FusilatNews- Polisi masih menyelidiki kasus kematian misterius 22 remaja di sebuah klub malam di Afrika Selatan pada Minggu (26/6) pagi. Tim forensik masih belum bisa memastikan penyebab yang terjadi saat perayaan kelulusan remaja tersebut. Sebagian besar korban adalah remaja berusia 13 tahun
Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (27/6/2022), pemerintah provinsi Eastern Cape mengatakan delapan anak perempuan dan 13 anak laki-laki telah meninggal di klub malam, yang berada di daerah perumahan yang disebut Scenery Park. Sebanyak 17 anak ditemukan tewas di tempat kejadian, sedangkan sisanya meninggal di rumah sakit.
“Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya,” kata juru bicara departemen kesehatan Siyanda Manana.
“Saya tidak ingin berspekulasi tentang penyebab kematian; itu sebabnya kami membawa tim forensik sehingga jika penyebab kematiannya adalah racun, mereka akan memberi tahu kami,” kata Menteri Kepolisian, Bheki Cele.
Pengujian tes toksikologi akan dilakukan jika korban benar diracun. Pemilik klub, Siyakhangela Ndevu, mengatakan kepada penyiar lokal eNCA bahwa ia telah dipanggil ke tempat kejadian pada Minggu pagi.
“Saya masih tidak yakin tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi ketika saya dipanggil di pagi hari, saya diberitahu bahwa tempat ini dikerumuni banyak orang dan orang tua yang memaksa untuk masuk ke dalam,” ungkapnya.
“Namun, kami akan mendengar apa yang polisi katakan tentang penyebab kematiannya,” tambah Ndevu.
Seorang gadis 17 tahun, yang hanya menyebut namanya sebagai “Lolly” dan tinggal dekat dengan klub malam tersebut mengatakan bahwa tempat itu adalah tempat nongkrong yang populer di kalangan remaja, tetapi beberapa komunitas menginginkannya ditutup setelah tragedi itu.
“Semua orang ingin ditutup karena mereka menjual alkohol kepada anak-anak di bawah umur. Semua orang marah, semua orang sedih karena apa yang terjadi,” katanya seperti yang dikutip dari Guardian.
Klub malam seperti itu ada di daerah kota dan desa di Afrika Selatan. Kebanyakan dari klub malam sering kali melanggar undang-undang perizinan. Anggota polisi yang kewalahan dan pejabat pemerintah daerah sering menutup mata terhadap pelanggaran hukum semacam itu, terkadang dengan imbalan suap.

























