FusilatNews- Di Kebun Raya Cipanas Cianjur, juga ada ditanam Pohon Sakura. Pun di Korea. Tetapi bunga Sakura di Jepang menjadi teramat Istimewa. Bukan karena pohon dan bungannya yang berbeda, tetapi imaginasi yang ada dalam hati dan pikiran orang Jepang. Karena itulah, tradisi Hanami, menjadi medium bagaimana orang Jepang memperlakukannya. “Sakura is the heart of Japanese”, demikian ungkapan seorang Ibu Jepang.
Orang Jepang telah lama terpesona dengan keajaiban bunga sakura yang menakjubkan. Tidak ada pohon yang lebih mewakili kecintaan Jepang pada hanami (melihat bunga) selain Godai Zakura, atau Lima Besar Sakura. Kelima pohon purba ini ditetapkan sebagai tennen kinenbutsu (monumen alam) pada tahun 1922 karena usianya yang mengesankan, asal botani yang unik, dan perawakannya yang menakjubkan.
Saya pertama kali diajak ikut “hanami”, menjelang magrib. Tidak nampak keindahan alaminya, karena terselimbuti oleh cahaya lampu. Kami pergi untuk melihat Bungan Sakura, seperti orang hendak botram di taman; membawa tikar, makanan dan minuman. Duduk dibawah pohon Sakura yang rindang sedang berbunga. Bagi orang Jepang, bir adalah sesuatu yang wajib, apalagi dalam perisitiwa yang sangat istimewa itu. Sulit bisa memahami indahnya bunga Sakura seperti orang Jepang, tetapi ini tetap menjadi daya tarik tourist asing, untuk berkunjung saat Sakura mekar. Bahkan bulan-bulan ini, disebut sebagai peak season, sehingga tiket pesawat ke Jepang di bandrol husus. Mahalnya dobel.
Mungkin juga karena banyak festival di lakukan oleh orang Jepang, diberbagai daerah. Tokyo Disneyland juga mengagendakan khusus untuk menyambut festival Sakura.
Arti, Filosofi, & Makna dari Bunga Sakura

Dibalik keindahannya, Arti bunga sakura bagi masyarakat Jepang sendiri cukup dalam. Masyarakat setempat menganggap, bunga sakura sebagai kehidupan, kematian dan pembaruan. Atau secara filosofis dilambangkan sebagai siklus kehidupan.
Filosofisnya yang dikatakan sebagai sebuah siklus kehidupan memiliki makna dimana ada kebahagiaan akan diakhiri dengan kesedihan, di mana ada kelahiran akan diakhiri dengan kematian. Hal ini selaras dengan sisi spiritual dimana hidup ini singkat namun indah.
Hal ini terjadi melihat bagaimana bunga sakura akan bermekaran di awal musim dan kemudian berguguran setelah 2 minggu. Di situlah masyarakat akan bergembira saat bermekaran dan akan merenung saat bunga berguguran mengingat mereka yang telah pergi.
Nah, untuk jenis bunga sakura sendiri sebenarnya ada 600 jenis lebih, mengingat kemampuan bunga sakura yang dapat bermutasi.
Tahun ini, menjadi tahun pertama masyarakat bebas keluar rumah dan terutama melihat Bunga Sakura. Tetapi masyarakat pernah diminta untuk tidak mengadakan pesta selama pandemi, dan para turis yang biasanya membanjiri negara ini pada musim tersebut dicegah dengan penutupan perbatasan yang ketat.
Jepang telah mengumumkan dimulainya secara resmi musim bunga sakura di Tokyo pada hari Selasa, 14 maret yang lalu, atau 10 hari lebih awal dari biasanya. Dalam beberapa tahun terakhir, para ahli meteorologi negara itu mengaitkan mekarnya bunga yang semakin awal. Ini berkaitan dengan perubahan iklim, dan suhu di Tokyo menjadi sejuk di luar musimnya dalam beberapa hari terakhir.
Musim sakura atau bunga sakura di Jepang sangat dinanti-nantikan oleh penduduk lokal dan pengunjung, dan pengumuman dimulainya musim di Tokyo disiarkan oleh kantor berita besar dan diliput langsung di televisi-telivisi Jepang.
Musim Sakura tahun ini telah diumumkan di Kuil Yasukuni Tokyo, di mana seorang pejabat dari Badan Meteorologi Jepang berdiri di depan media dan penonton untuk mentakan pengumuman; “Hari ini, 14 Maret, dengan ini kami menyatakan mekarnya sakura di Tokyo,” Ia yang datang enam hari lebih awal dari tahun lalu.
“Kami telah melihat banyak hari hangat di bulan Maret,” kata pejabat itu, memberi isyarat ada “perubahan iklim mungkin juga berperan.”
Mekarnya strain somei-yoshino yang ada di mana-mana, yang menyumbang lebih dari 90 persen pohon sakura yang ditanam di Jepang, hanya berlangsung sekitar satu minggu dan cenderung muncul secara bersamaan di suatu wilayah karena pohon tersebut merupakan klon dari satu spesimen.
“Selamat atas mekarnya,” teriak seorang penonton setelah pengumuman resmi, diiringi tepuk tangan meriah.























