• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Profesi

Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 25, 2026
in Profesi, Tokoh/Figur
0
Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Advokat adalah profesi yang lahir dari keberanian. Mereka terbiasa berdiri sendiri, berhadapan dengan kekuasaan, membela klien yang mungkin tidak disukai publik, dan mempertahankan pendapatnya di hadapan hakim. Namun, justru karena terbiasa berdiri sendiri, para advokat sering kali kesulitan berjalan bersama.

Fenomena ini berulang kali terlihat dalam berbagai gerakan hukum dan politik di Indonesia. Ketika muncul isu besar yang menyangkut kepentingan bangsa, para advokat berkumpul, menyatakan sikap, bahkan membentuk koalisi. Akan tetapi, tidak lama kemudian, mulai terdengar nada-nada sumbang. Ada yang memilih jalan berbeda, ada yang mengkritik rekannya sendiri, bahkan ada yang saling menyerang di ruang publik.

Padahal, tujuan besarnya sering kali sama: menegakkan konstitusi, mengawal demokrasi, atau mengoreksi penyelenggaraan negara.

Mengapa hal ini terjadi?

Salah satu jawabannya adalah karena advokat adalah profesi yang dibangun di atas argumentasi. Sejak bangku kuliah hingga ruang sidang, mereka dilatih untuk menguji setiap pendapat, membantah setiap kelemahan logika, dan mempertahankan keyakinan mereka dengan seluruh kemampuan intelektual. Kekuatan itu menjadi modal besar ketika menghadapi ketidakadilan. Namun dalam sebuah gerakan bersama, karakter yang sama dapat berubah menjadi kelemahan. Setiap orang merasa strateginya paling tepat, pendekatannya paling efektif, dan penafsirannya terhadap hukum paling benar.

Akibatnya, yang semula berbeda strategi perlahan berubah menjadi berbeda jalan.

Ironisnya, energi yang seharusnya digunakan untuk mengoreksi penyimpangan kekuasaan justru habis untuk mengoreksi sesama rekan seperjuangan.

Dalam dunia hukum, perbedaan pendapat adalah sesuatu yang sehat. Tetapi dalam sebuah gerakan sosial, perbedaan yang tidak dikelola dapat berubah menjadi fragmentasi. Fragmentasi inilah yang paling menguntungkan pihak yang sedang dikritik. Sebab sejarah menunjukkan, sebuah kekuasaan lebih mudah menghadapi sepuluh kelompok kecil daripada satu gerakan besar yang solid.

Perpecahan juga sering lahir karena gerakan lebih bertumpu pada figur daripada institusi. Ketika perjuangan bergantung pada nama besar seseorang, maka ego pribadi mudah bercampur dengan kepentingan bersama. Kritik terhadap strategi sering dipersepsikan sebagai serangan terhadap pribadi. Dari sana, rasa saling percaya mulai terkikis.

Padahal, hukum mengajarkan satu hal yang sangat mendasar: tidak ada satu pun advokat yang memiliki seluruh kebenaran. Dalam setiap perkara selalu ada ruang untuk perbedaan tafsir. Jika di ruang sidang perbedaan itu dihormati sebagai bagian dari proses mencari keadilan, mengapa di luar ruang sidang justru berubah menjadi permusuhan?

Bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan advokat yang cerdas. Yang masih langka adalah kemampuan membangun orkestrasi. Dalam sebuah orkestra, pemain biola tidak harus menjadi pemain piano. Penabuh drum tidak harus memimpin seluruh pertunjukan. Yang dibutuhkan hanyalah kesediaan untuk memainkan peran masing-masing demi menghasilkan harmoni.

Perjuangan menegakkan hukum juga demikian. Tidak semua orang harus berada di barisan terdepan. Tidak semua harus menjadi juru bicara. Ada yang kuat di ruang sidang, ada yang piawai menyusun kajian hukum, ada yang mampu menggerakkan opini publik, dan ada yang menjadi penghubung berbagai elemen masyarakat. Semua memiliki fungsi yang sama pentingnya.

Pepatah Afrika mengatakan, “Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama.”

Kalimat itu sangat relevan bagi para pejuang hukum di Indonesia. Perjuangan melawan ketidakadilan bukanlah lari seratus meter, melainkan maraton yang membutuhkan kesabaran, kedewasaan, dan kerendahan hati.

Musuh terbesar sebuah gerakan sering kali bukan lawan yang berada di luar. Musuh terbesar justru muncul ketika ego mengalahkan tujuan, ketika figur lebih penting daripada cita-cita, dan ketika perbedaan strategi dianggap sebagai alasan untuk saling meniadakan.

Pada akhirnya, sejarah tidak akan bertanya siapa yang paling sering tampil di layar televisi atau paling lantang berbicara di media sosial. Sejarah hanya akan mencatat satu hal: apakah para pembela hukum berhasil meninggalkan warisan persatuan yang memperkuat demokrasi, atau justru mewariskan perpecahan yang melemahkan perjuangan itu sendiri.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Akuntabilitas Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung Tetap Dipertanyakan

Next Post

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI
News

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

July 25, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi
Law

Akuntabilitas Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung Tetap Dipertanyakan

July 25, 2026
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80
Komunitas

AJI dan Organisasi Pers Kecam Pernyataan Prabowo yang Sebut Jurnalis “Londo Ireng”

July 25, 2026
Next Post
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

July 25, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

July 25, 2026
Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

Mengapa Para Advokat Sulit Bersatu?

July 25, 2026
Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, Hendardi: Fadli Zon Jangan Cari Sensasi

Akuntabilitas Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung Tetap Dipertanyakan

July 25, 2026
Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

Kepala BGN Minta Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Joe Sidjabat: Jangan Berhenti Sebagai Slogan

July 25, 2026
Prabowo dan Politik Perdamaian Dunia: Menjawab Amanah Konstitusi di Sidang PBB ke-80

AJI dan Organisasi Pers Kecam Pernyataan Prabowo yang Sebut Jurnalis “Londo Ireng”

July 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

Febrie & Febri: Ketika Jargon Pembela Koruptor adalah Koruptor Runtuh

July 25, 2026
DEKONSTRUKSI SEKURITISASI DEMOKRASI

Londo Ireng Belum Go Internasional, Tetapi Sudah Menjadi Bom Molotov di Dalam Negeri

July 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...