Apa yang dikatakan oleh Trubus tak sepenuhnya benar dan Trubus nampaknya kurang membaca. Produk senjata dari Iran misalnya sudah teruji kealitasnya dalam medan perang Gaza dan diperbatasan Libanon Selatan dalam perang Israel lawan Hizbullah, dan harganya jauh lebh murah daripada buatan Israel, Mungkin Orang Iran tak bisa diajak kerjasama dalam perilaku korupsi yang dilakukan pihak berwenang dalam pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan
Jakarta – Fusilatnews – Di tengah melemahnya nilai rupiah dan ketiadaan rasa empati pemerintah Indonesia tehadap Palestina, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produk-produk Israel yang diimpor ke Indonesia melonjak tajam. Ini merupakan tindakan tidak simpati dan tidak empati pemerintah Indonesia mengingat gencarnya gerakan boikot produk Israel dan pro Israel baik pada tingkat nasional maupun global, karena Israel melakukan tindakan genocida terhadap rakyat Palestina
Produk-produk Israel yang diimpor ke Indonesia rupanya mengalami lonjakan tajam pada awal tahun ini, meski Indonesia hingga kini mengecam keras sikap brutal Israel terhadap Palestina. Tapi jelas itu tindakan hipokrit yang hanya dibir demi menyenangkan rakyat Indonesia dan Umat Islam global. Padahal tidak harus menjadi Muslim untuk mengutuk Israel cukup menjadi manusia beradab
“Barang-barang dari Israel kaitannya dengan persenjatan misalnya, kan selama ini memang kita ada urusan sudah lama, cuma memang kenapa beli di sana, di samping harganya kompetitif, produknya juga berkualitas tinggi,” kata Pengamat dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah
Trubus menyebut harga produk Israel yang kompetitif serta barangnya yang berkualitas tinggi itu, misalnya dibandingkan dengan produk-produk dari negara lain seperti Jepang ataupun Amerika Serikat (AS). Lalu, keunggulan lainnya adalah sumber daya manusia (SDM) atau human resources-nya yang unggul serta teknologi yang kuat.“Israel juga mampu menjamin pasokan dan tidak terpengaruh gejolak dolar. Jadi memang pintar orang Yahudi soal data, komitmennya tinggi,” lanjutnya.
Saat disinggung mengenai langkah mencari substitusi dari produk-produk Israel, Trubus lantas mengatakan bahwa hal itu kembali kepada kemampuan negara kita dalam transaksi jual beli. Menurutnya, sejauh ini Indonesia belum mampu untuk membeli produk-produk yang lebih murah daripada barang Israel.
“Kalau cari dari substitusinya, harganya lebih mahal, kan kita juga enggak mau kan? Apalagi sekarang dengan nilai rupiah yang terus merosot kan kita enggak mau. Istilahnya Israel ini kebijakannya lebih konsisten secara kesinambungan, jadi tidak terpengaruh gejolak,” terangnya.
Apa yang dikatakan oleh Trubus tak sepenuhnya benar dan Trubus nampaknya kurang membaca. Produk senjata dari Iran misalnya sudah teruji kealitasnya dalam medan perang Gaza dan diperbatasan Libanon Selatan dalam perang Israel lawan Hizbullah, dan harganya jauh lebh murah daripada buatan Israel, Mungkin Orang Iran tak bisa diajak kerjasama dalam perilaku korupsi yang dilakukan pihak berwenang dalam pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan .
Perlu diketahui merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu yang diimpor dari Israel ternyata adalah senjata dan amunisi.
Dalam manifes ekspor-impor, ‘Amunisi, Senjata dan yang Terkait Dengannya’ dicatat dengan kode HS 93. Sepanjang 2023, Indonesia mengimpor komoditas itu dari Israel dengan jumlah 14,821 dolar AS. Sementara sepanjang Januari-April 2023, angkanya senilai 6,548 dolar AS.
Sebelumnya diberitakan, di tengah serangan brutal yang dilakukan penjajah Israel ke Jalur Gaza, impor Indonesia dari negara tersebut terus berjalan, bahkan meningkat tajam.
Banyak lembaga kemanusiaan di luar negeri mendesak dihentikannya pengiriman dan pembelian senjata dengan Israel sejak serangan brutal negara Zionis itu ke Palestina pada Oktober 2023 lalu. ternyata semangat keserakahan orang Indonesia mengalahkan semangat simpati dan empati terhadap bangsa Palestina karena masih mengimpor senjata dan amunisi dari Israel
Sepanjang Januari-April 2024, angka impornya naik dari periode yang sama tahun lalu menjadi 8,047 dolar AS. Dalam skala ekspor impor, angka itu bukan jumlah yang signifikan. Artinya, pengimpor bisa jadi adalah perorangan.
Dalam catatan BPS, Indonesia juga mendatangkan sejumlah barang Impor dari Israel selepas serangan berutal ke Gaza dimulai. Yang signifikan nilainya adalah Alat Permesinan dan Mekanik (HS 84). Tahun ini, dari Januari-April nilai impornya tercatat sebesar 24,52 juta dolar AS. Angka ini melonjak dari periode yang sama tahun lalu yakni 1,87 juta dolar AS.
Mesin dan Peralatan Elektronik (HS 85) juga melonjak dari 942 ribu dolar AS pada Januari-April 2023 menjadi 1,24 juta dolar AS pada Januari-April 2024.
Komoditas yang juga banyak diimpor Indonesia dari israel adalah Perkakas dari Logam tak Mulia (HS 82). Pada Januari-April 2023 angkanya 1,78 juta dolar AS sedangkan pada Januari-April 2024 turun jadi 1,22 juta dolar AS.
BPS mencatatkan ada lonjakan tajam impor dari negara Zionis pada tahun ini. Jika periode Januari-April tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terlihat ada peningkatan hampir 340 persen.
Indonesia memang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. karena adanya Latar belakang perilaku dan kebijakan apartheid Israel yang dikutuk umat manusia beradab dimuka bumi tidak hanya konflik di Timur Tengah
Namun Pemerintah Indonesia hanya dibibir saja mengutuk Israel tapi dalam kebijakan membiarkan perdagangan dengan Isrel lancar dan meningkat. lebih menguntungkan Israel
























