• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Luhut dan Narasi Kambing Hitam Global: Ulang Tahun Retorika Tanpa Solusi

Ali Syarief by Ali Syarief
August 2, 2025
in Economy, Feature, Tokoh/Figur
0
Tak Suka Operasi Tangkap Tangan KPK, Luhut Tawarkan Solusi Alternatf
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Sudah lebih dari satu dekade Luhut Binsar Pandjaitan tampil sebagai aktor utama dalam panggung kekuasaan Indonesia. Sejak era Presiden Joko Widodo hingga kini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Luhut tetap menjadi juru bicara informal yang senantiasa tampil dengan narasi seragam: “Dunia sedang tidak baik-baik saja.” Kalimat ini bukan sekadar pengantar situasi global, tapi lebih menyerupai perisai retoris untuk membentengi kegagalan domestik yang tak kunjung tertangani.

Narasi ini kembali dipertontonkan secara resmi dalam siaran Sekretariat Kabinet pada 31 Juli 2025, usai rapat Presiden Prabowo bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Hambalang. Tak tanggung-tanggung, ketidakpastian global disebut sebagai yang “tertinggi dalam sejarah,” seolah ingin menyampaikan pesan bahwa situasi sulit di dalam negeri bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan konsekuensi dari dunia yang sedang kacau.

Luhut, yang sudah terbiasa memainkan peran sebagai “pemadam kebakaran wacana,” tak ubahnya seperti dirigen lama dengan lagu lama. Di era Jokowi, ia sering menenangkan publik soal defisit anggaran, harga BBM, bahkan kasus lingkungan, dengan frasa pamungkas: “situasi global sedang berat.” Kini, di era Prabowo, nada yang sama kembali terdengar. Padahal, rakyat tidak sedang mendengarkan seminar geopolitik. Mereka ingin tahu, apa solusinya?

Apa langkah konkret pemerintah untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional? Apa strategi penangkalnya? Bagaimana arah kebijakan fiskal di dalam APBN? Sejauh mana sektor-sektor riil diberi insentif, bukan sekadar dilaporkan “masih solid” tanpa angka? Klaim tentang keberhasilan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat untuk mendorong sektor padat karya, misalnya, bagus untuk headline. Tapi pertanyaannya: berapa banyak tenaga kerja yang diserap? Di sektor apa? Kapan dampaknya terasa?

Begitu juga dengan deregulasi yang terus diulang-ulang. Sejak era Jokowi, deregulasi menjadi mantra pembangunan. Tapi nyatanya, banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang tetap terjebak dalam birokrasi rumit, izin berlapis, dan tekanan dari korporasi besar yang justru makin dimudahkan.

Bila Luhut dan para penyusun narasi ekonomi nasional hanya menyampaikan bahwa dunia sedang tidak pasti, maka itu sama saja dengan menyajikan hujan tanpa payung. Rakyat Indonesia tidak butuh informasi bahwa badai sedang datang — mereka butuh pelindung, arah, dan kepastian bahwa pemerintah tahu apa yang sedang dilakukan.

Jika sejak era Jokowi hingga kini narasi yang dibawa hanya menyalahkan eksternalitas global, maka ini bukan lagi bentuk kehati-hatian, melainkan bentuk kelalaian dalam menyediakan solusi konkret. Sudah waktunya Luhut dan para elit ekonomi berhenti menjadikan dunia sebagai kambing hitam, dan mulai memperlihatkan peta jalan yang berpihak pada rakyat.

Kita tahu dunia tidak baik-baik saja, tapi justru karena itulah rakyat ingin tahu: apakah pemerintah kita baik-baik saja dalam mengelola situasi ini?

 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Abolisi & Amnesti dari Prabowo: Awal Reformasi Hukum atau Sekadar Simbolik?

Next Post

Menggali Makna Kehidupan Lewat Drama “Boku no Ita Jikan”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup
Economy

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar
Feature

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip
Feature

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Next Post
Menggali Makna Kehidupan Lewat Drama “Boku no Ita Jikan”

Menggali Makna Kehidupan Lewat Drama "Boku no Ita Jikan"

Jokowi-Aguan Punya Hidden Agenda dalam PSN PIK 2 untuk Kuasai Aset Negara Secara Ilegal

Petrus Selestinus SH: Amnesti dan Abolisi Hasto dan Tom Lembong dari Prabowo adalah Cuci Piring Kotor yang Ditinggalkan Jokowi

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026
Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

Rakyat Didenda, Aparat Korupsi Dimanja: Ketika Keadilan Kehilangan Makna

April 25, 2026
Kacau Komunikasi Dua Menteri, APBN Jadi Korban Ketidaktertiban Birokrasi

Negara Katanya Sehat, Tapi Mengapa Terlihat Sesak Napas?

April 25, 2026
Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

Sahroni Desak Hukuman Berat untuk Syekh Ahmad Al Misry jika Terbukti Lecehkan Santri

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist