• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menanti Saatnya Perang Diametral: Prabowo vs Jokowi

Ali Syarief by Ali Syarief
June 24, 2026
in Feature, Politik, Tokoh/Figur
0
Menanti Saatnya Perang Diametral: Prabowo vs Jokowi
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ali Syarief

Sampai kapan bulan madu politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ketujuh Joko Widodo akan bertahan?

Di permukaan, hubungan keduanya masih tampak harmonis. Jokowi berkali-kali menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Bahkan belakangan, ia mengajak masyarakat untuk mengawal pemerintahan tersebut hingga dua periode. Pesan yang ingin disampaikan terlihat jelas: kesinambungan.

Namun politik tidak pernah sesederhana yang tampak di depan panggung.

Di balik senyum, pujian, dan berbagai pertemuan yang dipublikasikan kepada masyarakat, sesungguhnya terdapat dua kepentingan politik yang pada waktunya berpotensi saling bertabrakan. Prabowo dan Jokowi saat ini berada dalam satu gerbong kekuasaan. Tetapi arah akhir perjalanan mereka belum tentu sama.

Banyak orang lupa bahwa koalisi politik dibangun bukan atas dasar persahabatan, melainkan atas dasar kepentingan. Ketika kepentingan masih bertemu, kerja sama berlangsung mesra. Namun ketika tujuan mulai berbeda, konflik menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

Hari ini Prabowo adalah Presiden Republik Indonesia. Ia memegang seluruh instrumen kekuasaan negara. Kabinet berada di bawah kendalinya. Aparat negara bertanggung jawab kepadanya. Seluruh agenda pembangunan nasional berada dalam otoritasnya.

Sebaliknya, Jokowi tidak lagi memiliki kekuasaan formal. Masa jabatannya telah berakhir. Tetapi pengaruh politiknya belum selesai. Sebagai mantan presiden yang masih memiliki basis loyalis, jejaring birokrasi, serta dukungan politik yang cukup besar, Jokowi tentu memiliki kepentingan untuk menjaga relevansinya dalam percaturan nasional.

Pertanyaannya adalah: melalui jalur apa pengaruh itu akan dipertahankan?

Jawabannya tampak semakin jelas.

Melalui anak-anaknya.

Setelah tidak lagi menjadi presiden, satu-satunya saluran strategis bagi Jokowi untuk mempertahankan pengaruh politik jangka panjang berada pada keberhasilan regenerasi kekuasaan dalam lingkaran keluarganya sendiri. Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat Wakil Presiden menjadi aset politik paling penting dalam skenario tersebut.

Karena itu, banyak pengamat membaca bahwa Pilpres 2029 sesungguhnya bukan sekadar soal siapa yang akan menggantikan Prabowo kelak. Pilpres itu berpotensi menjadi arena pertarungan antara dua pusat kekuasaan yang saat ini masih terlihat berjalan beriringan.

Di satu sisi terdapat Jokowi yang berkepentingan menjaga kesinambungan pengaruh politik melalui Gibran.

Di sisi lain, terdapat Prabowo yang hampir pasti ingin memastikan bahwa penerus kekuasaan nasional lahir dari konstruksi politik yang dibangunnya sendiri selama menjabat presiden.

Kedua kepentingan itu hari ini mungkin belum berbenturan secara terbuka. Bahkan mungkin masih saling membutuhkan.

Jokowi membutuhkan stabilitas pemerintahan Prabowo agar posisi politik Gibran tetap aman. Sebaliknya, Prabowo membutuhkan dukungan politik Jokowi untuk menjaga soliditas koalisi pemerintahan pada masa awal kepemimpinannya.

Tetapi situasi itu tidak akan berlangsung selamanya.

Sejarah politik menunjukkan bahwa setiap presiden yang memperoleh legitimasi kuat dari rakyat pada akhirnya akan berusaha membangun identitas politiknya sendiri. Tidak ada presiden yang ingin terus berada di bawah bayang-bayang pendahulunya. Tidak ada pemimpin yang rela berbagi panggung kekuasaan terlalu lama.

