Jakarta-Fusilatnews – Pada Acara Foreign Policy Conference of Indonesia (FPCI) di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2023, Calon Presiden Anies Baswedan menyampaikan tiga tokoh idolanya, yaitu Nabi Muhammad, Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela.
Sebagai catatan pengantar, dari redaksi, berikut kiasah katiga tojoh tersebut, sebelum laporan mengapa Anies bercita-cita secara fiksional, ingin mekan malam bersama ketia tokoh tersebut.
Nabi Muhammad dan Nelson Mandela adalah dua tokoh bersejarah yang hidup dalam konteks budaya dan waktu yang berbeda. Berikut adalah gambaran singkat tentang keduanya:
Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dalam agama Islam, dianggap sebagai rasul Allah oleh umat Muslim. Dia lahir di Mekah pada sekitar tahun 570 M, dan menerima wahyu Allah melalui malaikat Jibril selama periode 23 tahun. Nabi Muhammad adalah pemimpin spiritual, politik, dan militer, yang memimpin umat Islam dalam berbagai pertempuran. Ajarannya tertuang dalam Al-Qur’an, kitab suci Islam. Nabi Muhammad juga dikenal sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik) dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan etika, keadilan, dan belas kasih kepada sesama.
Nelson Mandela adalah pemimpin politik Afrika Selatan dan seorang tokoh anti-apartheid yang berjuang melawan sistem diskriminatif tersebut. Dia lahir pada tahun 1918 dan aktif dalam gerakan anti-apartheid sejak awal tahun 1940-an. Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh rezim apartheid sebelum dibebaskan pada tahun 1990. Dia memainkan peran kunci dalam proses negosiasi untuk mengakhiri apartheid dan menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Afrika Selatan pada tahun 1994. Mandela dikenal karena pendekatannya yang inklusif dan rekonsiliasi, mencoba menyatukan negara yang terbelah dengan kebijakan diskriminatif.
Sementara Nabi Muhammad adalah pemimpin spiritual dan agama, Nelson Mandela adalah pemimpin politik dan pejuang hak asasi manusia. Keduanya memiliki pengaruh besar dalam membawa perubahan di masyarakat mereka masing-masing, meskipun dalam konteks dan peran yang berbeda.
Mahatma Gandhi, seperti Nabi Muhammad dan Nelson Mandela, adalah salah satu tokoh bersejarah yang memiliki dampak besar dalam perjuangan hak asasi manusia dan perubahan sosial. Berikut adalah gambaran singkat tentang Mahatma Gandhi:
Mohandas Karamchand Gandhi, yang dikenal sebagai Mahatma Gandhi, adalah pemimpin politik dan spiritual India yang memainkan peran kunci dalam perjuangan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris. Gandhi lahir pada tahun 1869 dan dikenal dengan filosofi ahimsa (non-kekerasan) dan satyagraha (perlawanan tanpa kekerasan). Dia memimpin berbagai kampanye perlawanan sipil, termasuk Gerakan Non-kerasan dan Gerakan Garam, untuk menentang kebijakan kolonial Inggris.
Gandhi menekankan pentingnya kebenaran, keadilan, dan kebebasan, dan dia berusaha untuk mengatasi ketidaksetaraan dan diskriminasi. Selama perjuangannya, dia mengajarkan konsep kebebasan melalui non-kekerasan, pemberontakan yang tidak berdarah, dan toleransi antaragama. Gandhi juga terkenal karena memimpin kampanye melawan ketidaksetaraan rasial di Afrika Selatan sebelum kembali ke India.
Penting untuk dicatat bahwa, meskipun tiga tokoh ini memiliki peran penting dalam perubahan sosial dan perjuangan hak asasi manusia, pendekatan dan konteks hidup mereka sangat berbeda. Nabi Muhammad adalah tokoh agama Islam, Nelson Mandela adalah pemimpin anti-apartheid di Afrika Selatan, sementara Mahatma Gandhi adalah pemimpin pergerakan kemerdekaan India dengan pendekatan non-kekerasan.
Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengungkap tiga tokoh yang ingin ia ajak makan malam bersama jika memang memiliki kesempatan untuk melakukannya.
“Berapa orang? Tiga? Boleh fiksional? Boleh betul-betul imajinasi enggak harus hari ini ya?” tanya Anies saat menjawab pertanyaan salah seorang penanya yang diizinkan Ambassador Dino Patti Djalal, naik ke atas panggung di acara).
Tokoh pertama yang ingin diajak Anies makan malam bersama adalah Nabi Muhammad SAW. Diketahui, Nabi Muhammad adalah panutan dan suri tauladan yang baik bagi umat islam.
“Nomor satu, Nabi muhammad SAW,” kata Anies. Tokoh kedua yang ingin dia ajak makan bersama adalah Nelson Mandela. Mandela merupakan mantan Presiden Afrika Selatan yang mendapat julukan bapak bangsa Afrika Selatan. Semasa hidupnya, Mandela berjuang untuk kebebasan warga kulit hitam di sana.
Sedangkan tokoh ketiga yang disebut Anies adalah Mahatma Gandhi, yang merupakan tokoh spiritual dan politikus India. Ia terkenal karena kiprahnya dalam upaya pembebasan India dari kolonialisme. “Kedua saya akan ngobrol sama Nelson Mandela. Dan yang ketiga saya akan ngobrol dengan Mahatma Gandhi,” ucap Anies disambut riuh tepuk tangan para peserta konferensi.
Selain soal makan malam, Anies juga ditanya mengenai prioritas Indonesia antara negara-negara blok Asia Tenggara (ASEAN) atau 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia yang tergabung dalam G20. Untuk pertanyaan ini, Anies sempat terlihat berpikir sehingga mengundang tawa para hadirin. Ia pun menengok ke arah kursi tempat duduk para duta besar di sebelah kanan ruangan. Sebelum menjawab, Anies melemparkan candaan untuk meminta para duta besar mencopot headset masing-masing. Sebab para duta besar itu memakai headset untuk mendengar terjemahan dari pembicaraan Anies dan Dino yang menggunakan bahasa Indonesia. “Ambassador can you take off you headset?” tanya Anies disambut tawa peserta yang hadir.
Selanjutnya, Anies menjawab dengan tegas bahwa Indonesia akan memprioritaskan ASEAN. Namun Anies mengingatkan, pilihan ini bukanlah mutually exclusive.
Artinya, ia tidak berusaha hanya memilih salah satu menjadi satu-satunya, melainkan memprioritaskan salah satunya. “Ini bukan mutually exclussive. Tapi kalau ditanya harus memilih, ASEAN dulu baru G20. Mutually exclusive itu bahasa Indonesia apa? Kalau ambil yang satu, berarti enggak yang satunya. Tapi kalau ini sebetulnya prioritas,” jelas Anies.
Pada kesempatan yang sama, Anies juga ditanya mengenai pelajaran favoritnya selama masa sekolah. Anies menjawab menyukai pelajaran olahraga, sejarah, dan matematika. “Satu, sport. Iya, saya ini dulu pegulat, lho. Kedua saya senang sejarah. Ketiga, saya senang matematika,” sebutnya.
























