Survei melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Metode tersebut tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas.
Jakarta – Fusilatnews – Elektabilitas calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diklaim berada di urutan pertama dalam survei yang diselenggarakan .Litbang Kompas pada Desember 2023
Berdasarkan survei yang berlangsung 29 November-4 Desember 2023 itu, Prabowo-Gibran diklaim memperoleh elektabilitas 39,3 persen.
“Pasangan Prabowo-Gibran diklaim unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden,” peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan dikutip Harian Kompas, Senin (11/12).
Menurut klaim Bambang, Prabowo-Gibran unggul baik di pemilih perkotaan maupun perdesaan, serta laki-laki dan perempuan.
“Suara untuk Prabowo-Gibran juga lebih tinggi pada hampir semua kelompok pemeluk agama,” tulis Bambang.
Sementara itu, elektabilitas capres-cawapres nomor urut1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar diklaim ada di angka 16,7 persen. Sedangkan nomor buncit pada tingkat elektoral capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang diklaim 15,3 persen.
Survei melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Metode tersebut tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Survei dibiayai sepenuhnya oleh Harian Kompas.
Sementara Survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) bulan Desember 2023 menyimpulkan pasangan nomor urut dua yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengungguli pasangan Anies Bawedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD jelang Pilpres 2024.
Dukungan surveyor terhadap Prabowo-Gibran berada di angka 45,6 persen.
“Pada Desember 2023 ini survei kami menemukan pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran itu tingkat elektabilitasnya atau dukungan masyarakat ada di angka 45,6 persen,” ujar Direktur LSI Djayadi Hanan dalam jumpa pers secara daring, Minggu (10/12).
Sementara itu Djayadi mengatakan pasangan AMIN dan Ganjar-Mahfud terpaut tipis.
“Kemudian disusul oleh Ganjar Pranowo-Mahfud di angka 23,8 persen, hampir sama angkanya dengan nomor urut 1 [pasangan AMIN] yaitu 22,3 persen,” lanjut dia.
Djayadi mengungkapkan dukungan terhadap Prabowo-Gibran dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar cenderung meningkat dibandingkan dengan hasil survei bulan Oktober lalu. Sementara dukungan terhadap Ganjar-Mahfud mengalami penurunan dalam periode yang sama.
“Jadi, yang pada Oktober lalu belum menentukan pilihan banyak berpindah ke Prabowo, dan sebagian kenaikan dari Prabowo berasal dari penurunan suara Ganjar,” ungkap Djayadi.
Dalam kesempatqan sebelumnya,Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani menegaskan hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden semakin mendekati hari Pemilihan presiden semakin tidak masuk akal.
Ismail menyatakan seruan menang satu putaran wajar jika disampaikan oleh kandidat capres-cawapres dengan tujuan memberi dorongan bagi tim kampanye dan pendukung. menjadi masalah ketika ada lembaga survei yang meligitimasi klaim mereka dengan mengorbankan etika dan metodologi survei.
Ismail memaparkan, sedikitnya ada dua tujuan lembaga survei melakukan hal tersebut. “Pertama, berharap bandwagon effect agar pemilih mengikuti langkah mayoritas publik; dan kedua, menyediakan justifikasi akademik-populis atas kemungkinan tindakan tidak jujur dan segala cara untuk memenangi kontestasi,” ujar Ismail.

























