• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Barna Soemantri: Dari Darah Perjuangan ke Kesadaran Ideologis

Ali Syarief by Ali Syarief
May 6, 2026
in Feature, Tokoh/Figur
0
Barna Soemantri: Dari Darah Perjuangan ke Kesadaran Ideologis
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu hari, dalam sebuah pertemuan yang tak direncanakan namun terasa seperti telah digariskan oleh sejarah, saya berjumpa dengan para senior yang pernah mengabdikan hidup mereka di Syarikat Islam. Wajah-wajah mereka menyimpan jejak panjang perjuangan—kerut yang bukan sekadar tanda usia, melainkan catatan hidup tentang idealisme, pengorbanan, dan keyakinan yang tak tergoyahkan.

Percakapan dimulai dengan ringan, sebagaimana lazimnya pertemuan lintas generasi. Namun, perlahan suasana berubah menjadi lebih dalam, lebih reflektif. Mereka tidak sekadar berbicara tentang masa lalu, tetapi tentang nilai—tentang ruh perjuangan yang, menurut mereka, mulai memudar di tengah hiruk-pikuk pragmatisme zaman.

Di tengah diskusi itu, salah seorang dari mereka memandang saya dengan tatapan yang tajam namun hangat. Lalu ia berkata, “Anda ini anak ideologis Syarikat Islam.”

Kalimat itu sederhana, tetapi menghantam kesadaran saya dengan kuat. Bukan sekadar pujian, melainkan penegasan identitas—sebuah pengingat akan akar yang mungkin selama ini saya pijak tanpa sepenuhnya saya sadari.

Beliau melanjutkan, bahwa ia mengenal latar belakang keluarga saya. Orang tua saya, katanya, adalah bagian dari generasi yang tidak memisahkan agama dan politik sebagai dua dunia yang berseberangan. Bagi mereka, keduanya adalah satu kesatuan perjuangan—ikhtiar menghadirkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemaslahatan dalam kehidupan berbangsa.

Saya terdiam.

Dalam benak saya, terlintas kembali potongan-potongan cerita masa kecil—tentang diskusi panjang di rumah, tentang sikap tegas terhadap ketidakadilan, tentang keberanian bersuara meski berisiko. Semua itu, yang dulu terasa biasa, kini tampak sebagai warisan ideologis yang tak ternilai.

Syarikat Islam, dalam sejarahnya, bukan sekadar organisasi. Ia adalah gerakan kesadaran. Ia membentuk manusia yang berpikir, yang berani, dan yang memiliki komitmen terhadap umat. Di sana, agama bukan hanya ritual, melainkan landasan etik dalam menghadapi realitas sosial dan politik.

Maka ketika saya disebut sebagai “anak ideologis,” saya menyadari bahwa yang dimaksud bukanlah keanggotaan formal. Ia adalah tentang nilai yang hidup—tentang cara berpikir, cara memandang ketidakadilan, dan cara menempatkan diri di tengah arus kekuasaan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah saya telah benar-benar menjaga warisan itu?

Di zaman ketika politik sering kali direduksi menjadi sekadar transaksi, ketika idealisme dianggap naif, dan ketika keberpihakan sering dikaburkan oleh kepentingan, menjadi “anak ideologis” bukanlah label yang ringan. Ia adalah tanggung jawab.

Tanggung jawab untuk tidak diam ketika kebenaran dipelintir.
Tanggung jawab untuk tidak tunduk pada kekuasaan yang kehilangan arah moral.
Dan tanggung jawab untuk terus menghidupkan semangat perjuangan yang berakar pada nilai, bukan sekadar kepentingan.

Pertemuan itu berakhir tanpa seremoni. Namun, kalimat yang diucapkan oleh senior tersebut terus bergema dalam pikiran saya. Ia seperti kompas—mengingatkan arah, sekaligus menegur ketika langkah mulai menyimpang.

Mungkin, pada akhirnya, menjadi bagian dari sejarah bukanlah tentang seberapa besar peran kita tercatat, tetapi seberapa setia kita menjaga nilai yang diwariskan.

Dan jika benar saya adalah anak ideologis Syarikat Islam, maka tugas saya bukan sekadar mengenang—melainkan melanjutkan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Prabowo Perintahkan KSP Telusuri Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis

Next Post

Menelanjangi Ahmad Dhani

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya
Politik

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Feature

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026
Feature

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026
Next Post
Menelanjangi Ahmad Dhani

Menelanjangi Ahmad Dhani

Tindak Lanjut Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri adalah Ujian Sesungguhnya

Tindak Lanjut Rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri adalah Ujian Sesungguhnya

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Robohnya Benteng Moral Kami
Feature

Robohnya Benteng Moral Kami

by Karyudi Sutajah Putra
July 1, 2026
0

Oleh: Karyudi Sutajah Putra, Calon Pimpinan KPK 2019-2024 Jakarta - Ada apa dengan Sudewo, sehingga bekas Bupati Pati, Jawa Tengah,...

Read more
Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

Hendardi: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI, Sekolah Rakyat Bukan Barak Militer

July 1, 2026
Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

Perseteruan Hotman Paris vs Rasman Nasution Kian Sengit, Ini Kata IPW

July 1, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

July 1, 2026

Mengembalikan Nilai-Nilai Murobbi dalam Jiwa Seorang Guru

July 1, 2026

Ironi Bangsa Besar yang Mudah Tertipu

July 1, 2026
Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

Di Mana Bedanya Pak Harto dan Prabowo?

July 1, 2026
Kebebasan Beragama Alami Kemunduran di Awal Pemerintahan Prabowo

Hari Bhayangkara Momentum Evaluasi Kinerja Reformasi Polri

July 1, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Bukan untuk Bangsa, Tapi Karir Politik Anaknya

July 1, 2026
Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

Bahkan Masyarakat Pun Rayakan Hari Bhayangkara

July 1, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Loading Comments...