penting dan diperlukan nggak. Unsur proximitnya, ada nggak. Actual dan timely, dst. Baru kemudian ditulis dengan pakem menulis berita, yaitu 5W+H.
Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita headline-nya, dibeberapa media online. Kemudian saya check di media-media international seperti Reuters, BBC, AP, dan Japan Today, dll. berita tentang Xi JinPing dikudeta itu, memang tidak ada. Saya komunikasi dengan tim kami, di dapur fusilat, dan confirmed, memang berita itu tidak ada.
Dari awal, karaguan bahwa berita itu hoax adalah, karena saya pernah menulis dan bahkan untuk keperluan tayangan channel Youtube, riset kecil-kecilan menganai organisasi system komunisme. Jadi saya mengeti, bagaimana seorang Xi JinPing dalam system komunisme adalah bak Raja Diraja. Kekuatan militer, ada langsung dibawah komando Xi JinPing. Bahkan Lembaga Judicial pun, bertanggung jawabnya hanya kepada Pimpinan negara, yaitu Xi JinPing.
Saya baca dengan teliti berita ini, TRIBUNNEWS.COM – Para pakar di China menyoroti desas-desus bahwa Presiden China Xi Jinping ditahan dan dikudeta. Sebagian besar dari mereka mengatakan tidak ada tanda-tanda kudeta yang terjadi di China. Pakar China, Aadil Brar mencatat bahwa Xi kemungkinan dikarantina setelah kembali dari KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Brar bahkan turut membagikan data penerbangan yang menunjukkan tidak ada gangguan penerbangan.
Selain itu, Brar juga menunjukkan visual briefing publik oleh pejabat senior China di lingkungan pemerintah, berfungsi normal.
Sementara itu, menurut Jurnalis Zakka Jacob, Xi Jinping memiliki kekuasaan institusional yang kuat atas China.
Jadi fusilatnews, tidak memberitakan hal tersebut, karena berita itu rekayasa dan hoax
























