Jakarta – Fusilatnews – Saat Melepas keberangkatan ratusan bus dalam program mudik gratis di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2025). Sekitar 15 ribu warga diberangkatkan dalam mudik Gratis Pemprov. Jakrta ke 20 kabupaten/kota yang tersebar di enam provinsi.
Wahyu Adi Prasetyo (36 tahun),Salah seorang peserta mudik gratis sengaja ikut program mudik gratis. Ia ingin lebih menyisihkan uang untuk bisa diberikan kepada orang tua dan keluarganya.
Wahyu mengatakan, biaya yang biasa dikeluarkannya untuk ongkos mudik sekali jalan ke kampung halamannya di Banjar, Jawa Barat, adalah Rp 300 ribu per orang. Sementara itu, ia biasa mudik bertiga, dengan istri dan anaknya.
“Jadi sangat terbantu dengan ini, bisa hemat sekitar Rp 900 ribu. Buat kasih orang tua dan keluarga di sana,” kata lelaki yang telah tinggal di Jakarta sejak 1989 itu.
Margono (48), peserta program mudik gratis lainnya mengatakan, dia mudik ke Bandar Lampung dengan keluarganya yang berjumlah tiga orang. Warga yang telah tinggal di Jakarta sejak 2001 itu mengaku cukup sulit untuk mendapatkan tiket mudik gratis itu. Pasalnya, pendaftaran hanya bisa dilakukan secara daring, sehingga cukup menyulitkan baginya yang sudah tidak muda lagi.
“Prosesnya cukup susah karena online. Beberapa daftar dari pagi, baru dapat siang. Alhamdulillah dapat juga,” kata dia kepada Republika, Kamis.
Menurut dia, tidak ada biaya yang dipungut sepeser pun dalam program mudik gratis yang digelar Pemprov Jakarta. Karena itu, ia sangat senang untuk ikut program tersebut. Bahkan, ia bersama keluarga sudah memanfaatkan program itu sejak dua tahun terakhir.
“Karena sangat membantu. Soalnya ke Lampung pas Lebaran gini bisa Rp 400-500 ribu (per orang),” kata Margono
Tak ada pungutan
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan, program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sama sekali tidak membebankan biaya kepada para peserta. Karena itu, ia tidak ingin ada laporan terkait adanya pungutan liar (pungli) dalam program tersebut
Ia menegaskan, pihaknya akan melakukan penindakan apabila terdapat laporan pungli dalam program mudik gratis. “Bahkan tadi inspektorat telah menyiapkan ini untuk dibawa dan disampaikan kepada siapapun, kalau ada pungli maka harus dilaporkan,” kata dia.
Pramono mengaku sengaja untuk menyampaikan hal itu kepada para peserta mudik gratis yang digelar Pemprov Jakarta. Pasalnya, ia banyak mendapatkan informasi bahwa banyak kasus pungli yang terjadi. Menurut dia, masalah itu akan merambat ke berbagai lini apabila tidak ditangani secara serius.
“Pemerintah Jakarta secara khusus di-support oleh Polda, Pangdam, Kejaksaan, kami secara terbuka menentang, melawan pungli ini, sehingga dengan demikian, lihat, lawan, dan laporkan persoalan yang menyakut pungli ini,” kata Pramono.

























