• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Menelanjangi Ahmad Dhani

Karyudi Sutajah Putra by Karyudi Sutajah Putra
May 6, 2026
in Feature, Pojok KSP, Tokoh/Figur
0
Menelanjangi Ahmad Dhani
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Baladewa atau Penggemar Dewa 19

Jakarta – Tak seorang pun sanggup membantah kehebatan Ahmad Dhani. Sebagai seorang musisi, ia berhasil mencapai puncak: mendirikan dan mengantarkan Dewa 19 sebagai grup band legendaris di Indonesia. Bahkan sebagai komponis, Dhani jenius selevel Rhoma Irama.

Sebagai seorang politisi, Dhani juga berhasil mencapai posisi puncak: anggota DPR RI. Selevel dengan Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dus, ketika bicara soal musik, maka tak seorang pun bisa membantahnya. Pun ketika bicara soal politik. Dalam dua hal itu, jelas dia punya kapasitas.

Akan tetapi, ketika bicara moral dan etika (adab), Dhani sepertinya tak laik. Sebab dia tak punya kapasitas untuk itu.

Sejak umur 27 tahun, Dhani sudah akrab dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Presiden ke-4 RI. Kini, Dhani pun akrab dengan Presiden Prabowo Subianto. Tak seorang pun menyangkalnya.

Akan tetapi ketika bicara etika (adab) dan moral, sekali lagi, Dhani tak punya kapasitas untuk itu.

Baru-baru ini, Ahmad Dhani mengalami semacam tantrum, atau ledakan emosi seperti seorang bayi yang tak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Pemicunya adalah ucapan dan tingkah laku Maia Estianty, mantan istrinya, dalam prosesi pernikahan anak kedua mereka, Ahmad Jalaluddin Rumi dengan Syifa Hadju.

Dalam acara siraman, Maia mengungkit masa lalunya saat berkonflik dengan Ahmad Dhani, sehingga musisi itu tidak bisa memeluk Rumi hingga saat ini.

Dalam acara resepsi pernikahan, Maia tidak menyapa atau menyalami Dhani dan ibunya, serta istri barunya, Mulan Jameela.

Dari situlah Dhani naik pitam. Ia kemudian mengungkit perilaku Maia di masa lalu yang ia tuduh berselingkuh dengan seorang pengusaha yang juga pemilik stasiun televisi, sehingga ia ceraikan. Dhani pun membeberkan bukti-bukti perselingkuhan Maia yang antara lain tertuang dalam surat perjanjian yang ia dan Maia tandatangani.

Puncak kemarahan Ahmad Dhani terjadi dalam jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2026) kemarin. Dalam kesempatan itu Dhani mengaku muak terhadap Maia, sehingga keluarga besarnya tidak akan bertemu lagi dengan mantan istrinya itu. Termasuk dalam acara pernikahan anak bungsu mereka, Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul dengan Tissa Biani yang rencananya akan digelar tahun depan.

Ahmad Dhani menilai Maia tak punya etika (adab) karena tidak mau menyalami atau sekadar menyapa ibunya dalam acara pernikahan El Rumi itu. Berbeda dengan dirinya yang tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga Maia, sehingga jika bertemu orang tua Maia, Dhani mengaku selalu mencium tangan mereka.

Untuk itu, marilah kita “telanjangi” Ahmad Dhani. Mengapa? Karena ia seorang pejabat publik yang gajinya dibayar dari pajak rakyat, publik pun berhak “menelanjangi” suami Mulan Jameela yang juga anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

Maia ia sebut tak punya etika (adab) karena tidak menyalami atau sekadar menyapa ibunya. Apakah etika dimaksud sudah dimiliki Dhani?

Maia tidak mau menyalami Dhani lantaran mungkin masih terngiang dengan pernyataan pentolan grup band Dewa 19 itu yang mengharamkan tubuhnya disentuh Maia. Karena posisi ibunya dan Mulan berdekatan dengan Dhani, mungkin sekalian saja Maia tak usah menyalami ketiganya. Pun tak usah menyapa.

Dhani mengaku menceraikan Maia karena istrinya dulu itu berselingkuh. Di sini Dhani seolah bicara moralitas. Berhakkah dia bicara soal moral? Bukankah Dhani sendiri juga berselingkuh yang kemudian menikah dengan Mulan?

Jika benar Maia berselingkuh, mungkin itu sebagai aksi balasan terhadap Dhani yang juga berselingkuh. Resiprokal. Timbal-balik. Bahkan lebih parah lagi, Dhani berselingkuh dengan teman duet Maia di panggung. Tentu ini lebih menyakitkan daripada jika Dhani berselingkuh dengan perempuan yang bukan teman Maia. Maia merasa dikhianati dua kali. Pertama oleh suaminya sendiri, dan kedua oleh temannya sendiri.

Apa Manfaatnya?

Sebagai pejabat publik, apa manfaatnya Ahmad Dhani mengumbar konfliknya bersama Mulan di masa lalu ke ruang publik? Tidak ada!

Bahkan ia buang-buang waktu. Waktu yang semestinya buat mengurus rakyat, hilang percuma untuk urusan yang tak ada manfaatnya bagi rakyat.

Sebagai pribadi, apa manfaatnya Ahmad Dhani mengungkit konfliknya dengan Maia di masa lalu ke ruang publik? Nyaris tidak ada, kecuali demi melampiaskan emosi dan ego Dhani sendiri.

Tingkah gegabah itu juga pasti akan berdampak secara psikologis pada anak-anak Dhani-Maia. Apalagi bagi Dul yang tak lama lagi bakal menikah dengan Tissa Biani.

Belum apa-apa, Dhani sudah bilang acara pernikahan Dul-Tissa akan dibuat terpisah. Siraman dengan keluarga Maia, ngunduh mantu dengan keluarga Dhani. Ini tentu bukan sesuatu yang mengenakkan bagi Dul-Tissa.

Jika tujuan Ahmad Dhani mengungkap kembali dugaan selingkuh Maia, yang sejak 2018 lalu sudah menikah dengan Irwan Mussry, agar kemudian ada proses hukum, pun keliru. Sebab peristiwanya sudah terjadi 20-an tahun lalu, yang tentu saja secara pidana perkaranya sudah kedaluwarsa.

Jika maksud Dhani mengungkit dugaan perselingkuhan Maia adalah agar dirinya beroleh simpati publik, yang terjadi justru sebaliknya. Publik makin tak simpati dengan lelaki kelahiran Surabaya, Jawa Timur, itu.

Alhasil, fokuslah Ahmad Dhani pada tugasmu sebagai wakil rakyat. Gajimu dibayar dari pajak rakyat. Jangan buang-buang waktumu hanya demi melampiaskan emosi dan egomu yang sama sekali tidak bermanfaat bagi rakyat.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Barna Soemantri: Dari Darah Perjuangan ke Kesadaran Ideologis

Next Post

Tindak Lanjut Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri adalah Ujian Sesungguhnya

Karyudi Sutajah Putra

Karyudi Sutajah Putra

Related Posts

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara
Feature

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026
Feature

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026
Feature

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Next Post
Tindak Lanjut Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri adalah Ujian Sesungguhnya

Tindak Lanjut Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri adalah Ujian Sesungguhnya

Red Herring di Istana: Alih-alih Klarifikasi, Drama Dhani-Maia Justru Mengemuka

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi
Birokrasi

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam TNI yang Bubarkan Nonton Film Pesta Babi

by Karyudi Sutajah Putra
May 13, 2026
0

Jakarta-FusilatNews.- Koalisi Masyarakat Sipil mengecam tindakan sewenang-wenang TNI yang melarang kegiatan pemutaran film Pesta Babi di Ternate, Maluku Utara. "Pelarangan...

Read more
Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

Konspirasi di Balik LCC 4 Pilar MPR

May 13, 2026
Prabowo ” Is Finish ” 212 Tidak akan Masuk ke Lubang yang Sama

Benarkah Prabowo Pecah Kongsi dengan Rizieq Syihab?

May 13, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Ketika Sekolah Tidak Hanya Mengajar, tetapi Menyalakan Kehidupan Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Project-Based Learning dan Filosofi Urip Iku Urup di Sekolah Dasar

May 13, 2026
Revolusi Bermula dari Film!

Revolusi Bermula dari Film!

May 13, 2026

Nikmat Sehat yang Baru Disadari Saat Hilang

May 13, 2026
Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

Nonton Film Dilarang: Reformasi Mati di Era Prabowo

May 13, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

Jakarta Masih Ibu Kota: Legalitas Putusan MK dan Fakta Konstitusional Negara

May 13, 2026

Ketika Bahasa Krama Menjadi Benteng Anti-Bullying di Sekolah Dasar Hasil Riset Mahasiswa Pascasarjana UNIRA Malang tentang Bullying Verbal dan Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

May 13, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

 

Loading Comments...