Oleh: Jaya Suprana, Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan
Jakarta – Ada suatu kemampuan yang membedakan manusia dengan satwa, yaitu kemauan dan kemampuan mengukur.Memang manusia diberi anugerah (atau kutukan?) naluri matematikal demi mengukur segala sesuatu di alam semesta ini termasuk apa yang disebut waktu. Dari ikhtiar mengukur waktu bermunculan aneka ragam gagasan antara lain apa yang disebut sebagai kalender.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata kalender bermakna “daftar hari dan bulan dalam setahun; penanggalan; almanak; takwim“.
Sementara menurut ensiklopedia Brittanica terdapat berbagai jenis kalender yang disusun oleh manusia antara lain berdasar pengamatan terhadap gerak matahari, rembulan dan perpaduan matahari-rembulan di samping hadir pula kalender yang disusun oleh agama.
Namun apa pun jenisnya dapat disepakati bahwa kalender merupakan satu di antara sekian banyak mahakarya pemikiran matematikal umat manusia yang sementara ini eksis di planet bumi. Tanpa daya matematikal mustahil manusia mampu menyusun kalender sebagai upaya mengukur apa yang disebut sebagai waktu yang untuk sementara ini masih lestari cukup sengit diperdebatkan tentang definisinya. Bersama dengan apa yang disebut sebagai ruang.
Mustahil saya mampu membahas kalender secara paripurna dan sempurna dengan daya pemikiran saya yang sangat terbatas sambil dangkal ini. Maka di ruang terbatas naskah sederhana ini, saya hanya mencoba fokus terhadap kalender yang disusun oleh satu di antara peradaban Amerika Tengah, yaitu kalender Maya.
Kalender Maya diduga disusun oleh para astronom peradaban Maya berdasar pengamatan organoleptik maupun pemikiran matematikal terhadap gerak-orbit bukan hanya matahari dan rembulan, namun juga para planet di tata surya Bima Sakti dengan menggunakan perhitungan matematematikal luar biasa intriket yang masih mampu menggetar sukma para matematikawan/wati masa kini. Apalagi saya.
Secara sederhana dengan daya pikir serta daya ungkap terbatas saya dapat dikatakan bahwa pada hakikatnya kalender Maya disusun berdasar siklus kronologis 260 hari bernama serta satu tahun dengan 365 hari. Tahun-tahun selanjutnya dianggap membentuk siklus yang lebih panjang, yaitu 18.980 hari, atau 52 tahun dikalikan dengan 365 hari.
Penghitungan matematikal kalender Maya didasarkan pada sistem numerik yang melibatkan angka 13 dan 20 yang lazim digunakan oleh suku Maya. Dalam siklus 260 hari ada dua siklus hari yang lebih kecil diberi nomor dari 1 sampai 13 dan serangkaian 20 hari yang diberi nama.
Setiap hari yang diberi nama dianggap memiliki karakteristik yang menentukan, tetapi sebagian besar detailnya telah hilang ditelan zaman maupun dimusnahkan oleh kaum kolonialis Spanyol.
Tahun dengan 365 hari dibagi menjadi 18 bulan dengan 20 hari ditambah satu bulan 5 hari tanpa nama. Hari-hari yang tidak disebutkan namanya dianggap pembawa sial, maka masyarakat Maya menghadapinya dengan melakukan puasa dan/atau pengorbanan kepada dewa.
Setiap hari biasa diidentifikasi dalam empat cara: dengan nomor hari dan nama hari dalam siklus 260 hari dan dengan nomor hari dalam bulan dan nama bulan dalam siklus 365 hari. Masing-masing dari 18.980 hari memiliki sebutan 12 Caban dan 15 Ceh.
Bangsa Maya mendirikan prasasti batu tempat mereka mengukir figur tokoh penguasa serta peristiwa penting dalam kehidupan para penguasa. Untuk mendeskripsikan tanggal tertentu secara lebih akurat, suku Maya melembagakan “Hitungan Panjang”, penandaan waktu terus-menerus dari tanggal dasar.
Para arkeolog menduga bahwa 11 Agustus 3.114 SM adalah tanggal awal yang digunakan oleh Maya sebagai titik-tolak untuk memulai Hitungan Panjang. Tanggal menjelang medio Agustus 3.114 sebelum Masehi memulai Siklus Besar pertama, periode 5.125.
Mohon dimaafkan bahwa penjelasan saya tentang kalender Maya terkesan simpang-siur maka kacau balau tanpa kejelasan ujung pangkal maupun arah gerak-gerik sehingga alih-alih menjelaskan malah membingungkan.
Jangan salahkan kalender Maya. Yang bersalah adalah daya otak saya saja memang terlalu dangkal dan bebal sehingga tidak mampu memahami apalagi mengungkap makna hakiki kalender Maya yang memang luar biasa kompleks dan rumit melibatkan pemikiran matematikal maupun metamatematikal kelas langit-langitnya langitan langit.
Dikutip dari Kompas.kom, Senin 8 Mei 2023.























