• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home News

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

fusilat by fusilat
July 25, 2026
in News, Tokoh/Figur
0
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – FusilatNews – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sebagian jurnalis, pengamat, dan aktivis LSM sebagai “londo ireng” ternyata belum menjadi isu besar di panggung media internasional. Hingga Sabtu (25/7), belum terlihat kantor berita global seperti Reuters, Associated Press (AP), Agence France-Presse (AFP), BBC, CNN International, Al Jazeera, maupun Nikkei Asia menjadikan kontroversi tersebut sebagai headline.

Yang baru mengangkat isu itu secara luas justru media berbahasa Inggris yang berbasis di Indonesia. The Jakarta Post melaporkan pidato Presiden Prabowo dengan judul “Prabowo calls some journalists, critics ‘londo ireng'”, sementara beberapa media lain menjelaskan makna historis istilah tersebut sebagai sebutan bagi pribumi yang dianggap berpihak kepada pemerintah kolonial Belanda.

Meski belum menjadi perhatian dunia, dampaknya di dalam negeri justru jauh lebih besar.

Istilah “londo ireng” tidak berhenti sebagai pilihan diksi dalam sebuah pidato politik. Ia menjelma menjadi simbol yang memantik reaksi keras dari kalangan jurnalis, organisasi pers, akademisi, dan kelompok masyarakat sipil. Berbagai pihak menilai penggunaan istilah tersebut berpotensi memberi stigma kepada profesi wartawan dan mereka yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Dalam konteks demokrasi, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari mekanisme pengawasan publik. Ketika kritik dibalas dengan pelabelan yang mengandung konotasi historis sebagai “pengkhianat bangsa”, ruang dialog politik berpotensi bergeser menjadi ruang delegitimasi.

Secara politik, istilah “londo ireng” dapat dipahami sebagai retorika yang efektif untuk mengonsolidasikan basis pendukung. Namun, dalam perspektif komunikasi kenegaraan, pilihan kata seorang kepala negara memiliki bobot yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pidato seorang politisi biasa. Setiap ucapan presiden akan dibaca sebagai sikap resmi negara, bukan sekadar ekspresi personal.

Ironisnya, jika dunia internasional belum banyak memberikan perhatian, justru masyarakat Indonesia sendiri yang sedang memperdebatkan makna dan implikasinya. Media sosial dipenuhi diskusi, organisasi jurnalis mengeluarkan kecaman, dan berbagai kalangan mempertanyakan arah hubungan pemerintah dengan pers di era pemerintahan Prabowo.

Dalam istilah komunikasi krisis, kontroversi ini menyerupai bom molotov. Ledakannya mungkin belum terdengar di luar negeri, tetapi nyalanya sudah membakar ruang publik nasional. Api itu bukan berasal dari media asing, melainkan dari perdebatan warga Indonesia sendiri mengenai batas antara kritik terhadap pemerintah dan kebebasan berekspresi.

Apabila kontroversi ini terus berkembang dan diikuti oleh langkah-langkah yang dipersepsikan membatasi ruang pers atau masyarakat sipil, bukan tidak mungkin perhatian media internasional akan datang kemudian. Pengalaman di banyak negara menunjukkan bahwa perhatian global sering kali muncul bukan karena satu kalimat kontroversial, melainkan karena konsekuensi kebijakan yang mengikutinya.

Untuk saat ini, “londo ireng” memang belum benar-benar go internasional. Namun di dalam negeri, istilah itu telah berubah menjadi isu politik yang menyala dan menguji kualitas komunikasi demokrasi Indonesia.

Hingga Sabtu (25/7), kontroversi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut sebagian jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai “londo ireng” belum menjadi pemberitaan utama media-media internasional terkemuka. Belum tampak laporan khusus maupun analisis dari kantor berita global seperti Reuters, Associated Press (AP), Agence France-Presse (AFP), Bloomberg, maupun media penyiaran internasional seperti BBC News, CNN International, Al Jazeera English, Deutsche Welle (DW), France 24, Voice of America (VOA), ABC News Australia, Channel NewsAsia (CNA), dan NHK World-Japan. Demikian pula media cetak dan digital berpengaruh seperti The New York Times, The Washington Post, The Guardian, Financial Times, The Economist, Nikkei Asia, serta South China Morning Post (SCMP) belum menjadikan isu tersebut sebagai sorotan editorial ataupun berita utama.

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

Next Post

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

fusilat

fusilat

Related Posts

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh
Feature

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

July 25, 2026
Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?
Profesi

Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

July 25, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi
Law

Akuntabilitas Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung Tetap Dipertanyakan

July 25, 2026
Next Post
Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

July 25, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

July 25, 2026
Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

July 25, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Akuntabilitas Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung Tetap Dipertanyakan

July 25, 2026
Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

July 25, 2026
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80

AJI dan Organisasi Pers Kecam Pernyataan Prabowo yang Sebut Jurnalis “Londo Ireng”

July 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

July 25, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

July 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist