• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Crime

Laku Silih” ala Restoratif Justice: Jalan Terjal Jokowi Menuju Pengampunan Publik

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
June 28, 2025
in Crime, Feature
0
Apa Kata Roy Suryo Soal Ijazah Jokowi Asli?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damai Hari Lubis – Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Artikel ini mengulas relasi antara konsep hukum restoratif justice dan permintaan moral bernama “laku silih” yang ditujukan kepada Presiden Jokowi oleh dua pakar IT, Dr. Roy Suryo dan Dr. Rismon Sianipar.

Dalam khazanah budaya Jawa, laku silih merujuk pada tindakan spiritual sebagai bentuk tobat atau penyesalan atas kesalahan besar yang pernah dilakukan. Konsep ini, dalam konteks peristiwa hukum yang sedang berkembang, menjadi permintaan simbolik dari dua akademisi tersebut kepada Presiden Jokowi, sebagai syarat moral sebelum mereka bersedia melakukan tindakan simbolik menjenguknya yang sedang sakit.

Konteks ini muncul saat beredar informasi bahwa Ketua Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Cirebon, Heru Subagia, bertindak sebagai ‘broker’ atau penengah untuk menjembatani pertemuan antara Jokowi dan para pengkritiknya: Dr. Roy dan Dr. Rismon — dua tokoh yang sejak awal konsisten menyatakan bahwa ijazah sarjana kehutanan Jokowi adalah palsu.

Namun ajakan ini dijawab dengan syarat keras yang dilontarkan keduanya:

  1. Jokowi terlebih dahulu mengakui bahwa hasil riset mereka soal keaslian ijazah dan skripsi yang digunakannya adalah benar — yaitu palsu.

  2. Jokowi mencabut laporan polisi terhadap mereka yang kini berstatus sebagai terlapor di Polda Metro Jaya.

Syarat itu praktis membatalkan jalan restoratif justice yang dibangun Heru, sebab tidak mungkin disanggupi tanpa membuat Jokowi jatuh untuk kedua kalinya. Yang pertama, Jokowi “keluar kandang” dengan melaporkan Roy Cs ke polisi — langkah yang secara hukum bisa menjadi blunder. Pasalnya, laporan tersebut justru membuka ruang investigasi dan pembuktian formal atas keaslian ijazah yang dipersoalkan.

Selain itu, di mata publik, Jokowi sudah kadung melekat dengan gelar “Ir.” selama 12 tahun, sejak Pilgub DKI Jakarta. Tapi fakta sejarah memperlihatkan bahwa saat menjabat Wali Kota Surakarta, gelar tersebut belum pernah digunakan. Ini menimbulkan keraguan: benarkah Jokowi seorang sarjana teknik kehutanan dari UGM?

Dari sudut pandang hukum, tuduhan pemalsuan dokumen akademik bukanlah delik aduan, melainkan delik umum. Maka, laporan polisi dari pihak manapun, termasuk dari Presiden sekalipun, harus diuji secara forensik, termasuk otentisitas ijazah dan proses perolehannya. Tanpa pengujian ilmiah terhadap barang bukti berupa dokumen otentik seperti ijazah dan skripsi, klaim hukum akan kehilangan legitimasi.

Ironisnya, jika proses hukum ini kemudian dihentikan begitu saja melalui mekanisme damai atau “silaturahmi” tanpa memenuhi aspek pembuktian materiil, maka hukum Indonesia kembali tercoreng oleh praktik poorly enforced laws — hukum yang lemah pelaksanaan.

Dan jika tudingan publik atas pemalsuan ijazah ini dibiarkan menggantung tanpa kejelasan hukum, bukan tidak mungkin akan menjadi noda sejarah yang melekat kuat. Jokowi, yang mungkin berniat mewariskan kenangan baik, justru meninggalkan “residu kepemimpinan” yang suram — menjadi bagian dari History of Bad Leadership dalam pandangan dunia.

Di titik inilah, ungkapan legendaris Presiden Pertama RI Ir. Soekarno kembali menggema: JASMERAH – Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Termasuk sejarah tentang siapa Anda sebenarnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

SP2HP Gugur, SP3 Ijazah Jokowi Harus Dianulir: Saatnya Bareskrim Buka Mata

Next Post

Selangkah Lagi, Bobby!

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”
Birokrasi

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam
Birokrasi

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026
Economy

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
Next Post
Bobby Nasution Berencana Sampaikan Sikapnya ke PDIP dengan Kerendahan Hati

Selangkah Lagi, Bobby!

500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum

JANGAN HANYA GAGAH BERAS! Menuju Negeri Tanpa Impor Pangan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan
Crime

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

by fusilat
April 27, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Suharyono alias Dobrak (42), yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas, kini menyandang status tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Tersangka...

Read more
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026
Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

Pak Prabowo Subianto, Negara Ini Butuh Akademisi yang Berani, Bukan yang Dibungkam

April 27, 2026

Manajemen Risiko Kebijakan Program Terpadu Pencegahan Open Drug Scene di Kawasan Perkotaan Indonesia (Studi Banding Kensington Avenue, Philadelphia dan Kawasan Pasar Senen, Jakarta)

April 27, 2026
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

Ekonomi Kita: Alarm Darurat, Tapi Yang Sibuk Justru Retorika

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

RPP Manajemen ASN: Karpet Merah Dwifungsi dan Ilusi Resiprokalitas yang “Omong Kosong”

April 27, 2026
Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

Pelantikan Senyap di Istana: Siapa Digeser, Siapa Diselamatkan?

April 27, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...