• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
August 6, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi – The King Can do No Wrong
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)

Jakarta – Bukan suatu kebetulan belaka ketika Bahlil Lahadalia menganalogikan Joko Widodo sebagai Raja Jawa. Ternyata, menjadi seorang raja memang telah menjadi obsesi Presiden ke-7 RI itu. Raja zaman old, Presiden zaman now.

Lihat saja. Saat melakukan safari politik ke Lampung beberapa waktu lalu, Jokowi mematut diri sebagai raja. Begitu pun saat wong Solo itu bersafari politik ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin.

Obsesi Jokowi itu pun mengingatkan kita akan fenomena Ken Arok yang kelak menjadi Raja Singhasari, Jawa Timur, tahun 1222.

Saat masih bayi, Ken Arok dibuang oleh ibunya di hutan dekat Sungai Brantas. Mengapa dibuang? Karena ibunya, Ken Endog malu lantaran tak punya suami. Dengan kata lain, Ken Arok adalah anak haram.

Selain rasa malu, juga karena impitan ekonomi sebagai orang miskin.

Seperti tersurat dalam kitab Pararaton, ibunya berharap bayi tersebut ditemukan dan mendapat kehidupan yang jauh lebih baik dari keluarga kaya.

Ken Arok kemudian ditemukan dan dirawat oleh seorang pencuri bernama Lembong. Ken Arok pun tumbuh besar dengan kebiasaan buruk seperti berjudi dan mencuri. Ken Arok adalah seorang begal.

Akan tetapi, di kemudian hari Ken Arok bertemu dengan seorang brahmana yang kemudian mengubah jalan hidupnya. Dialah Mpu Lohgawe. Dengan pengaruhnya, Lohgawe memasukkan Ken Arok sebagai pengawal Tunggul Ametung, Akuwu Tumapel.

Lohgawe bercerita kepada Ken Arok ihwal seorang wanita yang diprediksi akan melahirkan raja-raja yang kelak menjadi penguasa dunia. Ciri khasnya adalah bahwa paha wanita itu bercahaya.

Tunggul Ametung punya permaisuri bernama Ken Dedes. Nah, saat mengawal Tunggul Ametung itulah Ken Arok sepintas melihat paha Ken Dedes memancarkan cahaya kemilau saat kainnya tersingkap sewaktu turun dari kereta.

Sejak itulah, Ken Arok bertekad merebut Ken Dedes dari tangan Tunggul Ametung. Selain menguasai Ken Dedes, Ken Arok juga ingin menguasai takhta yang nanti akan dia renggut dari Tunggul Ametung.

Siasat licik pun disusun. Ken Arok memesan keris dari Mpu Gandring yang dikenal mahir dan sakti dalam membuat keris.

Keris belum jadi sempurna sudah diambil oleh Ken Arok karena tak sabar untuk membunuh Tunggul Ametung. Mpu Gandring pun menolak menyerahkan keris pesanan Ken Arok itu. Lalu Ken Arok merebut paksa dan menusukkan keris itu ke dada Mpu Gandring. Korban pertama keris Mpu Gandring pun jatuh, yakni pembuatnya sendiri.

Ken Arok kemudian meminjamkan keris Mpu Gandring itu kepada Kebo Ijo, rekan sesama pengawal Tunggul Ametung yang memang suka pamer. Para penggawa Tunggul Ametung kemudian mengira keris Mpu Gandring yang sakti itu milik Kebo Ijo.

Suatu malam, Ken Arok menyelinap ke kamar Tunggul Ametung yang sedang tidur dan langsung menghunjamkan keris Mpu Gandring ke tubuh Tunggul Ametung dan membiarkan keris itu tetap menancap.

Para penggawa heboh. Kebo Ijo yang dikira sebagai pemilik keris Mpu Gandring menjadi tertuduh. Kambing hitam Ken Arok itu akhirnya dibunuh.

Ken Arok kemudian tampil bak pahlawan. Ia pun berhasil menguasai takhta yang ditinggalkan Tunggul Ametung sekaligus memperistri Ken Dedes. Ken Arok kemudian mendirikan Kerajaan Singhasari. Tapi akhirnya Ken Arok terbunuh oleh Anusapati, anak Tunggul Ametung dengan Ken Dedes, dengan keris Mpu Gandring.

Anusapati pun kemudian terbunuh oleh Tohjaya, anak Ken Arok dengan Ken Umang, istrinya terdahulu, dengan keris Mpu Gandring pula.

Demikianlah, dendam melahirkan dendam, sampai keris Mpu Gandring menelan korban hingga tujuh turunan yang bermula dari Ken Arok membunuh Tunggul Ametung.

Dari kisah Ken Arok inilah kita mencoba membaca langkah Jokowi yang ambisinya tak kalah dengan Ken Arok.

Seperti Ken Arok, Jokowi juga lahir dari keluarga sederhana. Bahkan rumahnya di tepian kali sempat terkena penggusuran. Jokowi kemudian disebut-sebut pernah menjadi tukang kayu.

Jika bakat kepemimpinan Ken Arok ditemukan oleh Lohgawe, maka bakat kepemimpinan Jokowi ditemukan oleh Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan dan Presiden ke-5 RI.

Pada tahun 2005, Megawati mengusung Jokowi sebagai calon walikota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, dan terpilih. Jokowi terpilih kembali pada 2010 saat diusung kembali oleh Megawati.

Baru dua tahun menjabat walikota Surakarta periode kedua, Megawati mengusung Jokowi sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012 dan terpilih.

Baru dua tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta, Jokowi diusung kembali oleh Megawati sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 dan terpilih. Jokowi terpilih kembali pada Pilpres 2019 saat lagi-lagi diusung Megawati.

Setelah menjadi Presiden hampir dua periode, ambisi kekuasaan Jokowi tetap menggelegak. Ia pun berusaha maju lagi untuk periode ketiga. Tapi rencana inkonstitusional ini diadang Megawati, sehingga Jokowi gagal melaju lagi.

Jokowi akhirnya banting setir. Ia mengajukan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden bagi capres Prabowo Subianto pada Pilpres 2024 dan terpilih.

Menjelang Pilpres, Jokowi sudah pecah kongsi dengan Megawati. Padahal, saat Gibran maju sebagai calon walikota Surakarta tahun 2020 dan terpilih, yang mengusung juga Megawati. Putri Bung Karno ini pun merasa dikhianati Jokowi. Istri mendiang Ketua MPR Taufiq Kiemas ini akhirnya memecat Jokowi, Gibran dan juga Bobby Nasution menantu Jokowi dari keanggotaan PDIP.

Pengkhianatan yang dilakukan Jokowi kepada Megawati ini mengingatkan kita akan pengkhianatan Ken Arok kepada Tunggul Ametung yang membesarkan namanya. Bedanya, jika Ken Arok menggunakan keris Mpu Gandring, Jokowi menggunakan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 90 Tahun 2023 yang keputusannya diambil dalam persidangan yang dipimpin Ketua MK Anwar Usman yang tak lain adalah adik ipar Jokowi dan paman Gibran.

Jika kambing hitam Ken Arok adalah Kebo Ijo, maka kambing hitam Jokowi adalah Anwar Usman.

Kini, setelah lengser dari Istana, apakah Jokowi masih punya ambisi kekuasaan? Bukan hanya punya, melainkan menggelegak. Ia terus mematut-matut diri sebagai raja, King Maker.

Sebagai King Maker, Jokowi kini sedang berupaya menjadikan Gibran sebagai calon presiden atau minimal tetap sebagai cawapresnya Prabowo di Pilpres 2029, sekaligus membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ketua umumnya Kaesang Pangarep, anak bungsunya sendiri.

Ambisi memang tak ada matinya, kawan. Kecuali bagi orang yang sudah mati. Apalagi ambisi kekuasaan. Karena kekuasaan itu nikmat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Anom & Ambar
Feature

Anom & Ambar

August 6, 2026
Feature

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI

August 6, 2026
Feature

Ingkar Janji, Meluruskan Niat, dan Memperbanyak Istighfar

August 6, 2026

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik
News

Alarm 2029: Kang Dedi Salip Prabowo, Dua Survei Besar Bunyikan Sinyal Pergeseran Politik

by Karyudi Sutajah Putra
July 31, 2026
0

Jakarta – FusilatNews.- Peta politik menuju Pemilu Presiden 2029 mulai mengalami pergeseran signifikan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, muncul sebagai...

Read more

Ketika Gaji Kepala Daerah Jadi Kambing Hitam

July 30, 2026
Habis Nanik, Terbitlah Hotman

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

July 23, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi – The King Can do No Wrong

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

August 6, 2026
Anom & Ambar

Anom & Ambar

August 6, 2026

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA SENDIRI

August 6, 2026
Tunanetra Tak Lagi Tertinggal di Era Digital, Gammara Inklusi dan Kita-Kita Tonji Luncurkan “Tek Off” untuk Cetak Generasi Mandiri

Tunanetra Tak Lagi Tertinggal di Era Digital, Gammara Inklusi dan Kita-Kita Tonji Luncurkan “Tek Off” untuk Cetak Generasi Mandiri

August 6, 2026

Ingkar Janji, Meluruskan Niat, dan Memperbanyak Istighfar

August 6, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi – The King Can do No Wrong

Membaca Ambisi Jokowi dari Fenomena Ken Arok

August 6, 2026
Kejaksaan Agung : Pertamax Dipastikan Penuhi Standar

Perkembangan Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengkhawatirkan, Hendardi Desak Presiden Alihkan Penanganan ke KPK

August 6, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...