Jakarta – Fusilatnews – Hasil survey terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survey Indonesia versi Danny JA tentang pertumbuhan pendukung syariat Islam di kalangan partai-partai politik menemukan bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera mempunyai pertumbuhan dalam dukungan syaria Islam.
“Dari seluruh parpol ada dua partai yakni PKS dan PPP yang pemilihnya banyak pro-syariat Islam. Dimana dalam survei terlihat PKS 18 persen dan PPP 14 persen pendukung pro-syariat Islam,” Kata peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA, Ade Mulyana dalam pemaparannya, Selasa (1/1/2022)
Menurut Ade Mulyana dari keseluruhan responden 12,5 persen pemilih yang pro-syariat Islam. Sedangkan 77,8 persen responden yang tidak setuju dengan pro-syariat Islam.
Meski kecil tapi jelas pendukung syariat Islam mengalami pertumbuhan. karena angka 12,5 persen itu lebih tinggi dari angka pertumbuhan hasil survey tahun 2012 dan 2017 lalu. Karena telah terjadi kenaikan, pada 2012 hanya ada 5,6 persen dan 2017 naik ke 9,3 persen yang pro-syariat Islam.
Dalam penjelasannya Ade Berpendapat bahwa pertumbuhan pendukung pro-syariat Islam pada 2022 menjadi 12,5 persen tidak membahayakan. Karena di negara demokrasi sebesar Indonesia pasti ada yang menginginkan adanya satu bentuk pemerintahan negara Islam Tapi perlu dicermati.
Berdasarkan tingkat pendidikan mereka yang disurvey, LSI Denny JA menemukan, semakin rendah pendidikan, maka semakin tinggi suara pro-syariat Islam. Semakin rendah pendapatan, terlihat semakin pro-syariat Islam. Kelompok miskin kota pendukung pro-syariat Islam lebih besar dari pada Kelompok miskin di kawasan pedesaan
“Dimana 17,8 persen mereka yang di kota lebih pro-syariat Islam, sementara di desa 10,4 persen,” Kata Ade.
“Kesimpulannya terjadi peningkatan-peningkatan masyarakat yang inginkan mendirikan Negara Islam, nah ini yang menjadi warning bagi kita semua. Semoga nanti pada saat kontestasi atau pemilu dan pilpres, komoditas isu-isu agama seperti ini tidak diangkat seperti tahun-tahun sebelumnya,” Kata Ade.
Survei yang diselenggarakan Lembaga Survei Indonesia (LSI) versi Denny JA, Ade Mulyana melibatkan 1200 responden dengan tekhnik pengumpulan data, wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error 2,9 persen dan waktu pengumpulan data dari 11 September 2022 hingga 20 September 2022.
























