Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim akan melakukan perjalanan resmi pertamanya ke luar negeri dengan kunjungan ke Indonesia pada 8 dan 9 Januari.
Kunjungan ini sebagai tanggapan atas undangan khusus yang disampaikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo, atau biasa disapa Jokowi, menyusul pengangkatan Anwar sebagai PM ke-10 Malaysia pada 24 November 2022.
Dalam keterangannya, Sabtu 7/1, Wisma Putra mengatakan Anwar dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Jokowi. Pertemuan tersebut akan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk meninjau kemajuan kerjasama bilateral, menjajaki potensi kerjasama baru, dan mempromosikan upaya bersama untuk mengatasi tantangan regional dan global.
“Isu-isu penting yang akan dibahas antara lain terkait kerja sama ekonomi, antara lain potensi investasi Malaysia di Ibu Kota Nusantara (IKN), demarkasi darat dan batas laut, serta ketenagakerjaan dan perlindungan pekerja migran Indonesia.
“Kedua pemimpin juga akan bertukar pandangan tentang isu-isu regional dan global, khususnya tentang situasi di Myanmar, dan upaya bersama untuk mengatasi diskriminasi terhadap kelapa sawit, di mana Malaysia dan Indonesia merupakan pengekspor terbesar dunia,” tambah Wisma Putra.
Dalam kunjungan tersebut, kedua pemimpin juga akan menyaksikan pertukaran 11 surat minat dari perusahaan Malaysia untuk berpartisipasi dalam pengembangan IKN oleh menteri perdagangan dan industri internasional kepada ketua Otoritas Ibu Kota Nusantara. Selain itu, total delapan nota kesepahaman antara sektor swasta Malaysia dan Indonesia akan ditandatangani di sela-sela kunjungan yang diperkirakan bernilai RM1,16 miliar.
Anwar juga dijadwalkan untuk memberikan kuliah umum tentang “hubungan strategis Malaysia-Indonesia”, dan menjadi tuan rumah sesi interaksi dengan diaspora Malaysia di Jakarta.
PM akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Tengku Datuk Seri Zafrul Tengku Abdul Aziz, serta pejabat dari kementerian dan lembaga terkait.
Pada tahun 2021, Indonesia menjadi mitra dagang global terbesar ketujuh Malaysia dan ketiga di Asean, dengan nilai perdagangan RM95,31 miliar. Untuk periode Januari hingga November 2022, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar keenam Malaysia secara global, dan mitra dagang terbesar kedua di Asean, dengan total perdagangan meningkat sebesar 41,7% dan berjumlah RM120,26 miliar.
Sumber : The Edge Market.























