• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Kuota Disulap, Ibadah Dijual: Skandal Haji Era Gus Yaqut

Korupsi Berjubah Ibadah: KPK Telusuri Aib Kuota Haji 2024

Ali Syarief by Ali Syarief
June 21, 2025
in Crime, Feature
0
Menteri Agama Atur Pengeras Suara Masjid, Ini Peraturanya
Share on FacebookShare on Twitter

Aib Ibadah di Negeri Wakaf

Tiada kata paling ironi selain “korupsi dalam ibadah.” Kalimat itu memang tak lazim dalam logika iman. Namun dalam republik yang kerap menukar akal sehat dengan kepentingan kekuasaan, ibadah pun bisa disulap jadi komoditas politik dan ladang rente. Persis seperti yang kini tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): penentuan kuota haji 2024 di era Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Penambahan 20.000 kuota oleh pemerintah Arab Saudi, alih-alih menjadi berkah bagi umat Islam Indonesia, justru menguarkan bau tak sedap. Kementerian Agama (Kemenag) berdalih kuota itu dibagi rata—50 persen untuk haji reguler, 50 persen untuk haji khusus—atas arahan dari Saudi. Tapi anggota Pansus Haji DPR, Marwan Jafar, menyatakan menerima informasi sebaliknya: Saudi tak pernah mengatur semacam itu.

Jika klaim ini benar, maka jelas ada upaya manipulasi. Bukan hanya terhadap data, tetapi juga terhadap harapan jutaan calon jemaah yang selama bertahun-tahun menggenggam nomor antrean bak jimat. Tercatat ada 3.503 jemaah haji khusus yang tiba-tiba berangkat tanpa menunggu giliran. Padahal dalam sistem resmi, mereka mestinya baru bisa berangkat tahun 2031.

Jamaah mana yang tidak geram jika antriannya yang panjang—sebagian mencapai 30 tahun—dilangkahi oleh mereka yang sanggup membayar lebih?


Ketika Dapur Ibadah Tercium Anyir

Tak hanya soal kuota, penyelenggaraan haji 2024 juga menyisakan borok lain: katering. Lagi-lagi nama Kemenag terseret. Marwan Jafar menyebut dapur penyedia makan jemaah tak layak. Bahkan ada dugaan “patgulipat” antara penyedia katering dan birokrasi kementerian. Ibadah suci ditunggangi rente. Seolah Tuhan bisa disuap lewat tender.

Pansus DPR mencium gelagat bahwa orientasi utama Kemenag bukanlah peningkatan pelayanan, melainkan keuntungan. Dugaan itu menjadi lebih menguat ketika Gus Yaqut dua kali mangkir dari panggilan parlemen. Alih-alih menjelaskan, ia memilih bungkam. Diam yang bukan emas, tapi mencurigakan.


KPK Masuk, Tapi Terlambat?

Pada 1 Agustus 2024, kelompok masyarakat sipil Front Pemuda Anti Korupsi (FPAK) melaporkan kasus ini ke KPK. Sayangnya, laporan mereka sempat dianggap belum cukup bukti. Baru hampir setahun kemudian, 19 Juni 2025, KPK memastikan kasus ini masuk ke tahap penyelidikan. Beberapa pihak mulai dipanggil, meski belum ada keterangan resmi siapa saja yang diperiksa.

Dalam sistem hukum normal, keterlambatan bisa dipahami. Namun dalam sistem birokrasi Indonesia yang dikelilingi oleh kepentingan politik dan balas jasa kekuasaan, keterlambatan bisa berarti pengaburan. Terutama ketika nama Yaqut, tokoh penting dalam ormas besar dan bagian dari lingkar kekuasaan lama, jadi tokoh sentral perkara.

Maka benarlah kata Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid: sekalipun Pansus DPR bukan lembaga hukum, laporan dan sorotannya merupakan dokumen publik yang bisa dipakai KPK sebagai rujukan. Celakanya, yang menjadi soal bukan data—melainkan kemauan politik untuk menyentuh yang tak tersentuh.


BP Haji dan Harapan yang Gentar

Tahun depan, penyelenggaraan haji akan ditangani Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BP Haji), lembaga baru hasil reformasi dari kisruh lama. Kepala BP Haji, Gus Irfan Yusuf, membawa pesan tegas dari Presiden Prabowo Subianto: transparansi dan akuntabilitas. Ia bahkan merekrut delapan mantan penyidik dari KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian ke dalam eselon 2 lembaganya.

Langkah ini layak diapresiasi. Namun pengalaman mengajarkan: institusi baik bisa rusak oleh niat busuk. Karena itu, transparansi bukan hanya soal orang-orang baik di dalamnya, tapi juga mekanisme kerja yang memungkinkan publik ikut mengawasi.


Ibadah Tanpa Antrean, Etika Tanpa Tuhan

Korupsi dalam urusan haji bukan sekadar pelanggaran hukum. Ini adalah pembusukan moral. Ketika antrean puluhan tahun dilompati, dan jatah orang miskin dikomersialkan untuk keuntungan segelintir elit, maka yang dilanggar bukan cuma regulasi, melainkan nurani kolektif bangsa.

Kita tak sedang membicarakan bangunan jalan tol atau proyek Ibu Kota baru. Ini tentang ibadah. Tentang rukun Islam yang kelima. Tentang ribuan orang tua yang menjual sawah dan menabung belasan tahun demi satu kesempatan mencium Hajar Aswad.

Kalau pun kelak Yaqut terbukti bersalah, biarlah hukum bekerja. Tapi jika ia bebas karena sistem yang bobrok, sejarah akan tetap menuliskan namanya. Sebab memanipulasi ibadah demi keuntungan adalah bentuk pengkhianatan yang bahkan tak bisa diampuni oleh generasi mendatang.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Caketum PSI: Satu-satunya Pesaing Kaesang adalah Jokowi

Next Post

Adam Suseno Dilarikan ke Rumah Sakit, Inul Daratista: Ruang Tamu Dipenuhi Darah

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan
Birokrasi

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan
Feature

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026
Next Post
Adam Suseno Dilarikan ke Rumah Sakit, Inul Daratista: Ruang Tamu Dipenuhi Darah

Adam Suseno Dilarikan ke Rumah Sakit, Inul Daratista: Ruang Tamu Dipenuhi Darah

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengidap Diabetes?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Mengidap Diabetes?

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Putusan MK tentang Presidential Threshold adalah Tragedi Demokrasi
Feature

Film Itu Karya Fiksi, Prof Yusril!

by Karyudi Sutajah Putra
May 15, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi...

Read more
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

May 13, 2026
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026
Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

Trump Temui Xi di Beijing, China Tegaskan Peringatan Keras Soal Taiwan

May 15, 2026
KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

KAHMI Dukung Iran, Singgung Dukungan Prabowo terhadap BoP

May 15, 2026
“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

“Bacot” KSAD dan Akrobat Regulasi di Balik Pangkat Sang Ajudan

May 15, 2026
Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

Dulu Negara Menontonkan Mimpi, Kini Rakyat Menonton Kegagalan

May 15, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Dari Mulyono Terbitlah Mulyadi

May 16, 2026
Akhlak Dedi Mulyadi: Masih Akhlak Bupati

Kinerja KDM Dinilai Buruk, DPRD Jabar Sodorkan 83 Catatan Keras untuk Pemprov

May 15, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist