• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Loyalitas Prabowo ke Gerindra Berakhir!

fusilat by fusilat
November 12, 2024
in Feature, Pojok KSP, Politik
0
Loyalitas Prabowo ke Gerindra Berakhir!
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI)

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Jakarta – “My loyalty to my party ends when my loyalty to my country begins.“

Kalimat tersebut diucapkan John F Kennedy, Presiden Amerika Serikat (AS) Periode (1961-1963) yang artinya, “Loyalitasku kepada partai berakhir ketika loyalitasku kepada negara dimulai.”

Jika apa yang diucapkan JFK itu dilaksanakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, niscaya tidak akan terjadi polemik sedemikian rupa terkait indikasi cawe-cawe, ikut campur atau intervensi negara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, terutama di Provinsi Jawa Tengah.

Diketahui, Prabowo mengajak rakyat Jateng untuk memilih calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 2 di Pilkada Jateng 2024, yakni Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, salah satunya Partai Gerindra. Prabowo adalah Ketua Umum Partai Gerindra.

Ahmad Luthfi-Taj Yasin akan berhadapan dengan cagub-cawagub nomor urut 1 yang diusung PDI Perjuangan, yakni Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi.

Ahmad Luthfi adalah bekas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jateng, sedangkan Taj Yasin adalah bekas Wakil Gubernur Jateng.

Adapun Andika Perkasa adalah bekas Panglima TNI, sementara Hendrar Prihadi adalah bekas Walikota Semarang, Jateng, selama dua periode.

Ajakan Prabowo memilih Ahmad Luthfi-Taj Yasin diketahui dari unggahan akun Instagram Ahmad Luthfi, @ahmadluthfi_official, Sabtu (9/11/2024) siang.

Prabowo berdalih, dalam program kerjanya, bekas Komandan Jenderal Kopassus itu bertekad mempercepat pembangunan ekonomi di Indonesia, sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Apalagi Luhfi dan Yasin sudah berpengalaman.

Pihak Istana dan Gerindra kemudian sibuk mencari alasan untuk membela dan melakukan pembenaran terhadap langkah kontroversial Prabowo Subianto.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, misalnya, menjelaskan ajakan itu Prabowo sampaikan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.

Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, katanya, Sabtu (9/11/2024) malam, Prabowo menandatangani rekomendasi untuk calon-calon kepala daerah.

Senada, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, pejabat negara, termasuk Presiden diperbolehkan berkampanye politik sesuai aturan yang berlaku.

Dasco yang juga Wakil Ketua DPR itu, Minggu (10/11/2024), menegaskan dukungan Prabowo kepada pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin pada Pilkada Jateng 2024 sebagai sikap wajar seorang Ketua Umum Partai Gerindra yang merupakan bagian dari koalisi partai pengusung.

Ajakan Prabowo kepada warga Jateng untuk memilih Luthfi-Yasin, kata Dasco, bahkan hal lumrah yang dilakukan para ketua umum partai politik sebagai pengusung.

Dasco kemudian menyebut langkah Prabowo mengampanyekan salah satu calon pada Pilkada 2024 diatur dalam Pasal 58 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam beleid itu, klaimnya, disebutkan bahwa seorang Presiden sebagai pejabat negara boleh berkampanye, dalam artian menyerukan, mengimbau, mengajak memilih salah satu paslon dalam Pilkada, sepanjang dalam status cuti kampanye atau sepanjang kampanyenya dilakukan di hari libur, Sabtu atau Minggu, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2024.

Mengikuti Jejak Jokowi

Katakanlah secara legal-formal tak ada masalah. Tapi bagaimana secara moral?

Pun dari sisi keadilan. Bagaimana bisa seorang kepala negara yang mestinya mengayomi semua kekuatan politik ternyata mendukung salah satu pihak?

Seperti kata JFK, mestinya begitu Prabowo dilantik menjadi Presiden RI, saat itu pula aktivitasnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra berakhir. Statusnya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra pun semestinya secara “de facto” ditanggalkan, meskipun secara “de jure” status itu tetap melekat.

