• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Lembaga Survei dan Mitigasi Polarisasi Pilpres 2024

fusilat by fusilat
January 3, 2023
in Feature
0
Lembaga Survei dan Mitigasi Polarisasi Pilpres 2024

Sebuah presentasi hasil survei capres 2024 pilihan publik (Foto ilustrasi: dok. Point Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Saparuddin Santa

Jakarta –
Istilah mitigasi umumnya digunakan untuk mengantisipasi sebuah dampak yang berisiko tinggi dari sebuah kejadian alam berupa bencana. Dalam terminologi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitigasi diartikan sebagai tindakan mengurangi dampak bencana.. Bahwa untuk mengantisipasi munculnya korban yang lebih banyak dari sebuah kejadian alam, perlu dibuat sebuah perangkat sistem dan aturan yang bisa meminimalisir korban.

Dalam upaya mitigasi kebencanaan juga biasa dibuat semacam early warning system. Lalu bagaimana dalam konteks politik? Mungkinkah istilah ataupun agenda mitigasi ini menjadi sebuah gerakan terstruktur dan sistematis yang dilakukan semua pihak? Tentu ini menjadi tanggung jawab seluruh stakeholder di masyarakat. Yang paling bertanggung jawab adalah pemerintah dan penyelenggara politik, atau dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawasu).

Tetapi ada satu subsistem yang, sesungguhnya, bisa mengambil peran yang sangat signifikan dalam upaya mitigasi ini, terutama memitigasi membesarnya polarisasi menjelang dan pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Subsistem itu adalah lembaga survei atau atau biasa juga disebut lembaga konsultan politik.

Seperti kita tahu, polarisasi ini menjadi sebuah problem sosial baru di tengah masyarakat kita; setidaknya hal itu baru secara masif muncul dalam tiga tahun belakangan. Fakta bahwa perdebatan siapa pemilik kebenaran dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, khususnya di ruang ruang media sosial, masih dipertontonkan secara terbuka. Istilah cebong dan kampret, diprediksi banyak orang, masih akan berlangsung sengit hingga batas waktu yang tidak jelas kapan akan berakhir.

Semua bermula dari Pilpres 2019, yang melahirkan dua kutub “pemuja” yang saling mengklaim diri sebagai pemilik kebenaran politik di negeri ini. Bahkan, hingga kutub yang capresnya kalah pun sudah bergabung dengan kutub pemenang, aroma ketidakpuasan dan bahkan perasaan kebencian masih menjadi bencana (baca: masalah serius) yang mengancam kehidupan damai dalam berbangsa dan bernegara.

Hingga saat ini belum ada satu pun formula dan langkah kongkret yang dilakukan para pemangku kepentingan, baik itu presiden, lembaga legislatif atau DPR, maupun penyelenggara pemilu, dalam mengatasi masalah polarisasi ini, atau paling tidak ada upaya serius memitigasi. Padahal, sebuah negara akan maju lebih cepat jika rakyatnya bersatu padu membangun bangsa, dalam stabilitas dan semangat membangun bersama.

Dalam konteks ini apa yang bisa dilakukan lembaga survei? Sebagaimana kita tahu bahwa lembaga survei bagi beberapa partai politik dan calon presiden masih menjadi satu-satunya alat ukur ilmiah dalam memajukan calon. Diakui atau tidak, para elite dan politisi, bahkan mungkin para pengusaha yang akan “berkontribusi” pada pemenangan salah kandidat capres, akan melihat tren publik dan hasil survei, sebelum mengambil sikap dukungan.

Di sinilah titik istimewanya lembaga survei di Indonesia di mata para elite, khususnya pemutus kebijakan di level partai politik. Mereka, para ketua umum partai, pasti akan mengusung calon-calon presiden yang secara elektabilitas berpeluang besar untuk menang. Alat ukur utamanya tentu hasil polling atau hasil survei. Lalu apa kaitannya dengan mitigasi polarisasi? Semestinya para pemilik lembaga survei ataupun “pemesan” survei menjadikan polarisasi ini sebagai sebuah isu yang utama untuk diselesaikan. Ini menjadi tanggung jawab moral kedua belah pihak, yaitu pihak yang memesan survei dan pihak yang melakukan survei.

Instrumen ataupun isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan dan bahkan berakibat pada antipati pada calon presiden yang akan terpilih pada 2024 harus dijadikan diskursus mendalam dan dijadikan bagian dari gagasan dalam “mencapreskan” figur yang akan diusung partai politik. Dan, sudah waktunya lembaga-lembaga survei mengambil peran signifikan dalam menyatukan dua kubu ataupun dua kutub perbedaan tajam yang akan mengancam stabilitas dan kedamaian.

Mengapa tidak membuat survei yang melahirkan gagasan politik masa depan Indonesia? Dan, bukan bukan hanya sekadar memunculkan figur ataupun partai dengan elektabilitas tertinggi. Sudah saatnya lembaga survei menunjukkan tanggung jawab moralnya bagi bangsa dan negaranya, yaitu berkontribusi nyata melahirkan satu gagasan politik ideal. Setelah melahirkan satu gagasan politik, lembaga-lembaga survei ini lalu duduk bersama dengan para pemangku kepentingan (pemerintah, KPU, dan Bawaslu) untuk menyusun satu model “pertarungan politik yang sehat” bagi para kontestan 2024 –bukan hanya sekadar melayani permintaan calon-calon tertentu ataupun partai-partai tertentu.

Bilakah ada lembaga survei yang berani membuat polling ataupun survei terkait gagasan politik masa depan yang bisa mempersatukan dua kutub polarisasi? Mari kita dukung penuh mereka yang mau melakukan itu, untuk melahirkan role model pemilu dan kontestasi demokrasi yang sehat dan berkualitas demi masa depan Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

Saparuddin Santa founder Visi Indonesia Consulting

Dikutip detik.com, Senin 02 Januari 2022

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

What Will Happen When Jokowi left : Controversial Omnibus Law Signed

Next Post

Harga Beras Murah Vs Mahal

fusilat

fusilat

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
500 Ton Beras Bulog “Hilang”, DPR Desak Proses Hukum

Harga Beras Murah Vs Mahal

Kasus Brigadir J dan Babak Baru Penguatan Hak-Hak Korban

Kasus Brigadir J dan Babak Baru Penguatan Hak-Hak Korban

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist