FusilatNews- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku heran atas isu komunis yang selalu diembuskan di kalangan masyarakat, yang disebut pemerintah pro komunis. Padahal, menurut Luhut, pemerintah hanya berhubungan dengan pihak tertentu dalam konteks perdagangan.
Pernyataan itu dilontarkan Luhut pada rekannya yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada Silaturahmi Nasional PPAD di Sentul, Bogor, Jumat (5/8).
“Saya suka bicara sama Pak Prabowo, ‘Wo, ini gimana kok komunis, komunis mana? Kita bingung,’,” kata Luhut dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (5/8).
Luhut mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dengan China hanya sebatas kerja sama perdagangan. Menurutnya, kerja sama dibangun dengan China karena negara tersebut tidak banyak mengatur. Bukan terkait idiologi
Lebioh lanjut Luhut China bersedia menjual teknologi terbaik. China, selain itu tak sungkan mentransfer teknologi yang mereka kuasai untuk Indonesia.
Luhut lantas menceritakan perjalanannya saat ke Rusia. Dia menyampaikan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bukan dari partai komunis.
“Saya baru tahu kemarin di Rusia rupanya Putin bukan dari Partai Komunis, Pak Try. Dia itu dari Partai United Rusia,” ujarnya.
Luhut menegaskan pemerintah Indonesia tak hanya membuka ruang investasi kepada China. Sejauh ini, pemerintah mulai menjajaki kerja sama dengan investor asal negara barat termasuk Amerika Serikat.
“Saya baru tahu kemarin dari Rusia rupanya Putin bukan dari Partai Komunis, Pak Try. Dia itu dari partai United Rusia, partai komunis itu cuma berapa persen dia sana. Jadi kita jangan dibuat kacau balau dengan informasi-informasi penyesatan yang menurut saya,” ungkap Luhut.


























