• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Economy

Membaca yang Tak Diucapkan: Analisa Terbalik atas Pernyataan Jokowi di Bloomberg Forum

Ali Syarief by Ali Syarief
November 22, 2025
in Economy, Feature, Tokoh/Figur
0
Membaca yang Tak Diucapkan: Analisa Terbalik atas Pernyataan Jokowi di Bloomberg Forum
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Di panggung internasional seperti Bloomberg New Economy Forum, Presiden Joko Widodo kembali mengulang narasi optimistis tentang “fondasi kuat” Indonesia menuju ekonomi baru berbasis data dan teknologi. Namun, jika kita membaca dengan pendekatan analisa terbalik, justru di sanalah tersingkap ironi terbesar kepemimpinannya: yang disampaikan sebagai pencapaian, pada dasarnya adalah daftar panjang pekerjaan rumah yang gagal dirampungkan.

1. “Indonesia telah membangun fondasi kuat” → Kenyataan: fondasi ekonomi rapuh dan bertumpu pada utang serta proyek mercusuar

Ketika Jokowi menyebut fondasi kuat—baik fisik maupun digital—yang terbayang justru realitas sebaliknya. Infrastruktur fisik memang dibangun, tetapi tidak menghadirkan transformasi struktural: jalan tol memudahkan mobilitas, namun tidak memudahkan rakyat dari harga beras yang melonjak; bandara diperbanyak, tetapi daya beli masyarakat justru merosot.

Sementara itu, proyek digital sering kali berhenti pada seremoni. Alih-alih membangun ekonomi berbasis riset dan inovasi, yang terjadi adalah Indonesia semakin terjerat pada ketergantungan teknologi asing, dari data center hingga platform digital raksasa yang dimiliki perusahaan luar negeri. Parahnya lagi, proyek IKN—yang ia anggap simbol masa depan—justru menyedot anggaran dan energi politik pada pembangunan fisik tanpa arah transformasi ekonomi.

Fondasi kuat yang ia maksud lebih tepat disebut fondasi rapuh yang ditegakkan dengan hutang dan retorika.

2. “Menuju ekonomi baru berbasis data dan teknologi” → Kenyataan: regulasi data amburadul, kebocoran masif

Sebuah ekonomi berbasis data hanya mungkin di negara yang mampu melindungi datanya. Namun di era Jokowi, bocornya data publik telah menjadi rutinitas, bukan anomali. Data KPU, data kesehatan, data paspor, dan beragam informasi sensitif warga negara tersebar bebas di forum hacker internasional.

Ekonomi data apa yang ingin dibangun jika negara bahkan tidak mampu menjaga informasi dasar warganya sendiri?

Yang lebih ironis, kebijakan digital sering disetir oleh kepentingan jangka pendek atau kelompok tertentu, bukan kerangka besar pembangunan kapasitas teknologi nasional. Di ujungnya, negara tampak seperti konsumen pasif teknologi global, bukan produsen masa depan.

3. “Kita harus menyiapkan generasi muda dengan keterampilan digital” → Kenyataan: pendidikan dasar dan menengah justru terpuruk

Pernyataan itu terdengar visioner, tetapi tidak bersentuhan dengan kenyataan.

Bagaimana mungkin siap menuju ekonomi berbasis AI jika:

  • kualitas pendidikan dasar nasional stagnan,
  • sekolah kekurangan guru dan fasilitas,
  • gaji guru honorer masih di bawah standar hidup,
  • universitas dijejali birokrasi, bukan inovasi,
  • riset hanya menjadi formalitas tanpa pendanaan memadai?

Sementara negara lain memperkuat STEM, Indonesia sibuk dengan kurikulum coba-coba dan kegaduhan politik pendidikan. Alih-alih menyiapkan generasi muda secara nyata, rezim Jokowi lebih sibuk memproduksi slogan dan citra.

Pernyataannya tentang “keterampilan digital” lebih terasa seperti papan nama yang dipasang sebelum bangunan berdiri.

4. “Memperluas kolaborasi internasional” → Kenyataan: diplomasi Indonesia justru merosot

Kolaborasi internasional adalah kata indah, tetapi selama satu dekade terakhir Indonesia kehilangan posisi strategisnya di banyak forum global. Alih-alih dipandang sebagai negara dengan visi moral dan arah geopolitik yang jelas, Indonesia cenderung tampil pragmatis, bahkan oportunis.

Diplomasi teknologi? Kita lebih sering menjadi pasar, bukan mitra sejajar.

Kolaborasi internasional pada rezim ini lebih mencerminkan ketergantungan, bukan kerja sama setara.

5. “Terima kasih kepada Bloomberg” → Kenyataan: panggung internasional dijadikan tempat mengaburkan realitas domestik

Ucapan terima kasih Jokowi kepada Bloomberg—seperti pada forum-forum lainnya—adalah bagian dari pola besar: tampil seideal mungkin di luar negeri, sementara problem dalam negeri disapu rapih di bawah karpet.

Di saat Jokowi memuji ekonomi digital Indonesia:

  • UMKM kesulitan akses modal,
  • industri manufaktur melemah,
  • pengangguran meningkat,
  • ketimpangan digital melebar,
  • dan kecemasan rakyat tumbuh akibat harga kebutuhan dasar yang terus naik.

Forum internasional sering kali dipakai sebagai ruang pencitraan, bukan refleksi jujur tentang kondisi bangsa.


Penutup: Apa yang Diucapkan dan Apa yang Disembunyikan

Analisa terbalik terhadap pernyataan Jokowi menunjukkan bahwa kalimat-kalimatnya bukan sekadar informasi, melainkan upaya membingkai realitas agar tampak berbeda dari kenyataannya.

Ia berbicara soal:

  • fondasi kuat, ketika fondasi ekonomi justru rapuh;
  • ekonomi digital, ketika negara gagal melindungi data warganya;
  • generasi muda digital, ketika dunia pendidikan kian kehilangan arah;
  • kolaborasi internasional, ketika ketergantungan semakin dalam.

Retorika futuristik itu bukan cermin masa depan, melainkan masker atas kegagalan masa kini.

Dan justru dari apa yang tidak ia katakan, kita melihat gambaran paling jujur tentang kondisi Indonesia satu dekade terakhir.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

KUNCI KECIL UNTUK MEMBUKA PINTU PERADABAN — Sebuah Renungan tentang Solusi yang Sering Kita Abaikan

Next Post

Di Antara Roh dan Bentuk: Menyelami Dua Wajah Shalat dalam Qur’an dan Hadis

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Birokrasi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Feature

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya
News

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Next Post
Di Antara Roh dan Bentuk: Menyelami Dua Wajah Shalat dalam Qur’an dan Hadis

Di Antara Roh dan Bentuk: Menyelami Dua Wajah Shalat dalam Qur’an dan Hadis

MENJADI JEDA YANG MENGURAIKAN LARA — Tentang Menjadi Hadir dengan Cara yang Kita Mampu

MENJADI JEDA YANG MENGURAIKAN LARA — Tentang Menjadi Hadir dengan Cara yang Kita Mampu

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci
daerah

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

by Karyudi Sutajah Putra
April 23, 2026
0

Jakarta-FusilatNews - Untuk ke-9 kalinya, Setara Institute merilis data Indeks Kota Toleran (IKT). Ada 10 kota yang masuk dalam kategori...

Read more
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Kebenaran Al-Qur’an melalui Surat Al-Lahab: Ketika Waktu Menjadi Saksi

April 23, 2026
10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

10 Kota Paling Toleran: Salatiga Jawara, Ambon Juru Kunci

April 23, 2026
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Peringkat Utang Indonesia Anjlok: Ketika Negara Terjebak Membayar Masa Lalunya

April 23, 2026
Symbul Kerinduan Kolektif – Tergila-gila kepada Purbaya

Menkeu Tak Tahu Pajak Tol: Kebijakan Negara Jalan Sendiri, Koordinasi Dipertanyakan

April 23, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist