• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Lidah Majelis Tak Bertulang: Mengapa TPUA Sudah Tahu Sengketa KIP Akan Ditolak

Damai Hari Lubis - Mujahid 212 by Damai Hari Lubis - Mujahid 212
December 5, 2025
in Feature
0
Lidah Majelis Tak Bertulang: Mengapa TPUA Sudah Tahu Sengketa KIP Akan Ditolak
Share on FacebookShare on Twitter

Damai Hari Lubis
Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

TPUA tidak terkejut ketika Komisi Informasi Pusat (KIP) menolak permohonan penyelesaian sengketa informasi yang diajukan Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi, pada Rabu, 3 Desember 2025. Sengketa ini melibatkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai pihak termohon, terkait dokumen ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

Ketidakterkejutan itu bukan tanpa alasan. Sebagai pihak yang memahami ilmu Peran Serta Masyarakat dan Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta konstruksi hukum dalam UU Perlindungan Data Pribadi dan UU Keterbukaan Informasi Publik, penulis memahami betul bagaimana yurisdiksi informasi publik terhadap pejabat negara seharusnya menjadi kewenangan KIP. Namun latar belakang politik para komisioner—yang dipilih melalui “jalur kekuasaan” dari pemerintahan Jokowi dan partai-partai pendukungnya—membuat kami sejak awal menilai bahwa garis politik hukum mereka akan berakhir pada satu titik: penolakan.

Di sisi lain, risiko hukum bagi KPU terkait seluruh dokumen persyaratan capres—baik pidana maupun administrasi—terlalu besar jika mereka harus membuka dokumen yang menjadi inti perdebatan publik. Karenanya, penulis sejak awal meyakini KIP tidak akan mengabulkan permohonan sengketa informasi tersebut.

Karena itu pula, sebagai Koordinator Advokat TPUA sekaligus konseptor gugatan pada 2024, penulis memilih jalur lain: menggugat Jokowi melalui PN Jakarta Pusat dengan dalil onrechtmatige overheidsdaad (PMH), terkait dugaan ijazah S-1 palsu. Harapannya sederhana namun substantif: pada tahap pembuktian, hakim memerintahkan pemeriksaan langsung terhadap “benda langka” bernama ijazah asli S-1 Jokowi—dokumen yang bahkan KPU sendiri patut diduga belum pernah melihat bentuk aslinya.

Dalam gugatan itu, TPUA—dipimpin Eggi Sudjana sebagai Ketua Umum, penulis sebagai Koordinator Advokat, serta Arvid Saktyo sebagai Wakil Sekretaris—sesungguhnya tidak bermimpi menang. Meski kami memiliki bukti kuat berupa vonis inkracht PN Surakarta atas kasus Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover, harapan paling realistis adalah adanya pemeriksaan terbuka antara penggugat dan tergugat terhadap ijazah yang dipersoalkan.

Minimal, gugatan tersebut mampu memantik opini publik secara luas, mengingat proses peradilan biasanya memakan waktu 6 hingga 11 bulan sejak pembacaan gugatan hingga vonis. Namun faktanya, gugatan TPUA justru diputus NO sebelum masuk ke tahap pembuktian—dengan pola persidangan yang penuh kejanggalan.

Setelah itu, TPUA melanjutkan upaya hukum dengan melaporkan dugaan ijazah palsu ke Dumas Mabes Polri pada 9 Desember 2024. Laporan itu akhirnya dihentikan dengan alasan bahwa ijazah Jokowi “identik dengan yang asli”. Tidak lama berselang, publik kembali dikejutkan ketika laporan terhadap Jokowi di Polda Metro Jaya pada 30 April 2025 justru berujung pada penetapan delapan tersangka, termasuk Prof. Eggi Sudjana.

Sebelum penetapan tersangka, terjadi peristiwa penting: satu bus anggota TPUA mendatangi UGM dan rumah kediaman Jokowi di Jalan Kutai, Solo, pada 15–16 April 2025, sebagai bentuk investigasi berdasarkan prinsip peran serta masyarakat. Delegasi TPUA—termasuk penulis—bahkan diterima langsung oleh Jokowi.

Dengan rangkaian pengalaman itu, kami sama sekali tidak terkejut saat KIP akhirnya menolak permohonan sengketa informasi. Meski pada tahap pemeriksaan bukti terkesan memojokkan pihak termohon, yakni KPU, belakangan terbukti bahwa lidah majelis memang tak bertulang: permohonan tetap ditolak, dan bahkan majelis pun tidak dapat melihat dokumen KPU terkait persyaratan Jokowi—yang disebut telah dimusnahkan.

Karena itu, ketika Bonatua Silalahi menyatakan dirinya “menang”, penulis sependapat. Kemenangan dimaksud bukan pada amar putusan, melainkan pada dalil posita permohonan yang kini diketahui publik secara luas, termasuk masyarakat internasional. Posita tersebut merepresentasikan tuntutan publik, menyajikan data empiris yang lahir dari temuan masyarakat, dan menegaskan kembali apa yang telah menjadi rahasia umum: dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

MELAWAN NEGARA

Next Post

Sepuluh Tahun Sunyi: Ketika Ratusan Gajah Tumbang dan Hutan Sumatra Kehilangan Penjaganya

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Damai Hari Lubis - Mujahid 212

Related Posts

Feature

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026
Feature

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Next Post
Sepuluh Tahun Sunyi: Ketika Ratusan Gajah Tumbang dan Hutan Sumatra Kehilangan Penjaganya

Sepuluh Tahun Sunyi: Ketika Ratusan Gajah Tumbang dan Hutan Sumatra Kehilangan Penjaganya

Dilempar dari Langit, Dipungut dari Lumpur: Potret Pedih Penyaluran Bantuan di Sumut

Dilempar dari Langit, Dipungut dari Lumpur: Potret Pedih Penyaluran Bantuan di Sumut

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026
Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

Tragedi Bekasi: 14 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KRL, Alarm Keras Keselamatan Transportasi

April 28, 2026
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ketika Iman Jadi Transaksi: Kita Sedang Menawar Tuhan?

April 28, 2026

NEGARA DENGAN DEMOKRASI BOHONG-BOHONGAN

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...