Oleh : Dr. Susilawati Sisi, SE.,MM,.MA,.M.Han – Intelektual Bela Negara
Apapun kondisi diri, apapun situasi yang dihadapi, apapun hal yang dikerjakan dan dimanapun beraktivitas terbaik adalah dengan menjalani dan menyikapi segala keadaan dengan hati yang tulus. Yang berarti, hanya dengan cinta yang besar semua hal terasa lebih ringan, lebih jelas dan lebih mudah.
Dengan setulus hati dapat lebih berfokus untuk mengerahkan seluruh daya dan kekuatan yang dimiliki, tanpa terasa waktu berlalu tiba – tiba sudah sampai pada titik pencapaian yang ditargetkan.
Jika setiap kita dapat memahami tentang kesadaran hidup dalam ruang nasional maka tiada lagi kesulitan dan penderitaan yang mendera dirasakan walau dinamika terus berkembang dinamis. Dengan tenang hati, semua hal dapat diresapi dan dinikmati, bagaimana memetik hikmah dari setiap proses perjalanan kehidupan untuk dijadikan pembelajaran.
Demikian pula, saat diberi amanah dalam menjalankan kerja – kerja politik partai politik (parpol) yang tentunya sangat membutuhkan effort yang tidak sedikit karena harus dapat menyerap aspirasi rakyat sebagai bentuk tanggung jawab yang diwujudkan dalam kebijakan dan ditetapkan dalam Undang – Undang (UU) yang menjadi kesepakatan bersama untuk dipatuhi. Ini bukan pekerjaan yang mudah karena terkait penataan kehidupan bermasyarakat berbangsa membutuhkan tanggung jawab moral yang tidak kecil.
Penulis sebagai kader parpol yang sudah dua puluh tahun berkiprah bersama partai Demokrat (salah satu partai politik nasional terbesar di Indonesia), telah banyak melihat, mengikuti dan memperjuangkan pemenangan partai. Dari awal parpol berdiri hingga sekarang, perjuangan itu begitu mulianya. Keberhasilan dalam kerja parpol tidak semata dalam rangka mencapai tujuan pribadi (legislatif dan eksekutif) tetapi bagaimana kerja akumulatif seluruh kader dapat memenangkan perjuangan untuk menjalankan amanah rakyat yaitu kepentingan bangsa dan negara. Dengan terwujudnya kepentingan nasional otomatis kepentingan seluruh rakyat Indonesia apapun status, posisi dan warna partainya dapat merasakan hal yang sama yaitu kesejahteraan.
Sebagai pribadi yang juga kader parpol, berfokus pada ruang akademik, karena sejatinya fungsi parpol salah satunya adalah fungsi pendidikan bagi masyarakat. Pendidikan dimaksud bukan tentang pembuatan kebijakan yang ramah dan adil untuk rakyat saja tetapi lebih luas yaitu bagaimana membuka wawasan pikir untuk mencerahkan ruang demokrasi nasional agar rakyat dapat memahami konsep berbangsa dan bernegara secara baik dan benar sesuai konstitusi.
Harapannya walau hidup dalam keberagaman, namun punya orientasi arah perjuangan yang sama dengan begitu tujuan nasional menjadi efisien efektif.
Tidak ada cara dan pilihan lain untuk mewujudkan tujuan nasional sesuai UUD 1945, selain dengan membuka pola pikir masyarakat lebih luas dan memunculkan kesadaran diri bahwa perbedaan bukan penghalang dalam mewujudkan tujuan tetapi justru berupaya membangun jembatan – jembatan agar perbedaan itu tidak semakin berjarak tetapi menyatukan sesuai sila ketiga Pancasila.
Sejatinya seluruh rakyat dapat memahami konsep ini, maka apapun pilihan politik masyarakat dalam ruang demokrasi tidak lagi menghadapi kendala – kendala berarti yang melelahkan akibat terus mengedepankan ego/kepentingan pribadi dan kelompoknya (membenturkan perbedaan).
Tidak ada yang sulit dan berat jika semua hal dijalani dengan setulus hati dalam mencintai negara dan bangsanya, dengan mengenal jati diri bangsa maka lebih mudah mewujudkan cita – cita dan stabil dalam berkelanjutan.
Begitulah pola pikir dan sikap diri yang dibutuhkan dalam mengisi kemerdekaan, hanya butuh kerendahan hati dari seluruh elemen bangsa maka apapun masalah yang menghampiri dapat dihadapi dan diatasi dengan segera dan tidak berlama – lama dalam masalah yang merugikan waktu dan hubungan menjadi tidak sehat.


























