Jakarta – Fusilatnews- Dalam kunjungannya ke PT Kian Mulia Manunggal dan PT Polari Limunusainti di Kawasan Industri EJIP Cikarang, Jawa Barat (Jabar), Rabu (12/2/2025). Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar Pada kunjungan kerja tersebut, Taruna berkesempatan untuk melihat fasilitas pengolahan susu PT Kian Mulia Manunggal.
Dia juga memastikan bahwa proses produksi susu vidoran telah memenuhi standar untuk menjaga kualitas nutrisi dan gizi, mulai dari penerimaan bahan baku susu dan bahan-bahan lain hingga tahapan pemrosesan akhir.
“Kami memastikan bahwa semua tahap produksi yang dilakukan dan sertifikat yang dikeluarkan untuk PT Kian Mulia Manunggal sudah sesuai peraturan yang berlaku,” kata Taruna.
Kunjungan tersebut, lanjutnya, juga menjadi upaya BPOM untuk mendorong kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seperti diketahui, sebagai badan yang bertugas mengawasi dan mengatur obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lain, BPOM berwenang melakukan pengawasan secara menyeluruh, mulai dari sebelum produk diizinkan beredar hingga setelah beredar.
Menurut Taruna , 80 persen anak Indonesia mengalami masalah kesehatan, mulai dari stunting, defisiensi mikronutrien, hingga kelebihan gizi (overnutrition). Program MBG dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah tersebut
Oleh sebab itu, program MBG perlu berkolaborasi dengan pihak swasta, khususnya industri pangan, termasuk Tempo Scan Group.
Dengan demikian, program ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga berkelanjutan,” tutur Taruna.
Dorong swasembada pangan
Taruna menambahkan bahwa industri pangan memiliki peran penting dalam mencapai swasembada pangan, termasuk susu.
Untuk itu, kemampuan industri secara holistik, mulai dari hulu sampai hilir, perlu ditingkatkan. Pada bagian hulu, kata dia, peningkatan produksi susu segar dengan peningkatan jumlah populasi sapi perah di Indonesia perlu dilakukan.
“Sementara, pada bagian intermediary dan bagian hilir, kesiapan industri pengolahan susu juga perlu didukung agar (industri) semakin siap mengolah hasil produksi susu segar menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak dan konsumen Indonesia,” papar Taruna.
Menurutnya, kesiapan industri pengolahan susu juga dapat memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia sekaligus mencapai swasembada pangan sesuai sasaran pemerintah.
“Untuk itu, upaya yang telah dijalankan oleh perusahaan dalam negeri, seperti Tempo Scan Group, guna membangun industri pengolahan susu patut didukung dan menjadi contoh bagi pengusaha lain dalam berkontribusi bagi upaya swasembada pangan, khususnya susu,” jelas dia.


