Semakin lama Prabowo memimpin, semakin kuat pula posisi tawarnya. Semakin besar pula keinginannya untuk menentukan arah suksesi nasional sesuai kepentingan politiknya sendiri.

Di titik itulah potensi konflik mulai terbentuk.

Karena jika Gibran maju sebagai kandidat utama pada Pilpres 2029, maka pertanyaan yang muncul bukan lagi soal elektabilitas atau popularitas. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah Prabowo bersedia menyerahkan estafet kekuasaan kepada figur yang secara politik lebih merepresentasikan kelanjutan pengaruh Jokowi dibandingkan dengan kelanjutan pengaruh Prabowo?

Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan masa depan hubungan kedua tokoh tersebut.

Boleh jadi Prabowo memiliki kandidatnya sendiri. Boleh jadi ia menginginkan figur yang lahir dari orbit politiknya sendiri. Boleh jadi ia tidak ingin warisan politik pemerintahannya dikendalikan oleh kekuatan lain setelah masa jabatannya berakhir.

Apabila skenario itu terjadi, maka kompetisi tidak lagi dapat dihindari.

Mungkin bukan hari ini.

Mungkin juga bukan tahun depan.

Tetapi semakin dekat Indonesia menuju Pilpres 2029, garis pemisah antara kepentingan Prabowo dan kepentingan Jokowi akan semakin terlihat.

Apa yang saat ini tampak sebagai harmoni bisa berubah menjadi rivalitas.

Apa yang hari ini disebut kesinambungan bisa berubah menjadi perebutan pengaruh.

Dan apa yang sekarang terlihat sebagai persahabatan politik dapat menjelma menjadi perang diametral antara dua pusat kekuasaan yang sama-sama ingin menentukan masa depan Indonesia.

Perang itu belum dimulai.

Namun tanda-tandanya perlahan mulai muncul dari balik layar.

Selebihnya, waktu yang akan membuktikan apakah bulan madu politik ini akan berakhir dengan perpisahan biasa, atau justru menjadi pertarungan terbesar menuju 2029.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gibran Hebat: Membuat Kampus Bergolak

Next Post

Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan
Birokrasi

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

June 24, 2026
Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif
Feature

Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

June 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi
Feature

Makin Terpojok Jokowi, Makin Lapang Jalan Politik Prabowo

June 24, 2026
Next Post
Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
IPW Desak Propam Polda Metro Jaya Sidangkan Penyidik Polres Depok
Law

Mengapa Penangkapan Roy Suryo dan Tifa Seperti Teroris? Ini Kata IPW!

by Karyudi Sutajah Putra
June 22, 2026
0

Jakarta - FusilatNews.--Penangkapan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya, Jumat (19/6/2026), terkesan seperti menangkap teroris....

Read more
Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

Aroma Persaingan AHY-Gibran 2029 Mulai Terasa

June 22, 2026
MBG dan Adu Domba Rakyat

MBG dan Adu Domba Rakyat

June 22, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

June 24, 2026
Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

June 24, 2026
Menanti Saatnya Perang Diametral: Prabowo vs Jokowi

Menanti Saatnya Perang Diametral: Prabowo vs Jokowi

June 24, 2026
Gibran Hebat: Membuat Kampus Bergolak

Gibran Hebat: Membuat Kampus Bergolak

June 24, 2026
Saya Pikir, Memilih Prabowo Keluar dari Labirin Jokowi

Makin Terpojok Jokowi, Makin Lapang Jalan Politik Prabowo

June 24, 2026
Tokyo yang Tak Selalu Gemerlap: Ketika Perempuan Migran dan Ibu Tunggal Terdesak Ekonomi

Tokyo yang Tak Selalu Gemerlap: Ketika Perempuan Migran dan Ibu Tunggal Terdesak Ekonomi

June 24, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

Militerisasi Koperasi: Salah Alamat, Overdosis Kedisiplinan

June 24, 2026
Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

Dari Kubah ke Kesejahteraan: Saatnya Menghidupkan Wakaf Produktif

June 24, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...