• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menanggapi Jubir Presiden: Dari Kesalahan ‘Masak Saja’ hingga Logika Kabinet Obesitas

Ali Syarief by Ali Syarief
April 1, 2025
in Feature, Politik
0
Menanggapi Jubir Presiden: Dari Kesalahan ‘Masak Saja’ hingga Logika Kabinet Obesitas
Share on FacebookShare on Twitter

FusilatNews – Belakangan ini, pernyataan Juru Bicara Presiden Prabowo, Hasan Nasbi, kembali menjadi sorotan publik. Dari responsnya terhadap polemik daging babi dalam bingkisan hingga pembelaannya terhadap kabinet gemuk Prabowo, ucapan sang jubir menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana ia memahami logika dan prinsip-prinsip dasar pemerintahan yang efisien.

Kasus pertama, yang tampaknya sepele namun sarat makna, adalah tanggapan terhadap Tempo yang mengembalikan bingkisan berisi daging babi. Alih-alih memahami keberatan media tersebut sebagai bentuk prinsip redaksi, sang jubir justru merespons dengan enteng: “Masak saja.” Pernyataan ini jelas menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap keragaman keyakinan dan prinsip yang dipegang oleh institusi media atau individu tertentu. Dalam konteks negara demokratis dengan masyarakat yang plural, pernyataan seperti ini bukan hanya mencerminkan sikap yang kurang bijak, tetapi juga mengindikasikan kegagalan dalam memahami nilai-nilai toleransi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh pejabat negara.

Pernyataan lain yang tidak kalah problematik adalah pembelaannya terhadap struktur kabinet Prabowo yang dinilai obesitas. Dengan menggunakan analogi ban kendaraan, ia berargumen bahwa semakin banyak ban, maka semakin stabil sebuah kendaraan. Pernyataan ini tentu saja bertentangan dengan logika dan prinsip efisiensi dalam pemerintahan. Sebuah kabinet yang terlalu gemuk tidak serta-merta menjadikannya lebih stabil atau lebih efisien, justru sebaliknya: semakin banyak menteri, semakin besar pula potensi tumpang tindih kebijakan, birokrasi yang berbelit-belit, serta pemborosan anggaran negara.

Dalam ilmu pemerintahan, efisiensi justru mengarah pada optimalisasi sumber daya dengan jumlah pejabat yang lebih sedikit, tetapi berkinerja tinggi. Negara-negara dengan sistem pemerintahan yang maju umumnya menghindari kabinet yang terlalu besar karena menyadari bahwa birokrasi yang ramping cenderung lebih cepat dalam mengambil keputusan dan lebih efektif dalam implementasi kebijakan. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat hanya memiliki 15 kementerian yang masing-masing dipimpin oleh seorang anggota kabinet, sedangkan India, yang merupakan negara dengan populasi sangat besar, memiliki 58 kementerian dan 93 departemen. Dengan melihat contoh ini, tidak ada alasan bagi Indonesia untuk terus mempertahankan kabinet yang berlebihan tanpa pertimbangan efisiensi.

Pernyataan sang jubir ini bukan sekadar blunder komunikasi, tetapi menunjukkan bagaimana logika pemerintahan sering kali diputarbalikkan demi membenarkan kebijakan yang sesungguhnya bertentangan dengan prinsip good governance. Ketika kritik publik terhadap obesitas kabinet muncul, alih-alih memberikan argumentasi berbasis data dan pengalaman global, justru yang disuguhkan adalah analogi yang tidak berdasar.

Dengan demikian, respons yang dilontarkan oleh juru bicara Presiden dalam dua kasus ini menunjukkan bahwa pemimpin komunikasi publik seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Kesalahan seperti ini bukan hanya mencerminkan kurangnya pemahaman atas isu yang dihadapi, tetapi juga semakin memperlihatkan bagaimana logika pemerintahan sering kali dikorbankan demi narasi pembenaran yang lemah.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Rezim Korup Israel ‘Hanya Kekuatan Proksi’ di Kawasan, Harus Disingkirkan

Next Post

Pencopotan Beruntun di Perum Bulog: Kebijakan Tegas atau Langkah Gegabah?

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?
Feature

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua
Feature

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor
Politik

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Next Post
Pencopotan Beruntun di Perum Bulog: Kebijakan Tegas atau Langkah Gegabah?

Pencopotan Beruntun di Perum Bulog: Kebijakan Tegas atau Langkah Gegabah?

Biaya Skema Kerja Sama dan badan usaha (KPBU) Terlalu Mahal, Tak Ada Investor Rusun ASN di IKN

Tahun 2028 Ditetapkan Sebagai Target Bagi  IKN Beroperasi penuh

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Aktivis 98 Kutuk Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Birokrasi

Vonis Kasus Andrie Yunus: Pelanggengan Impunitas dan Remiliterisasi

by Karyudi Sutajah Putra
June 12, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Pengadilan Militer II-08 Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis terhadap empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) setelah terbukti melakukan penyiraman...

Read more
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok

IPW Sarankan Judicial Review ke MK Jika Tak Puas dengan UU Polri Baru

June 12, 2026

Siapa SA Anggota DPR RI dari Madura yang Diduga Jual-Beli Titik MBG?

June 9, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026
Menantang Prabowo: Bangsa ‘Besar’ yang Devisanya Terkikis Impor

Gagal Berkali-kali, Ketika Jadi Presiden Gagal Lagi

June 12, 2026
Macet Sampi 19 Kilometer, Hingga Pemudik di Pelabuhan Merak Pingsan

Negara Jadi Pedagang, Rakyat Jadi Pelanggan: Untuk Apa Kita Memiliki Pemerintah?

June 12, 2026
Per 1 September 2023 Pertamina Naikkan Semua Harga BBM Non Subsidi

Kenaikan BBM dan Momentum Kerakusan

June 12, 2026

REVOLUSI KEDUA DAN UJIAN MORAL PARA VETERAN

June 12, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

Bagaimana Wapres Gibran Menyelesaikan Rupiah yang Terpuruk dan Ekonomi yang Memburuk?

June 12, 2026
Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

Papua: Kaya untuk Jakarta, Miskin untuk Orang Papua

June 12, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist