• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Memaknai Bulan Bung Karno

fusilat by fusilat
June 7, 2024
in Feature, Tokoh
0
Memaknai Bulan Bung Karno

Anggota DPR RI/Ketua DPP PDI Perjuangan Drs I Made Urip MSi. (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Drs I Made Urip MSi, Anggota DPR RI/Ketua DPP PDI Perjuangan

Jakarta – Juni adalah bulan Bung Karno. Juni memang identik dengan Bung Karno. Kok bisa?

Pancasila, yang kemudian ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia pertama kali diucapkan secara resmi oleh Bung Karno pada 1 Juni 1945, yakni pada saat Proklamator RI itu berpidato dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Bung Karno, Presiden I RI yang bernama asli Soekarno itu lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901.

Oh ya, Bung Karno juga meninggal dunia di bulan Juni, tepatnya tanggal 21 Juni 1971 dan dimakamkan di Blitar, Jawa Timur, yang tidak sesuai dengan keinginannya untuk dimakamkan di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat, gegara ulah rezim Orde Baru.

Juni memang identik dengan Bung Karno. Maka ketika PDI Perjuangan menetapkan Juni sebagai bulan Bung Karno, sungguh sangat tepat.

Kini, bagaimana kita memaknai bulan Bung Karno?

Pertama, terkait 1 Juni yang kemudian ditetapkan pemerintah sebagai Hari Lahir Pancasila, maka seyogyanya Pancasila tidak sekadar dilafalkan atau diucapkan di bibir saja, tetapi nilai-nilainya harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab jika tidak, Pancasila akan kehilangan nilai-nilai praksisnya sehingga pada akhirnya Pancasila tidak akan sakti lagi, karena bisa jadi akan digantikan dengan ideologi lain, komunisme atau liberalisme. Pancasila 1 Juni 1945 dan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober pun akan tinggal kenangan.

Mengamalkan Sila 1 “Ketuhanan Yang Maha Esa” misalnya, kita tak perlu mempertentangkan masalah agama, karena kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi. Ada 6 agama resmi di Indonesia, yakni Islam, Kristen Katolilk, Kristen Protestan, Hindu, Budha dan Khonghucu. Bahkan ada aliran-aliran kepercayaan yang cukup banyak, yang kesemuanya itu harus dihormati.

Mengamalkan Sila 2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, misalnya dengan tidak membiarkan tetangga kanan-kiri kekurangan makan. Apalagi kepada fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Menjaga persatuan dan kesatuan dalam kebinekaan etnis, bahasa dan daerah, itulah salah satu wujud mengamalkan Sila 3 “Persatuan Indonesia”.

Mengamalkan Sila 4 “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, antara lain kita menghormati perbedaan pendapat, menjunjung tinggi demokrasi, serta siap menang dan siap kalah dalam kontestasi elektoral.

Mengamalkan Sila 5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, antara lain kita tidak hidup hedon (glamour) apalagi “flexing” (pamer kekayaan), dan mengurangi kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin. Juga tidak mengambil hak orang lain atau hak rakyat, korupsi, misalnya.

Kedua, dengan meneladani karakter dan perilaku Bung Karno. Bung Karno adalah nasionalis sejati yang sangat mencintai bangsanya. Bung Karno telah memimpin bangsa ini dalam melepaskan diri dari benenggu penjajah, bahkan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Kita juga harus berusaha menjadi bangsa yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Itulah sekelumit makna di balik Bulan Bung Karno yang sedang kita peringati ini.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Sudahkah kita menjadi bangsa besar?

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Resiko Kelakuan LBP – Bali Sebagai Markas Family Office – Berpotensi Sebagai Cuci Uang

Next Post

Program Jokowi TAPERA Disesalkan Menterinya Basuki

fusilat

fusilat

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Next Post
Ditengah Desakan Mundur, Menteri Sri Mulyani Posting Foto Bersama Menteri Basuki, Diskusi Bahas Anggaran IKN.

Program Jokowi TAPERA Disesalkan Menterinya Basuki

Ketua MPR RI Bamsoet Mengundang DR. Amin Rais: Analisis Kritis Terhadap Sistem Politik Indonesia yang Amburadul

Ketua MPR RI Bamsoet Mengundang DR. Amin Rais: Analisis Kritis Terhadap Sistem Politik Indonesia yang Amburadul

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist