• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

May Day: Melawan Budak Berseragam

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 2, 2023
in Feature
0
Ditengah Guyuran Hujan Lebat, Buruh Tetap Berjuang Dalam Demo Tolak Perpu Ciptaker di DPR
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Budi Saksono, Peneliti Sosial Keagamaan

Jakarta – Mengapa sekarang setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh atau May Day?

Awalnya, gerakan ini dimulai pada abad ke-19 sebagai respons dari revolusi industri, yang walau teknologi industri sudah lebih mengandalkan mesin-mesin canggih pada masa itu, aroma perbudakan masih terasa kental dengan padatnya jam kerja para buruh penyuplai bahan-bahan produksi dan operator mesin-mesin produksi.

Pada 1889, kongres buruh berserikat Eropa mencetuskan tanggal satu Mei sebagai hari turun ke jalan, menuntut buruh dilarang untuk bekerja lebih dari delapan jam sehari. Pada tahun berikutnya, menjadi tradisi rutin kaum buruh dan sosialis, yang bersatu menuntut keadilan hak dan upah dari kaum kapitalis.

Gerakan kaum sosialis Eropa ini juga menjalar ke Amerika dan negeri-negeri jajahan Eropa, termasuk Netherland-Hindie/Hindia-Belanda atau Indonesia.

Buruh-buruh pabrik gula, buruh jawatan kereta api Belanda, buruh tani, dan industri kopi di seluruh Sumatera, Jawa, dan Bali juga buruh-buruh tambang batu bara dan tambang emas yang berserikat.

Di antara kisah yang paling masyhur adalah Suro Pranoto alias Soero Boeldog, pemuda Surabaya yang gemar berkelahi dan peduli pada penderitaan bangsa pribumi. Dia bekerja di bengkel kereta api milik Belanda di Madiun yang ketika dipindah ke Tasikmalaya menemukan jodohnya di sana. Namun, saat istrinya sedang mengandung, ia justru dipenjara Belanda karena terlibat demo buruh, yang pada demo itu ia memukul kepala seorang Belanda hingga pingsan. 

Fatal bagi seorang pribumi saat itu mencederai seorang Belanda yang kedudukannya lebih tinggi di atas pribumi. Maka dibuanglah ia ke Boven Digul, Papua, dan konon sempat pula dikirim ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan dijadikan manusia rantai untuk kerja paksa ditambang Belanda di Sawahlunto, Sumatera Barat. 

Di sana, ia malah terus menghasut para buruh pribumi untuk terus melakukan aksi-aksi perlawanan para buruh, yang menyebabkan dirinya dibuang ke Digul untuk selamanya lenyap di sana.

Kisahnya jadi inspirasi dalam novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer dan Pandir Kelana.

Saat ini May Day tetap diperingati para buruh di Indonesia bahkan jadi tanggal merah di kalender resmi karena perjuangan para buruh setiap tahunnya. Namun, tuntutan-tuntutan kenaikan upah setiap tahun terbukti malah memberatkan pihak pengusaha, yang menyebabkan beberapa perusahaan gulung tikar. Akibatnya, malah berimbas pada berkurangnya lapangan kerja bagi para buruh itu sendiri.

Lalu mengapa justru di negara-negara komunis dan sosialis tidak ada peringatan May Day seperti di negara kapitalis model-model Prancis, Korsel, Indonesia, dan Amerika? Ya, karena di dalam negeri komunis, kaum buruh sosialis sudah punya level yang setara dalam keadaan, sama rata sama rasa.

Sementara di negeri kapitalis, buruh adalah tenaga perasan walau diberi penampilan berkemeja, berseragam, atau pun berdasi. Itu karena sejak di sekolah, bangsa ini didoktrin untuk menjadi budak-budak berseragam, apa pun pekerjaannya.

Dikutip dari REPUBLIKA Selasa 2 Mei 2023.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Penembakan di Kantor Pusat MUI di Jakarta. Melukai  Pegawai MUI- Pelaku dibekuk Polisi.

Next Post

Megatrend dan Visi Indonesia 2045

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
Megatrend dan Visi Indonesia 2045

Megatrend dan Visi Indonesia 2045

Penembakan di Kantor MUI, Pelaku yang Mengaku Nabi Tewas, Motif Belum Jelas

Penembakan di Kantor MUI, Pelaku yang Mengaku Nabi Tewas, Motif Belum Jelas

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

Wapres Gibran Traktir Anak Yatim Belanja Buku di Timika

April 21, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist