Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Baladewa atau Penggemar Dewa 19
Jakarta – Tak seorang pun sanggup membantah kehebatan Ahmad Dhani. Sebagai seorang musisi, ia berhasil mencapai puncak: mendirikan dan mengantarkan Dewa 19 sebagai grup band legendaris di Indonesia. Bahkan sebagai komponis, Dhani jenius selevel Rhoma Irama.
Sebagai seorang politisi, Dhani juga berhasil mencapai posisi puncak: anggota DPR RI. Selevel dengan Ketua DPR RI Puan Maharani.
Dus, ketika bicara soal musik, maka tak seorang pun bisa membantahnya. Pun ketika bicara soal politik. Dalam dua hal itu, jelas dia punya kapasitas.
Akan tetapi, ketika bicara moral dan etika (adab), Dhani sepertinya tak laik. Sebab dia tak punya kapasitas untuk itu.
Sejak umur 27 tahun, Dhani sudah akrab dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Presiden ke-4 RI. Kini, Dhani pun akrab dengan Presiden Prabowo Subianto. Tak seorang pun menyangkalnya.
Akan tetapi ketika bicara etika (adab) dan moral, sekali lagi, Dhani tak punya kapasitas untuk itu.
Baru-baru ini, Ahmad Dhani mengalami semacam tantrum, atau ledakan emosi seperti seorang bayi yang tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Pemicunya adalah ucapan dan tingkah laku Maia Estianty, mantan istrinya, dalam prosesi pernikahan anak kedua mereka, Ahmad Jalaluddin Rumi dengan Syifa Hadju.
Dalam acara siraman, Maia mengungkit masa lalunya saat berkonflik dengan Ahmad Dhani, sehingga musisi itu tidak bisa memeluk Rumi hingga saat ini.
Dalam acara resepsi pernikahan, Maia tidak menyapa atau menyalami Dhani dan ibunya, serta istri barunya, Mulan Jameela.
Dari situlah Dhani naik pitam. Ia kemudian mengungkit perilaku Maia di masa lalu yang ia tuduh berselingkuh dengan seorang pengusaha yang juga pemilik stasiun televisi, sehingga ia ceraikan. Dhani pun membeberkan bukti-bukti perselingkuhan Maia yang antara lain tertuang dalam surat perjanjian yang ia dan Maia tandatangani.
Puncak kemarahan Ahmad Dhani terjadi dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026) kemarin. Dalam kesempatan itu Dhani mengaku muak terhadap Maia, sehingga keluarga besarnya tidak akan bertemu lagi dengan mantan istrinya itu. Termasuk dalam acara pernikahan anak bungsu mereka, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul dengan Tissa Biani yang rencananya akan digelar tahun depan.
Ahmad Dhani menilai Maia tak punya etika (adab) karena tidak mau menyalami atau sekadar menyapa ibunya dalam acara pernikahan El Rumi itu. Berbeda dengan dirinya yang tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga Maia, sehingga jika bertemu orang tua Maia, Dhani mengaku selalu mencium tangan mereka.
Untuk itu, marilah kita “telanjangi” Ahmad Dhani. Mengapa? Karena ia seorang pejabat publik yang gajinya dibayar dari pajak rakyat, publik pun berhak “menelanjangi” suami Mulan Jameela yang juga anggota DPR RI dari Partai Gerindra.
Maia ia sebut tak punya etika (adab) karena tidak menyalami atau sekadar menyapa ibunya. Apakah etika dimaksud sudah dimiliki Dhani?
Maia tidak mau menyalami Dhani lantaran mungkin masih terngiang dengan pernyataan pentolan grup band Dewa 19 itu yang mengharamkan tubuhnya disentuh Maia. Karena posisi ibunya dan Mulan berdekatan dengan Dhani, mungkin sekalian saja Maia tak usah menyalami ketiganya. Pun tak usah menyapa.
Dhani mengaku menceraikan Maia karena istrinya dulu itu berselingkuh. Di sini Dhani seolah bicara moralitas. Berhakkah dia bicara soal moral? Bukankah Dhani sendiri juga berselingkuh yang kemudian menikah dengan Mulan?
Jika benar Maia berselingkuh, mungkin itu sebagai aksi balasan terhadap Dhani yang juga berselingkuh. Resiprokal. Timbal-balik. Bahkan lebih parah lagi, Dhani berselingkuh dengan teman duet Maia di panggung. Tentu ini lebih menyakitkan daripada jika Dhani berselingkuh dengan perempuan yang bukan teman Maia. Maia merasa dikhianati dua kali. Pertama oleh suaminya sendiri, dan kedua oleh temannya sendiri.
Apa Manfaatnya?
Sebagai pejabat publik, apa manfaatnya Ahmad Dhani mengumbar konfliknya bersama Mulan di masa lalu ke ruang publik? Tidak ada!
Bahkan ia buang-buang waktu. Waktu yang semestinya buat mengurus rakyat, hilang percuma untuk urusan yang tak ada manfaatnya bagi rakyat.
Sebagai pribadi, apa manfaatnya Ahmad Dhani mengungkit konfliknya dengan Maia di masa lalu ke ruang publik? Nyaris tidak ada, kecuali demi melampiaskan emosi dan ego Dhani sendiri.
Tingkah gegabah itu juga pasti akan berdampak secara psikologis pada anak-anak Dhani-Maia. Apalagi bagi Dul yang tak lama lagi bakal menikah dengan Tissa Biani.
Belum apa-apa, Dhani sudah bilang acara pernikahan Dul-Tissa akan dibuat terpisah. Siraman dengan keluarga Maia, ngunduh mantu dengan keluarga Dhani. Ini tentu bukan sesuatu yang mengenakkan bagi Dul-Tissa.
Jika tujuan Ahmad Dhani mengungkap kembali dugaan selingkuh Maia, yang sejak 2018 lalu sudah menikah dengan Irwan Mussry, agar kemudian ada proses hukum, pun keliru. Sebab peristiwanya sudah terjadi 20-an tahun lalu, yang tentu saja secara pidana perkaranya sudah kedaluwarsa.
Jika maksud Dhani mengungkit dugaan perselingkuhan Maia adalah agar dirinya beroleh simpati publik, yang terjadi justru sebaliknya. Publik makin tak simpati dengan lelaki kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu.
Alhasil, fokuslah Ahmad Dhani pada tugasmu sebagai wakil rakyat. Gajimu dibayar dari pajak rakyat. Jangan buang-buang waktumu hanya demi melampiaskan emosi dan egomu yang sama sekali tidak bermanfaat bagi rakyat.

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Baladewa atau Penggemar Dewa 19


















