Setelah Mahfud MD banyak dikritik oleh, bahkan, rekan-rekan sejawatnya; seperti dicap sebagai Sarjana tukang stemple, berkaitan dengan pernyataannya soal PERPPU no.2/22, juga telah mengundang reaksi keras dan marak menanggapi ucapannya, mungkin diluar control (tanpa sadar), dia mengatakan “saya juga kalau bukan menteri akan sama mengkritik Perppu tsb, karena saya juga akademisi”. Hari kamis, 5/1/23, dalam twitnya, Mahfud secara diametral menyanggah berbagai tuduhan, terutama yang ditulis oleh Rizal Ramli.
Sebagai catatan, Mahfud MD memang rajin membuat twit, di hari-hari kerja. Bisa diduga, sebagai Menko, tentu saja tidak sesibuk menteri-menteri yang ada dibawah koordinasinya.
Bermula dari Twitnya Mahfud MD, seperti ini; “Sorry deh. Rizal Ramli yg duluan mengolok sy dgn kasar tp tanpa data. Hampir tiap hr dia mengolok org lain dgn kasar tp didiamin sj. Yg mau membalik serangan dia, dlm catatan sy, adalah Pak JK dan saya. Sesekali perlu dilawan dgn cara yg setara agar tak menyesatkan orng lain”.
Kalimat yang ditulis juga lucu. Ia tampak seperti terbawa emosi. Logika tidak jalan. Masa iya, “mengolok-olok tanpa data”.
Membalas twitnya @ChoirulAnwar999 :”Pak Mahfud dan Pak RR, mestinya tidak usah saling berkata yang tidak baik, berkolaborasi aja!. Sampai saat ini kalian berdua masih diperlukan negara karena integritas dan sikap Anda.”
Lalu hebohlah sejumlah nitizen, turut mengomentari balasan Twitnya Mahfud MD tersebut.
Hudi Sambodo menulis begini; “RR di dalam maupun di luar kekuasaan tetep kritis Ketika di dalam RR kritisi proyek listrik 35.000 kva dan itu sekarang terbukti benar, akibatnya sekarang rakyat juga yg harus menanggung surplus daya”. Ada juga yang menulis begini; “Umur, angkanya sdh banyak, tp lebih kaya anak kecil yg saling menghujat, apakah itu yg disebut jd iblis pak?”, Susi Emilia. Nitizen berikutnya, Vardia Hidayat, mengungkapkan begini ; “Sbagai pejabat rezim tdk pantas menggunakan bahasa “perlu dilawan” yg pantas adalah perlu di jawab. jawab saja apa yg dinarasikan pak RR. Ribet amat sih”.
Twit ini lebih pedas, ditulis oleh Kyai Mblebes Menunggu JanjiJokowi :” Dengan kata kasarmu kelas Mbah Mahfud jadi ecek ecek. Tak Layak Sandang Profesor emosinya masih bisa terpancing. Pensiun aja mbah Mahfud. Nikmati Hidup. Kumahacaksia, menulis ini ;” Sesepuh tokoh negara masa kek anak kecil,apa ini tanda tanda mau pikun ya kelakuan dan tingkah laku kek anak kecil. Dari Mata Rakyat Jelata ; “Kadang rasa saya perlu diungkapkan dgn Cara yang dianggapkurang santun dgn Tujuan mengingatkan dan menyadarkan..Kalau usah kelewat batas!!! Kalau kebabasan Sahabat juga berdosa, RR adalah sahabat yang baik”, tulisnya. Bedan dengan mas SOB, ia tulis : “Ya gugat aja Rizal Ramli, daripada anda ngomel di medsos. Mending ketemu di pengadilan. Berani pak ?”
Sementara Kang Ence begini : “Sebaiknya kembali ke substansi saja. Benar kan dulu bapak pernah bilang bahwa malaikat masuk sistem kita jadi iblis. Dan sekarang sistem kita masih sama dengan kondisi waktu bapak bilang begitu. Ayo buktikan bapak tidak termasuk malaikat yang masuk sistem”. Dan Deslini pegiat medsos yang aktif menulisnya begini : “Mahfud MD.. Kritik pak Rizal Ramli itu Sy Nilai Adlh Smcam Kewajiban Bliau untk Tegakkn Amar Ma’ruf Nahi Munkar Jgn Dianggap itu Olokan yg kasar atau Serangan? Anda Seorg Intelektual psti Paham Kwajibn seorg Hamba yg Melekat pd Diri Tiap Manusia Muslimkn Yaitu Bicara Kebenaran!”.
“Sy tiap hari baca statement para menteri dari USA, Europa dan Jepang, baru kali ini baca twit model begini, yg ditulis oleh menko. Tdk ada manfaatnya bagi yg membaca. Sia sia rakyat membayar pajak. This is humiliating yourself Sir. What a shame”, tulis Ali Syarief
























