• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Masih Adakah Pancasila?

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
June 2, 2023
in Feature
0
Indonesia Negeri Para Bedebah
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra

MASIH adakah Pancasila? Pertanyaan bernada menggugat ini menyeruak ketika kemarin bangsa ini memperingati hari lahirnya Pancasila. Bahkan Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2023).

Bila 1 Juni dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila, maka 1 Oktober dikenal sebagai Hari Kesaktian Pancasila setelah coba “dikudeta” oleh mereka yang disebut sebagai Gerakan 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI.

Baik Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 maupun Hari Kesaktian Pencasila 1 Oktober 1965 hingga kini masih menyisakan perdebatan.

Namun perdebatan tentang hari lahir Pancasila dan siapa yang melahirkannya sempat pupus usai Presiden Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. 

Dinyatakan, kata Pancasila pertama kali disebut oleh Soekarno dalam Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945.

Kini, perdebatan tentang Pancasila berlanjut ke eksistensi nilai-nilai praksisnya. Secara praksis, masih adakah Pancasila?

Ya, pertanyaan bernada menggugat ini memang patut dilontarkan. Sebab, Pancasila fenomenanya memang hanya terucap di bibir saja. 

Dalam pidato para pejabat negara, misalnya,  kata Pancasila kerap terucapkan. Bahkan Presiden Jokowi pun menggaungkan semboyan “Pancasila adalah kita”. Artinya, Pancasila diandaikan sudah menyublim dalam jiwa dan mendarah daging dalam setiap diri manusia Indonesia.

Akan tetapi bagaimana faktanya? Ternyata jauh panggang dari api. Terutama sila ke lima,  “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”

Dari sisi ekonomi, misalnya, kekayaan alam Indonesia hanya dikuasai beberapa gelintir orang saja. 

Data menunjukkan, sekitar 1 persen orang kaya di Indonesia menguasai 50 persen aset nasional. Akibatnya, kesenjangan sosial demikian menganga. Di Jakarta, misalnya, di sela-sela deretan gedung pencakar langit terdapat permukiman-permukiman kumuh penduduk.

Di antara begitu banyak warga miskin, banyak pejabat hidup mewah. Bahkan mereka tak sungkan-sungkan memamerkan harta kekayaannya atau “flexing”, istilah yang sedang viral sekarang.

Simak pula transaksi mencurigakan para pegawai Kementerian Keuangan yang mencapai Rp349 triliun atau sepertiga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

Banyak pula pejabat negara yang terlibat korupsi, baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif. 

Kalau mereka berpegang pada sila ke lima, dan juga sila pertama Pancasila, yakni “Ketuhanan Yang Maha Esa”, niscaya hal itu tak akan terjadi.

Ya, korupsi di Indonesia sudah melibatkan Trias Politika plus swasta. Trias Politika terdiri atas eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Di eksekutif, sejak awal era reformasi hingga kini sudah puluhan menteri dipenjara karena korupsi.  Bahkan Menteri Agama yang mengurus akhlak atau moral bangsa ini pun terlibat korupsi. Menag yang terlibat korupsi tak cukup satu, tapi dua, yakni Said Agil Husin Al Munawar dan Suryadharma Ali.

Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Kesehatan yang mengurus raga manusia Indonesia juga terlibat korupsi. Menpora yang terlibat korupsi juga tak cukup satu, tapi dua, yakni Andi Mallarangeng dan Imam Nahrawi. Adapun Menkes yang terlibat korupsi adalah Siti Fadhila Supari.

Begitu pun Menteri Sosial yang mengurus kesejahteraan manusia Indonesia. Mensos yang terlibat korupsi bahkan ada tiga, yakni Bachtiar Chamsyah, Idrus Marham dan Juliari Batubara.

Masih di ranah eksekutif, sejak pemilihan kepala daerah digelar secara langsung tahun 2004 hingga kini sudah sekitar 400 kepala daerah dan wakil kepala daerah terlibat korupsi.

Di ranah legislatif, sejak awal era reformasi hingga kini sudah ratusan anggota DPR RI dan sekitar 3.700 anggota DPRD terlibat korupsi. 

Korupsi di legislatif bahkan menyentuh level tertinggi, yakni Ketua DPR RI (Setya Novanto) dan  Ketua DPD RI (Irman Gusman).

Di ranah yudikatif, sejauh ini sudah puluhan hakim terlibat korupsi. Korupsi di yudikatif juga menyentuh level tertinggi, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan Hakim MK (Patrialis Akbar), serta Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sudradjad Dimyati dan Gazalba Saleh. Dua Sekretaris MA juga tak mau ketinggalan dalam korupsi, yakni Nurhadi Abdurrahman dan Hasan Hasbi.

Lebih parahnya lagi, korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini jumlah kerugian negaranya bukan hanya dalam bilangan miliar melainkan triliunan bahkan ratusan triliun rupiah.

Korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), misalnya, jumlah kerugian negara mencapai Rp138 triliun.

Disusul korupsi penyerobotan lahan di Riau oleh PT Duta Palma Grup milik Surya Darmadi yang merugikan negara hingga Rp78 triliun.

Kemudian korupsi yang melibatkan PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Kepala BP Migas Raden Priyono yang merugikan negara hingga Rp37,8 triliun.

Lalu kasus korupsi PT Asabri yang merugikan negara hingga Rp22,7 triliun, PT Jiwasraya yang merugikan negara hingga Rp16,8 triliun, dan Bank Century yang merugikan negara hingga Rp7 triliun, serta PT Pelindo II yang merugikan negara hingga Rp6 triliun.

Keadilan di ranah hukum juga masih menjadi fatamorgana. Seorang nenek pencuri kakao atau sebatang kayu dihukum penjara, tapi banyak koruptor miliaran rupiah justru divonis bebas. Pedang Dewi Keadilan ternyata tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah. Para penegak hukum pun punya nyanyian favorit “maju tak gentar membela yang bayar”.

Ketidakadilan demi ketidakadilan tersebut menjadikan kita selalu bertanya-tanya: masih adakah Pancasila?

Secara kasat mata mungkin masih ada, tapi sekadar teksnya yang cuma dibaca atau terucap di bibir saja. Tetapi dalam praktiknya, Pancasila telah kehilangan nilai-nilai praksisnya.

Kemarin kita masih bisa memperingati Hari Lahir Pancasila, dan tak lama lagi Hari Kesaktian Pancasila. Esok atau lusa, bila Pancasila telah benar-benar kehilangan nilai-nilai praksisnya, mungkin semua itu akan tinggal kenangan belaka.

Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI).

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Presiden Megawati Melarang-Presiden Jokowi Mengijinkan; “Penambangan Pasir Laut”

Next Post

Perjalanan Elon Musk ke China Memantapkan Bisnisnya – Termasuk Pembicaraan Dengan Wakil Perdana Menteri

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?
Economy

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh
Feature

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026
Feature

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Next Post
PRESIDEN JOKOWI MERENCANAKAN BERTEMU ELON MUSK

Perjalanan Elon Musk ke China Memantapkan Bisnisnya - Termasuk Pembicaraan Dengan Wakil Perdana Menteri

Denny Idrayana Tuding Jokowi Cawe-cawe Lewat Tangan Moeldoko, ‘Membegal’ Partai Demokrat,Gagalkan Anies Maju Ke KPU

Denny Indrayana : "5 Kemungkinan Putusan Hakim MK Dalam System Pemilu"

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa
Feature

Letkol Teddy dan Senyum Mona Lisa

by Karyudi Sutajah Putra
April 24, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI) Jakarta - Letkol Teddy Indra Wijaya kini sudah bisa...

Read more
Polisi itu Angkatan Perang – Tentara itu Polisi?

RPP Tugas TNI: Wujud Remiliteriasi yang Bahayakan Kehidupan Demokrasi

April 24, 2026
Jangan Lawan Parpol!

Jangan Lawan Parpol!

April 24, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan

April 25, 2026
Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

Mengapa Bangsa Jepang Membeli: Antara Budaya, Kebutuhan, dan Filsafat Hidup

April 25, 2026
Mas Wowo – Jangan Seperti Cowboy, Masuk Kota Hanya Bikin Onar

Siapa yang Harus Mengerti: Presiden Memahami Rakyat atau Rakyat Memahami Presiden?

April 25, 2026
Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

Mengapa Anak Sulung Lebih Cerdas: Ketika Kuman Mengalahkan Stereotip

April 25, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

Apa Urgensi Melibatkan Militer dalam Rekrutmen Manajer Koperasi MP?

April 25, 2026
Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

Mengapa Kita Hidup? Antara Ruh dan Mekanisme Tubuh

April 25, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist