Trending tagar #UsubscribePodcastCorbizier di tweeter, berhasil melucuti follower Instagram Deddy Corbizier sebanyak 8 juta followers. Ini bukan hal yang sepele. Kita bisa membacanya lebih dalam, bahwa resonansinya kepada berbagai aspek kehidupan, yang berkaitan dengan apa yang menjadi keyakinan umat, tetap masih hidup. Ternyata perubahan paradigma, bahwa persoalan LGBT itu adalah, fenomena modern, salah. Norma religiusitas dan adab ketimuran, masih tetap kental dan tebal, sebagai the living values, justru ada dikalangan millennial.
Bermula dari acara di Podcast Channel YouTube Deddy Corbuzier, yang menhadirkan pasangan LGBT Fred dan Ragil, dengan diberi thema, ini radikal sekali, “Tutorial jadi G4y di Indo”, sangat merengsang rasa kepenasaran dan menjadi daya pikat untuk menontonya. Dan betul, ternyata reaksi keras setelah tayang acara tersebut, berbagai macam kecaman dan cacian kepasa Deddy, datang dari berbagai kalangan.
Yang menarik, sebenarnya, untuk Content Creator sekelas Deddy Corbuzier, sudah tidak perlu lagi menyajikan suguhan-suguhan yang norak seperti itu. Seiring dengan maturity pribadinya, karena banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan yang beragam, yang telah Ia wawancarainya, tentu akan menjadi memori di otanya, untuk bisa menggali dan melahirkan idea-idea brilliant lainnya, ketimbang mewawancari dua orang makhluk yangg berkelainan attitude tersebut.
Kita kemudian patut bertanya, maksudnya untuk apa acara tersebut? Menghibur? No way. Dia tahu what is a healthy look like show. Edukasi? There was not any educative means at all. Terbukti dengan reaksi negative dari banyak nitizens. Furthermore, Deddy has not got even public goodwill.
Setelah mendapat reaksi yang keras dari banyak fihak, akhirnya tayangan “Tutorial jadi G4y di Indo” DC dimaksud, telah dihafusnya dan meminta maaf, dengan asalan sebagai manusia normal, tak luput dari kesalahan.
Ada yang menarik, yang dapat kita lihat, yaitu suatu silhouette identitas, yang juga sekarang sedang menjadi diskursus diarena perpolitikan. Yaitu, mereka yang diperkirakan akan menjadi kandidat presiden Pilpres 24 nanti. Mereka sedang beramai-ramai mengunjungi para tokoh dan sesepuh agama diberbagai Pesantren dan daerah-daerah, dengan menggunakan atribut ke-Islaman, yang sebagian menyebutnya sebagai identitas KADRUN itu.
Tentu saja, menjadi proven, pada satu sisi, bahwa ternyata isi dalaman umat itu, masih tetap berpegang teguh kuat pada keyakinan keagamaannya. Catat bahwa followers Instagram Deddy Corbuzier itu, pasti kaum millennial, yang telah hengkang dari Instagram DC, gegara Host DC abai terhadap norma yang ada itu.
Itulah yang dibaca oleh mereka yang ingin meraih hati umat, dengan mengunjungi simpul-simpul keagamaan, yaitu para Kiai di firqah-firqah pesantren..
Sebagian kelompok, yang telah disinyalir oleh Menkopolhukan, bahwa perpecahan itu sedang terjadi, terutama berkaitan dengan gerakan ideologis; yang diframing bahwa sekelompok umat Islam ingin menegakan negara khilafah. Inilah kelompok yang sesungguhnya ingin melanggengkan kekuasaan, tetapi menyadari bahwa mereka tidak akan kuat bisa melawan kelompok Islam, bila umat bersatu. Karena itu dilakukan berbagai cara, supaya umat Islam jauh dari aktifitas politik, tidak boleh bersatu, bahkan dibuat menjadi malu dengan keyakinananya sendiri, karena dihembusan berbagai macam issue yang memperburuk citra umat Islam dan bahkan ajarannya.
Perasaan umat Islam, yang jumlahnya mayoritas itu, banyak tersakiti oleh ulah kedzaliman regime ini. Ketidak adilan penegakan hukum, berbagai macam fitnah, tuduhan terorisme, NII, dll, itu semua menyebabkan dukungan emosional umat Islam jatuh bermuara kepada figure seperti Anies Baswedan, yg tidak diragukan hasil kerja dan kinerjanya di Pemerintahan. Lebih dari itu, pemahaman keleluasaan keIslamannya, menjadi modal yang bisa menata umat yang beragam ini. Menjadi sosok Imam Shalih yang adem dan cerdas, bahkan bisa menjadi tempat berlindung bagi semua warga negara yang berbeda keyakinan.
Adalah suatu keniscayaan, bahwa ruh dari demokrasi yang harus kita anut itu, adalah dikuasai oleh yang banyak (prinsip demokrasi), dan melindungi hak yang sama kepada mereka yang termarginalkan karena suaranya sedikit. Democracy is regulated.






















