Mas Wowo, tenang dulu, bro! Belum ada lima bulan loh berkuasa, tapi gayanya sudah kayak sheriff di kota koboi. Petantang-petenteng, teriak-teriak ke sana kemari, seolah-olah semua persoalan negeri ini harus dibereskan dalam sekejap. Wo pikir ini film action? Slow down, my friend.
Coba kita pakai logika sederhana. APBN 2025 itu baru berjalan satu bulan setengah. Itu artinya duit buat proyek-proyek baru juga belum cair. Kalau duit belum cair, ya proyek belum bisa jalan. Kalau proyek belum jalan, terus hasil kerjaannya mau dilihat di mana? Masak Wo mau pamer prestasi yang bahkan belum ada wujudnya? Hadeh, ini kayak anak sekolah baru masuk kelas sebulan terus minta raport nilai A+.
Mungkin Mas Wowo kurang ngopi. Soalnya, kalau sudah ngopi biasanya lebih tenang, nggak gampang teriak-teriak. Ingat, jadi pemimpin itu bukan soal siapa yang paling keras ngomong, tapi siapa yang paling tenang dan cerdas bikin solusi. Kalau tiap ada masalah dikit langsung heboh, ya lama-lama rakyat malah bingung, “Ini presiden apa tukang provokasi?”
Jangan kayak cowboy, Mas. Cowboy itu sukanya masuk kota, bikin onar, terus pergi gitu aja. Jangan-jangan Mas Wowo nanti cuma bakal jadi presiden cowboy—banyak gaya, banyak suara, tapi hasilnya nihil. Padahal, rakyat ini butuh presiden yang kerja, bukan yang sekadar teriak-teriak di podium.
Jadi, saran aja nih, Mas Wowo: tarik napas dalam-dalam, minum teh hangat, terus mulai kerja dengan kepala dingin. Biar nanti kalau sudah beneran ada hasilnya, Wo nggak perlu teriak-teriak lagi. Rakyat yang bakal melihat sendiri. Kalau sekarang masih sibuk pamer padahal kerjaannya belum kelihatan, ya maaf-maaf aja, yang ada malah diketawain.
Ayo, Mas Wowo, kerja dulu yang bener. Nanti kalau sudah ada hasil, baru boleh pamer. Tapi tetap, jangan seperti cowboy, ya!






















