• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Feature

Mengapa Anies Ingin Makan Malam Bareng Nabi Muhammad, Nelson Mandela dan Gandhi ?

Redaktur Senior 01 by Redaktur Senior 01
December 3, 2023
in Feature, Pemilu, Politik
0
Tanggapan Anies Baswedan Terkait Pernyataan Golkar Dan PAN

Ketua Umum Golkar Airlangga Hanya Dukung Prabowo atau Ganjar di Pilpres 2024, Anies Baswedan: Beliau Sahabat Saya.Artikel ini telah tayang di Tribungayo.com dengan judul Ketum Golkar Airlangga Hanya Dukung Prabowo atau Ganjar di Pilpres 2024, Anies: Beliau Sahabat Saya, https://gayo.tribunnews.com/2023/08/04/ketum-golkar-airlangga-hanya-dukung-prabowo-atau-ganjar-di-pilpres-2024-anies-beliau-sahabat-saya.

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Fusilatnews – Pada Acara Foreign Policy Conference of Indonesia (FPCI) di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2023, Calon Presiden Anies Baswedan menyampaikan tiga tokoh idolanya, yaitu Nabi Muhammad, Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela.

Sebagai catatan pengantar, dari redaksi, berikut kiasah katiga tojoh tersebut, sebelum laporan mengapa Anies bercita-cita secara fiksional, ingin mekan malam bersama ketia tokoh tersebut.

Nabi Muhammad dan Nelson Mandela adalah dua tokoh bersejarah yang hidup dalam konteks budaya dan waktu yang berbeda. Berikut adalah gambaran singkat tentang keduanya:

Nabi Muhammad adalah nabi terakhir dalam agama Islam, dianggap sebagai rasul Allah oleh umat Muslim. Dia lahir di Mekah pada sekitar tahun 570 M, dan menerima wahyu Allah melalui malaikat Jibril selama periode 23 tahun. Nabi Muhammad adalah pemimpin spiritual, politik, dan militer, yang memimpin umat Islam dalam berbagai pertempuran. Ajarannya tertuang dalam Al-Qur’an, kitab suci Islam. Nabi Muhammad juga dikenal sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik) dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan etika, keadilan, dan belas kasih kepada sesama.

Nelson Mandela adalah pemimpin politik Afrika Selatan dan seorang tokoh anti-apartheid yang berjuang melawan sistem diskriminatif tersebut. Dia lahir pada tahun 1918 dan aktif dalam gerakan anti-apartheid sejak awal tahun 1940-an. Mandela dipenjara selama 27 tahun oleh rezim apartheid sebelum dibebaskan pada tahun 1990. Dia memainkan peran kunci dalam proses negosiasi untuk mengakhiri apartheid dan menjadi presiden pertama yang terpilih secara demokratis di Afrika Selatan pada tahun 1994. Mandela dikenal karena pendekatannya yang inklusif dan rekonsiliasi, mencoba menyatukan negara yang terbelah dengan kebijakan diskriminatif.

Sementara Nabi Muhammad adalah pemimpin spiritual dan agama, Nelson Mandela adalah pemimpin politik dan pejuang hak asasi manusia. Keduanya memiliki pengaruh besar dalam membawa perubahan di masyarakat mereka masing-masing, meskipun dalam konteks dan peran yang berbeda.

Mahatma Gandhi, seperti Nabi Muhammad dan Nelson Mandela, adalah salah satu tokoh bersejarah yang memiliki dampak besar dalam perjuangan hak asasi manusia dan perubahan sosial. Berikut adalah gambaran singkat tentang Mahatma Gandhi:

Mohandas Karamchand Gandhi, yang dikenal sebagai Mahatma Gandhi, adalah pemimpin politik dan spiritual India yang memainkan peran kunci dalam perjuangan kemerdekaan India dari penjajahan Inggris. Gandhi lahir pada tahun 1869 dan dikenal dengan filosofi ahimsa (non-kekerasan) dan satyagraha (perlawanan tanpa kekerasan). Dia memimpin berbagai kampanye perlawanan sipil, termasuk Gerakan Non-kerasan dan Gerakan Garam, untuk menentang kebijakan kolonial Inggris.

Gandhi menekankan pentingnya kebenaran, keadilan, dan kebebasan, dan dia berusaha untuk mengatasi ketidaksetaraan dan diskriminasi. Selama perjuangannya, dia mengajarkan konsep kebebasan melalui non-kekerasan, pemberontakan yang tidak berdarah, dan toleransi antaragama. Gandhi juga terkenal karena memimpin kampanye melawan ketidaksetaraan rasial di Afrika Selatan sebelum kembali ke India.

Penting untuk dicatat bahwa, meskipun tiga tokoh ini memiliki peran penting dalam perubahan sosial dan perjuangan hak asasi manusia, pendekatan dan konteks hidup mereka sangat berbeda. Nabi Muhammad adalah tokoh agama Islam, Nelson Mandela adalah pemimpin anti-apartheid di Afrika Selatan, sementara Mahatma Gandhi adalah pemimpin pergerakan kemerdekaan India dengan pendekatan non-kekerasan.

Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengungkap tiga tokoh yang ingin ia ajak makan malam bersama jika memang memiliki kesempatan untuk melakukannya.