Ini hanya soal moralitas dan kepatutan saja. Bukan soal aturan perundang-undangan yang memang sengaja disusun untuk menguntungkan pemerintah.

Namun jika kita cermati lebih jauh, ternyata apa yang dilakukan Prabowo menjelang Pilkada 2024 itu sekadar mengikuti jejak pendahulunya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu.

Saat itu Jokowi terang-terangan mengaku akan cawe-cawe di Pilpres 2024. Cawe-cawe yang dilakukan wong Solo itu bahkan terlampau jauh.

Ia, misalnya, mengajukan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presidennya Prabowo Subianto.

Untuk itu, Jokowi pun diduga melakukan intervensi terhadap Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat itu diketuai adik iparnya, Anwar Usman terkait Putusan MK No 90 Tahun 2023 yang meloloskan Gibran sebagai cawapres kendati usia Gibran saat itu baru 36 tahun, belum 40 tahun, hanya karena Gibran sedang menjabat Walikota Surakarta, Jateng.

MK mengubah batas usia minimal capres-cawapres dalam Pasal 169 huruf q UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dari semula 40 tahun menjadi boleh kurang dari 40 tahun asalkan pernah atau sedang menjabat kepala daerah.

Jokowi juga diduga mengintervensi KPU sehingga meloloskan Gibran begitu saja tanpa mengubah PKPU yang mengatur syarat usia minimal capres-cawapres. Akibatnya, seluruh komisioner KPU, termasuk ketuanya, Hasyim Asy’ari mendapatkan sanksi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berupa peringatan terakhir.

Belakangan Hasyim Asy’ari dicopot dari jabatan Ketua KPU karena terlibat perbuatan asusila.

Alhasil, seandainya Prabowo melaksanakan apa yang dikatakan JFK, yakni loyalitasku kepada partai berakhir ketika loyalitasku kepada negara dimulai, niscaya tidak akan terjadi polemik berkepanjangan seperti sekarang ini terkait netralitas seorang Presiden atau Kepala Negara dalam Pilkada 2024 yang disinyalir akan merusak demokrasi.

Konsekuensinya, Prabowo hanya menjadi milik Partai Gerindra, belum menjadi milik seluruh rakyat Indonesia. Itulah!

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sampai Pilkada Selesai Wamendagri Setuju Usulan Bansos Dihentikan Sementara

Next Post

Apakah Prabowo Serius Bersekutu dengan Jokowi?

fusilat

fusilat

Related Posts

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?
Feature

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026
Feature

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026
Feature

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Next Post
Di Balik Pertemuan Prabowo-Jokowi di Solo: Upaya Penyelamatan atau Penangkapan Budi Arie?

Apakah Prabowo Serius Bersekutu dengan Jokowi?

Menkominfo : Semua Orang Bisa Jadi Duta Anti-Judi Slot

Budi Arie Panik, Ini Tandanya!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Reshuffle Kabinet “4L”
Birokrasi

Reshuffle Kabinet “4L”

by Karyudi Sutajah Putra
April 27, 2026
0

Jakarta - Untuk kelima kalinya sejak dilantik sebagai Presiden RI pada 21 Oktober 2024, Prabowo Subianto melakukan reshuffle atau perombakan...

Read more
IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

IPW: Aneh, Polres Metro Depok Hanya Tetapkan Satu Tersangka Kasus Pengeroyokan

April 27, 2026
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Dilema MBG: Antara Kedaulatan Dapur Keluarga dan Martabat Profesi Guru

April 28, 2026
Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL dari Belakang

April 28, 2026
Reshuffle Kabinet “4L”

Reshuffle Kabinet “4L”

April 27, 2026
Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

Prabowo Itu Mau Apa? Merampingkan atau Menggemukan Kabinet di Tengah Kinerja yang Dipertanyakan

April 27, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

Tuhan yang Mana Menghendaki Gibran Jadi Wapres?

April 28, 2026

Jangan Memangkas Akar IPTEK: Menilik Ulang Kebijakan Penutupan Prodi Murni

April 28, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...