• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Lagi-Lagi, Dana Haji

fusilat by fusilat
June 5, 2022
in Feature
0
Lagi-Lagi, Dana Haji
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Muhammad Akhyar Adnan | Anggota Dewan Pengawas BPKH

Jakarta, 4/06/22 (FusilatNews)– Sekali lagi, dana haji mengundang banyak komentar. Pasalnya, tiba-tiba, hanya beberapa hari menjelang keberangkatan jamaah haji 2022, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta tambahan Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH) Rp1,5 triliun. Lho, apa pasal?

Seperti disampaikan media, tambahan dana ini akibat kenaikan “mendadak” biaya ‘sewa’ atas fasilitas di Masya-ir (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) dan diputuskan hanya beberapa waktu sebelumnya oleh Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi.

Terlepas dari kesalahan beberapa media yang sempat menyebut dana haji kurang, permintaan ini menimbulkan pertanyaan dan –awalnya- sedikit kebingungan. Sebab, selain informasinya mendadak, jumlahnya tak tanggung-tanggung, Rp 1,5 triliun.

Setelah beberapa kali rapat maraton, 1 Juni 2022 pagi dikabarkan akhirnya ditemukan solusi. Menurut Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, kekurangan itu bisa dipenuhi dari nilai manfaat yang dihasilkan BPKH dan dana efisiensi haji yang masih disimpan BPKH.

Lalu, apa yang dapat dicatat dari peristiwa ini? Pertama, terlepas dari ideal tidaknya solusi tersebut, ini bukti dana haji yang dikelola sangat aman sekaligus likuiditasnya terjaga baik. Ini juga menegaskan, tudingan dana tidak aman, tak terbukti.

Dengan sigap dan tanggap, dana disediakan BPKH dari kedua sumber yang disebutkan di atas. Kedua, patut disayangkan tak ada daya tawar menawar Indonesia (dalam hal ini Kemenag) atas Saudi. Sebagai negara terbesar jamaah hajinya, mestinya Kemenag bisa melakukan negosiasi.

Dalam transaksi bahkan strategi bisnis, ada yang disebut buyer [bargaining] power (BBP).

Kita punya BBP karena jamaah Indonesia terbesar sedunia. BBP ini lebih kuat bila Indonesia mampu menghimpun kekuatan buyer lain, terutama dari negara yang jamaah hajinya besar seperti Pakistan, India, Bangladesh, Turki, dan Nigeria.

Ketiga, kejadian ini mestinya dijadikan pelajaran. Terkait peristiwa di atas, solusinya cukup cepat ditemukan: BPKH turun tangan sehingga melegakan banyak pihak. Namun ingat, solusi ini bersifat jangka pendek. Bagaimana dengan jangka panjang?

Salah satu isu yang berulangkali diangkat BPKH sekitar sustainabilitas dana haji. Pola sekarang mengandung risiko jangka panjang. Selama ini, misalnya dengan BPIH Rp 72 juta sebelum pandemi, jamaah membayar sekitar separuhnya, Rp 35 juta–Rp 36 juta.

Sisanya, subsidi dari nilai manfaat yang dikumpulkan BPKH berdasarkan dana setoran yang dikelola. Sejak 2018-an, nilai manfaat dibagi dua, terbesar untuk subsidi jamaah yang berangkat, sebagian kecil untuk jamaah tunggu berbentuk virtual account.

Pola seperti ini masih berlaku dan memancing pertanyaan, adil atau tidak? Apakah menjamin sustainabilitas dana haji di masa datang?

Ketika tahun ini ada lonjakan BPIH menjadi sekitar Rp 82 juta dan tambahan dadakan Rp 1,5 triliun, tak bisa dihindari BPKH harus mengeluarkan cadangan yang sesungguhnya untuk jangka panjang.

Dengan kata lain, jamaah haji tunggu seolah-olah ‘dikorbankan’ untuk jamaah yang berangkat tahun ini. Saat yang sama, ada ancaman jangka panjang jika BPKH tak berhasil mencetak nilai tambah optimum atau seiring kenaikan biaya yang sulit dikendalikan.

Karena itu – na’u dzubillah – tak bisa dihindari terjadinya Ponzi Scheme. Artinya, untuk memberangkatkan jamaah, subsidi dari nilai manfaat tak cukup lagi sehingga harus diambilkan dari dana setoran jamaah haji yang belum berangkat.

Berdasarkan uraian di atas, dari sekarang harus ada keberanian mengkaji ulang pola pengelolaan dana haji, khususnya pola subsidi. Kejadian tahun ini cukuplah menjadi pelajaran, kalau tidak ingin terjadi prahara keuangan besar di kemudian hari.

Setidaknya, ada dua kebijakan fundamental yang harus diambil. Pertama, membagi proporsional seluruh nilai manfaat setiap tahun untuk seluruh jamaah yang belum berangkat. Tidak ada prioritas bagi jamaah berangkat atas jamaah tunggu.

Jadi, seluruh nilai manfaat langsung dibagikan lewat virtual account masing-masing jamaah. Kedua, karena ibadah haji menuntut syarat istitha’ah (lihat QS 3:97), juga meliputi keuangan, fisik, dan keamanan, mestinya kebijakan subsidi harus dihapuskan.

Dengan demikian, saat seseorang dijadwalkan berangkat, tinggal dilihat saldo dananya (berasal dari setoran awal ditambah akumulasi bagi-hasil nilai manfaat setiap tahun), dibandingkan BPIH tahun berjalan. Kalau sudah sama, tinggal berangkat.

Kalau belum, calon jamaah harus melengkapinya. Dan kalau ternyata berlebih, akan menerima kembali sisanya. Inilah pola yang rasanya lebih adil, memenuhi syarat istitha’ah, dan membuat dana haji sustain sepanjang masa. Insya Allah.

Tulisan ini opini pribadi, sama sekali tak mewakili pandangan institusi tempat penulis berbakti.

Dikutip dari Republika.co.id, Jumat 3 Juni 2022.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

PENATARAN PANCASILA KE 2, INDONESIA MERDEKA DASAR NYA APA .

Next Post

Temuan BPK Soal Bansos Triliunan Tak Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Risma

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Temuan BPK Soal Bansos Triliunan Tak Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Risma

Temuan BPK Soal Bansos Triliunan Tak Tepat Sasaran, Ini Penjelasan Risma

Mantan Menteri Nishimura Yg Hobinya Memotret Wanita Cantik Mulai Menuai Masalah

Mantan Menteri Nishimura Yg Hobinya Memotret Wanita Cantik Mulai Menuai Masalah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist