Depok-Fusilatnews – Mamik, seorang ahli pertama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kota Depok, hadir di tengah-tengah Muslimah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Depok pada Selasa (12/3/2024). Dalam acara bertema “Rumah Cerdas Pangan” yang berlangsung di Masjid Al Huda, Gema Insani Press, Jalan Juanda, Depok, Mamik berbagi pengetahuan seputar budidaya tanaman apotek hidup di pekarangan rumah.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Hj. Dr. Dona Fitria, SE, selaku Ketua Muslimah DDII Depok, untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kecil di rumah secara optimal. “Dengan budidaya tanaman ini, kita bisa mewujudkan masyarakat yang hemat, sehat, dan mandiri pangan,” kata Dona.
Tips Budidaya Tanaman dari Mamik
Mamik, yang juga bercita-cita menjadi guru pertanian, menyampaikan bahwa budidaya tanaman apotek hidup sangat mudah, murah, dan bermanfaat. Beberapa tips yang ia bagikan:
- Pemupukan Alami: Gunakan pupuk alami, baik basah maupun kering, untuk menunjang kesuburan tanaman tanpa mencemari lingkungan.
- Jarak Tanam: Menanam dengan jarak yang teratur akan menghasilkan pohon yang lebih sehat dan buah yang lebih besar.
- Pengelolaan Sampah: Sampah organik bisa dimanfaatkan sebagai pupuk kompos, sementara sampah anorganik dapat dikelola untuk mendatangkan keuntungan, seperti yang dilakukan para pemulung di Depok.
“Jangan remehkan pengelolaan sampah, karena meskipun terlihat kecil, manfaatnya besar, baik secara lingkungan maupun ekonomi,” ujar Mamik.
Sambutan Ketua Muslimah DDII Depok
Dalam sambutannya, Dona mengungkapkan harapan agar gerakan Rumah Cerdas Pangan mampu menciptakan masyarakat yang mandiri dan berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap fluktuasi harga pangan, seperti harga cabai yang naik dari Rp10.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
“Kita harus mulai dari diri sendiri, menciptakan keluarga bermutu yang mandiri dalam pangan. Ini adalah bentuk jihad kita untuk bangsa,” tegasnya.
Gangguan Teknis Tak Menghalangi Semangat
Meskipun acara sempat terganggu oleh mikrofon yang mati, hal ini tidak menyurutkan antusiasme peserta. Hadir dalam acara ini beberapa tokoh, termasuk Hj. Rofianti, Yerita dari Aspirasi Indonesia, Qoriah Samarah F., MC Anisa Faizah, dan Ketua DDII Depok Hasan Basri yang menutup acara dengan doa.
Acara ini menjadi langkah kecil yang diharapkan membawa perubahan besar bagi komunitas Muslimah di Depok, menjadikan mereka pelopor dalam menciptakan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

