“Berapa orang? Tiga? Boleh fiksional? Boleh betul-betul imajinasi enggak harus hari ini ya?” tanya Anies saat menjawab pertanyaan salah seorang penanya yang diizinkan Ambassador Dino Patti Djalal, naik ke atas panggung di acara).

Tokoh pertama yang ingin diajak Anies makan malam bersama adalah Nabi Muhammad SAW. Diketahui, Nabi Muhammad adalah panutan dan suri tauladan yang baik bagi umat islam.

“Nomor satu, Nabi muhammad SAW,” kata Anies. Tokoh kedua yang ingin dia ajak makan bersama adalah Nelson Mandela. Mandela merupakan mantan Presiden Afrika Selatan yang mendapat julukan bapak bangsa Afrika Selatan. Semasa hidupnya, Mandela berjuang untuk kebebasan warga kulit hitam di sana.

Sedangkan tokoh ketiga yang disebut Anies adalah Mahatma Gandhi, yang merupakan tokoh spiritual dan politikus India. Ia terkenal karena kiprahnya dalam upaya pembebasan India dari kolonialisme. “Kedua saya akan ngobrol sama Nelson Mandela. Dan yang ketiga saya akan ngobrol dengan Mahatma Gandhi,” ucap Anies disambut riuh tepuk tangan para peserta konferensi.

Selain soal makan malam, Anies juga ditanya mengenai prioritas Indonesia antara negara-negara blok Asia Tenggara (ASEAN) atau 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia yang tergabung dalam G20. Untuk pertanyaan ini, Anies sempat terlihat berpikir sehingga mengundang tawa para hadirin. Ia pun menengok ke arah kursi tempat duduk para duta besar di sebelah kanan ruangan. Sebelum menjawab, Anies melemparkan candaan untuk meminta para duta besar mencopot headset masing-masing. Sebab para duta besar itu memakai headset untuk mendengar terjemahan dari pembicaraan Anies dan Dino yang menggunakan bahasa Indonesia. “Ambassador can you take off you headset?” tanya Anies disambut tawa peserta yang hadir.

Selanjutnya, Anies menjawab dengan tegas bahwa Indonesia akan memprioritaskan ASEAN. Namun Anies mengingatkan, pilihan ini bukanlah mutually exclusive.

Artinya, ia tidak berusaha hanya memilih salah satu menjadi satu-satunya, melainkan memprioritaskan salah satunya. “Ini bukan mutually exclussive. Tapi kalau ditanya harus memilih, ASEAN dulu baru G20. Mutually exclusive itu bahasa Indonesia apa? Kalau ambil yang satu, berarti enggak yang satunya. Tapi kalau ini sebetulnya prioritas,” jelas Anies.

Pada kesempatan yang sama, Anies juga ditanya mengenai pelajaran favoritnya selama masa sekolah. Anies menjawab menyukai pelajaran olahraga, sejarah, dan matematika. “Satu, sport. Iya, saya ini dulu pegulat, lho. Kedua saya senang sejarah. Ketiga, saya senang matematika,” sebutnya.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Gangguan Dalam Perawatan Pasca Melahirkan Dapat Meninggalkan Banyak Wanita Berisiko Terkena Penyakit Kardiovaskular

Next Post

1,7 Juta Pemilih di Luar Negeri Bakal Nyoblos Pemilu Lebih Awal

Redaktur Senior 01

Redaktur Senior 01

Related Posts

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?
Feature

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026
Feature

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026
Next Post
1,7 Juta Pemilih di Luar Negeri Bakal Nyoblos Pemilu Lebih Awal

1,7 Juta Pemilih di Luar Negeri Bakal Nyoblos Pemilu Lebih Awal

Jepang : Reaktor “Nuklir Fusi” Eksperimental Terbesar di Dunia Diresmikan

Jepang : Reaktor "Nuklir Fusi" Eksperimental Terbesar di Dunia Diresmikan

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda
Feature

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

by Karyudi Sutajah Putra
April 22, 2026
0

Jakarta - Jika sebelumnya ada Fadli Zon dan Fahri Hamzah, atau duo F, kini ada Ade Armando dan Abu Janda,...

Read more
JK & Seekor Gajah

JK & Seekor Gajah

April 21, 2026
Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

Menunggu Pertarungan Head to Head JK vs Jokowi

April 19, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026
Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

Sejarah yang Memilih Pahlawan: Mengapa Keumalahayati Lebih Layak Diangkat daripada R.A. Kartini?

April 22, 2026

Pemikiran Hibrid RA Kartini: Lokal dalam Pengalaman, Universal dalam Gagasan

April 22, 2026
Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

Pusdis Unhas Gelar Sosialisasi UTBK Inklusif, Siapkan Layanan Ramah Peserta Disabilitas

April 22, 2026
Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

Menguji Kesaktian Ade Armando dan Abu Janda

April 22, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

Halal Bihalal Emak-Emak Berubah Jadi Mimbar Perlawanan: Kritik Pedas ke Rezim Menggema dari Menteng

April 22, 2026
Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

Dibungkam Berulang, Pelapor Tumbang: Jejak Kontroversi Ubedilah Badrun dan Nasib Para Pengkritiknya

April 22, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist