Jakarta, Fuslitanews. – Pernyataan politis Wakil Ketua Pembina PSI Grace Natelie, meminta maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, atas deklarasi dukungan Capres 24 kepada Ganjar Pranowo, menyisakan catatan lama, “lalu atas dasar apa dahulu Giring Ganesha mendeklarasikan dirinya sebagai Capres 24 dari PSI?”. Sementara keterangan lain dari Grace menyatakan; “sebagai partai baru di dunia politik Indonesia, tentu PSI belum mempunyai kader yang mumpuni seperti PDIP”.
Ia menjelaskan, dukungan terhadap Ganjar itu lahir karena adanya aspirasi dari rakyat dan para pendukung PSI. “Kami hanya menyampaikan aspirasi rakyat, aspirasi para pendukung PSI yang menginginkan Mas Ganjar Pranowo, sebagai calon presiden berikutnya, yang muncul dari hasil Rembuk Rakyat PSI,” kata Grace kepada wartawan, Rabu (11/1/2023).
Cataran berita lama tentang Pencapresan Vocalist Giring Ganesha, Partai Solidaritas Indonesia, mengatakan bahwa langkah pelaksana tugas Ketua Umum, Giring Ganesha, yang akan maju dalam Pilpres 2024 bagian dari pendidikan politik. Kader PSI mendukung sepenuhnya langkah eks vokalis grup band Nidji tersebut.
“Deklarasi pencapresan Bro Giring Ganesha dilakukan jauh-jauh hari sebagai bentuk pendidikan politik supaya calon-calon pemimpin negara ini tidak muncul mendekati Pemilu,” ujar Koordinator Juru Bicara PSI, Dara Nasution, Selasa, 25 Agustus 2020. Dara mengatakan sosok Giring layak untuk maju. Hal ini terlepas dari jabatan Plt Ketua Umum PSI yang baru saja diemban Giring, menggantikan Grace Natalie yang cuti untuk kuliah di Singapura.
Tidak lama setelah deklrasi dirinya sebagai Capres 24, entah apa yang terjadi ditubuh PSI, lalu Giring menyatakan, mundur dari bursa pencapresan 24. Musisi politisi tersebut menyatakan mundur dari bursa calon presiden di Pilpres 2024. Pengumuman ini disampaikan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia itu dalam jumpa pers virtual hari ini, Kamis (24/2/2022). Keputusan Giring mundur tak lepas dari temuannya di lapangan ketika berkeliling Indonesia. Dia menyebut masyarakat masih menginginkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin Indonesia.
Pernyataan absurd berikutnya dikatakan; “Sayangnya kata mantan vokalis Nidji itu, di Indonesia tak ada aturan presiden menjabat hingga tiga periode”. Selain alasan itu, Giring Ganesha dan PSI punya agenda lain di 2024, yakni ingin meloloskan kader-kadernya ke kursi parlemen. Sebelum deklarasi, lebih dulu beredar foto-foto baliho Giring sebagai calon presiden Indonesia. Baru setelah itu, Giring mengumumkan secara resmi lewat konferensi virtual pada 24 Agustus 2022.
Giring sebelumnya juga mengatakan pencalonan tersebut berangkat dari keinginan melibatkan diri dalam politik nasional dan ikut menentukan arah masa depan Indonesia. Sejak beberapa hari lalu, billboard bergambar Giring dengan tulisan ‘Giring untuk Presiden 2024’ sudah tersebar di sejumlah titik di daerah, seperti Riau dan Solo.
Dalam catata fusilatnews mengenai sejumlah Kader PSI yang telah mengundurkan diri, menjelaskan ada masalah di internal tubuh PSI., Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengatakan sudah mengantongi daftar nama kader yang akan keluar dari PSI mengikuti jejak Tsamara hingga Rian. Grace mengaku tidak keberatan dengan kader yang memilih untuk keluar. Mantan Ketua Umum PSI itu justru membuka pintu bagi para kader untuk keluar jika sudah tidak sejalan dengan partai.“Jadi teman-teman jangan kaget ini sebentar lagi akan lihat akan ada lagi yang menyusul memang, karena tadi, ternyata tidak punya daya tahan,” ujar Grace di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Jumat (16/12).
Rupanya pernyataan Grace Natalie tersebut, disambut kontan dengan berkumpulnya sejumlah kader PSI yang telah keluar dan yang diperkirakan, masih aktif, akan mengikuti jejak pendahulunya. Rian Ernest seperti dengan saja show off, mengunggah photo kumpul-kumpul bersama teman-teman lainnya. Mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu, mulai dari Rian Ernest, Tsamara Amany, dan Michael Sianipar terlihat berkumpul bersama kader PSI yang masih aktif.
Bagaimana Prediksi PSI di Pemilu 24?
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno memprediksi kesempatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melenggang ke Senayan pada Pemilu 2024 cukup kecil usai ditinggal sejumlah pentolan. Apalagi Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie juga secara blak-blakan menyebut akan ada sejumlah kader yang bakal keluar PSI dalam waktu dekat. Adi menilai PSI akan ‘pincang’ dan sulit menembus ambang batas parlemen dengan ketentuan perolehan suara paling sedikit empat persen. “Secara sederhana orang tidak perlu ahli politik untuk menjelaskan bagaimana dengan skuad yang pincang dan tidak diperkuat pemain kunci. PSI menghadapi 2024 tentu gelap gulita,”
kata Adi


























