• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Manajemen Waktu: Ketika Hidup Tidak Lagi Sekadar Pembagian Waktu, Tapi Dimaknai Arah Hidup

fusilat by fusilat
April 19, 2026
in Feature, Spiritual
0
Share on FacebookShare on Twitter

By Paman BED

Ada kalimat populer dari Barat yang ingin menunjukkan bahwa waktu itu berharga: time is money. Dan memang, uang itu berharga.
Namun kedudukan uang, pada akhirnya, hanyalah komponen penunjang—nilainya menjadi relatif, tergantung situasi dan kondisi.

Di sisi lain, Surah Al-Asr tidak berbicara tentang nilai tukar, tetapi tentang nasib manusia:
“Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, dan saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.”

Di titik ini, waktu tidak lagi sekadar “berharga”.
Waktu adalah penentu selamat atau tidaknya seseorang.
Artinya, waktu bukan uang.
Waktu adalah ibadah.

Ada satu analogi sederhana yang sering kita dengar, tetapi jarang benar-benar kita renungkan.
Bahwa perut manusia sebaiknya diisi dengan keseimbangan: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Sebuah prinsip dari hadits Rasulullah ﷺ yang, jika ditarik lebih dalam, sebenarnya bukan sekadar bicara soal makan, tetapi tentang kesadaran dalam mengelola ruang hidup.

Seorang profesional kemudian memetaforakan prinsip itu ke dalam manajemen waktu:
sepertiga untuk ibadah (hablum minallah),
sepertiga untuk bekerja dan berinteraksi (hablum minannas),
dan sepertiga untuk istirahat.
Di atas kertas, itu tampak ideal.
Tetapi hidup tidak pernah benar-benar berjalan dalam tabel.
Masalahnya bukan pada pembagian.
Masalahnya selalu pada pemaknaan.

Suatu hari, seorang eksekutif duduk di dalam mobilnya, mesin menyala, tetapi ia tidak segera berangkat.
Agenda hari itu penuh. Target kuartal hampir tercapai. Tim berjalan baik.
Semua tampak “on track”.
Namun entah mengapa, ia merasa seperti sedang berlari… tanpa tahu ke mana.
Tidak ada yang salah secara angka.
Tetapi ada yang kosong secara makna.
Ia tidak kekurangan waktu.
Ia kehilangan arah.

Dan mungkin, tanpa kita sadari, itu juga yang diam-diam terjadi pada banyak dari kita.
Waktu bukan sesuatu yang netral.
Ia adalah cermin.
Ia memantulkan apa yang ada di dalam diri kita.
Seseorang bisa memiliki waktu ibadah, tetapi hatinya tidak hadir.
Seseorang bisa bekerja sepanjang hari, tetapi jiwanya kosong.
Seseorang bisa tidur cukup, tetapi bangun tanpa energi makna.
Di titik ini, pembagian waktu kehilangan arti.
Karena yang menentukan bukan berapa lama kita menjalani sesuatu,
tetapi untuk siapa waktu itu kita jalani.

Di dalam doa iftitah, kita membaca:
“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah…”
Kalimat itu bukan sekadar bacaan.
Ia adalah arah.
Tidak ada satu detik pun yang benar-benar netral.
Semua sedang bergerak—mendekat atau menjauh.

Seorang profesional, pada akhirnya, tidak lagi sibuk sekadar mengisi waktu—ia sibuk memaknai waktu sebagai ibadah.
Bisnis yang dijalankannya tidak berdiri sendiri sebagai mesin profit, tetapi terikat dalam kesadaran yang lebih dalam: bahwa setiap proses harus selaras dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.
Ia tidak hanya berbicara tentang efisiensi, tetapi tentang keberkahan.
Tidak hanya mengejar output, tetapi memastikan outcome—bahwa apa yang dihasilkan memberi dampak nyata bagi kehidupan.
Keuntungan tidak lagi menjadi tujuan tunggal.
Ia menjadi bagian dari jalan.
Karena di balik setiap angka, ada tanggung jawab sosial.
Di balik setiap pertumbuhan, ada amanah untuk menghadirkan kemaslahatan.
Maka bisnis tidak lagi murni profit-oriented,
melainkan menjadi ruang lahirnya multiplier effect—yang menyejahterakan, menguatkan, dan memberi manfaat lebih luas bagi umat.
Dan di titik itu, niat dan amal tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Keduanya menyatu—menjadi arah hidup yang utuh.

Waktu Malam
Namun makna waktu tidak hanya diuji di siang hari—ia justru dibentuk di malam hari.
Ada satu bagian dari waktu yang sering hilang dari perhatian kita.
Bukan karena tidak penting, tetapi justru karena terlalu sunyi.
Malam.
Dalam Surah Al-Muzzammil ayat 1–10, Allah tidak memulai pembentukan Rasulullah ﷺ dari hiruk-pikuk siang. Tidak dari strategi sosial. Tidak dari panggung publik.
Tetapi dari malam.
“Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit…”
“Sesungguhnya bangun di malam hari lebih kuat (pengaruhnya)…”
Malam adalah ruang tanpa distraksi.
Tanpa audiens.
Tanpa validasi.
Di situlah seseorang bertemu dirinya sendiri—dan, jika ia jujur, bertemu dengan Tuhannya.
Dan ketika siang datang, Allah mengingatkan:
“Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk…”
Siang adalah arena.
Malam adalah ruang pembentukan.
Sering kali kita sibuk memperbaiki siang,
tetapi lupa membangun malam.
Tujuan hidup sebenarnya sudah dijelaskan dengan sangat sederhana dalam Surah Adh-Dhariyat:
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
Di titik ini, semua menjadi jelas.
Bahwa hidup bukan sekadar perjalanan panjang tanpa arah.
Ia adalah perjalanan yang sangat terarah.
Dan waktu adalah jalannya.
Jika hidup ini diwarnai, maka ia tidak lagi hitam-putih.
Ia menjadi hijau—warna yang dalam Surah Ar-Rahman digambarkan sebagai lanskap kenikmatan dan keteduhan.
Tetapi warna itu tidak muncul dengan sendirinya.
Ia adalah hasil dari cara kita mengisi waktu.
Apakah waktu kita hanya habis,
atau benar-benar hidup?
Karena hidup, pada akhirnya, bukan tentang berapa lama kita berjalan.
Tetapi ke mana kita menuju.
Waktu bukan untuk dikelola semata. Ia untuk dipertanggungjawabkan
Dan pada akhirnya, bukan jadwal kita yang akan ditanya.
Tetapi arah hidup kita.
Apakah ia pernah benar-benar menuju Allah,
atau hanya berputar di sekitar dunia.

Penutup
Istiqomah dalam beriman dan bertakwa menjadi kunci husnul khatimah.
Ia bukan sesuatu yang statis, bukan pula sekadar doa yang diucapkan berulang.
Ia adalah gerak.
Ia adalah pilihan yang diperbarui setiap hari.

Sebagaimana doa iftitah dalam shalat kita—yang tidak berhenti sebagai kalimat, tetapi menuntut pembuktian dalam amal.
Karena pada akhirnya,
waktu tidak pernah benar-benar pergi.
Ia hanya berubah bentuk—
menjadi saksi.

Referensi
* Al-Qur’an, Surah Al-Asr
* Al-Qur’an, Surah Al-Muzzammil ayat 1–10
* Al-Qur’an, Surah Adh-Dhariyat
* Al-Qur’an, Surah Ar-Rahman
* Hadits Rasulullah ﷺ tentang pembagian perut (HR. Tirmidzi No. 2380; Ibnu Majah No. 3349)
* Hadits doa iftitah (HR. Muslim No. 771)

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menguji Klaim Fahri Hamzah atas Kinerja Ekonomi Prabowo

Next Post

Daftar Lengkap Harga BBM se-Indonesia per 18 April 2026!

fusilat

fusilat

Related Posts

Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?
Feature

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara
Feature

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik
Birokrasi

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Next Post
Pertamax Bakal Naik Jadi Rp16.000 per Liter? Ini Penjelasan Pertamina

Daftar Lengkap Harga BBM se-Indonesia per 18 April 2026!

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

Ekonomi Lesu: Ketika Mahasiswa Menjadi Indikator Krisis yang Diabaikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Feature

Pancasila: Lahir untuk Mati!

by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Baru pada 2016 lalu Bung Karno mendapat...

Read more
Evakuasi 380 WNI dari Iran Akan Lewat Jalur Darat, Pemerintah: Wilayah Udara Tidak Bisa Dilewati

Indonesia Kutuk Israel: Mengapa Kak Sugiono Kebakaran Jenggot?

May 25, 2026
Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

Tangsel Ngotot Bangun PSEL Sendiri Tanpa Aglomerasi, Proyek Terancam Gagal

May 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026
Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

Jokowi Turun Gunung: Ambisi Kekuasaan dan Bayang-Bayang Jeruji Penjara

June 3, 2026
Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

Nanik dan Tantangan Membangun Kembali Kepercayaan Publik

June 3, 2026
Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

Mengapa Jokowi Tak Diundang Prabowo?

June 3, 2026
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Naniek Deyang Penggantinya

June 3, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

Ratna Sarumpaet Soroti Rekam Jejak Nanik Daeng Usai Ditunjuk Jadi Kepala BGN Baru

June 3, 2026
Siapa Pengganti Menpan RB, Nama Yg Dikantong Jokowi atau  Megawati?

Semua Parpol Akan Menjadi Lawan Jokowi

June 3, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...