Garut – Fusilatnews – 9 warga sipi dan 4 anggota militerĀ jadi korban dalam. Ledakan amunisi kadaluarsa di Garut Jawa Barat. Markas Besar TNI AD menggelar penyelidikan atas kasus ini.
Diketahui, sembilan warga sipil turut menjadi korban meninggal dari insiden ledakan saat proses pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat.
Sementara masih dalam penyelidikan, mohon waktu,” kata Wahyu dikutip dari Antaranews, Selasa (13/5/2025). Oleh karena itu, Wahyu mengaku, belum bisa menjelaskan secara rinci apa peran warga sipil saat proses pemusnahan amunisi tersebut.
Namun, Wahyu mengungkapkan bahwa TNI AD akan bertanggung jawan penuh terkait korban dalam insiden ledakan tersebut.
Pada kesempatan ini saya menyampaikan bahwa TNI Angkatan Darat bertanggung jawab secara penuh untuk membantu semua proses penanganan dan pemakaman para korban. Baik yang berasal dari jajaran TNI Angkatan Darat maupun yang berasal dari masyarakat sekitar,ā ujarnya.
Saya sebagai keluarga tak terima kalau adik saya disebut pemulung besi saat kejadian ledakan. Adik saya itu sudah 10 tahun kerja ke TNI bantu pemusnahan amunisi.
Bukan hanya di Garut saja, tapi Yogyakarta dan daerah lain, dia selalu dipanggil,” kata Agus di Kamar Mayat RSUD Pameumpeuk, Garut, Selasa.
Agus pun mengutarakan kebenaran itu saat berbincang dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang datang menjenguk keluarga korban di RSUD Pameumpeuk, Garut.
Kronologi Kejadian Sebelumnya, Brigjen Wahyu Yudhayana mengungkapkan bahwa ledakan amunisi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, terjadi di salah satu lubang amunisi afkir atau tidak layak pakai.
Dia menjelaskan bahwa jajaran Gudang Pusat Amunisi dan Pusat Peralatan TNI AD telah melakukan pengecekan prosedur dan lokasi pada Senin pukul 09.30 WIB.
“Pada awal kegiatan secara prosedur telah dilaksanakan pengecekan terhadap personel maupun yang berkaitan dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan aman,” ujar Wahyu dalam konferensi persnya, Senin.
Kemudian, tim penyusun amunisi dari TNI AD melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur yang disiapkan sebelumnya
Setelah itu, tim penyusun amunisi ke pos masing-masing untuk melaksanakan pengamanan. Peledakan amunisi afkir di dua lubang sumur tersebut pun berhasil dilakukan.
Peledakan di dua sumur ini berjalan dengan sempurna dalam kondisi aman,” kata Wahyu.
Namun, terdapat satu lubang sumur lain yang peruntukannya untuk menghancurkan detonator. Termasuk sisa detonator yang ada berkaitan dengan amunisi tidak layak pakai tersebut.
Kolonel Cpl. Antonius Hermawan, Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Mayor Cpl Anda Rohanda, Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD Kopda Eri Triambodo, anggota gudang pusat amunisi 3 Gudang Pusat Peralatan TNI AD Pratu Aprio Seriawan, anggota gudang pusat amunisi 3 Gudang Pusat Peralatan TNI AD
Agus bin Kasmin, masyarakat sipil Ipan bin Obur, masyarakat sipil Anwar, masyarakat sipil Iyus bin Inon, masyarakat sipil Iyus Rizal bin Saepuloh, masyarakat sipil Totok, masyarakat sipil Dadang, masyarakat sipil Rustiawan, masyarakat sipil Endang, masyarakat sipil. TNI AD pun menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam terhadap korban dalam kejadian ledakan amunisi yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut itu.
Tentunya mewakili TNI Angkatan Darat saya awali penjelasan ini dengan ungkapan duka cita yang mendalam bagi para korban. Baik yang berasal dari TNI Angkatan Darat maupun masyarakat sipil,” kata Wahyu. Wahyu juga memastikan bahwa pihaknya akan menginvestigasi kasus ledakan ini untuk mengungkap penyebab utama meledaknya detonator tersebut.






















