• Login
ADVERTISEMENT
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content
No Result
View All Result
Fusilat News
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Aya Aya Wae

Mengapa Dokter Pribadi yang Disiapkan Negara Bungkam tentang Penyakit Jokowi?

Ali Syarief by Ali Syarief
July 24, 2025
in Aya Aya Wae, Feature, Tokoh/Figur
0
Jokowi Penuhi Pemeriksaan Polisi di Solo, Serahkan Ijazah Asli; Roy Suryo Sindir Fasilitas Khusus
Share on FacebookShare on Twitter

Fusilatnews – Kita dibesarkan dalam keyakinan bahwa kekuasaan itu tangguh. Ia harus tampil kuat, tegar, sehat, dan penuh kendali. Presiden—bahkan mantan presiden—dianggap tak boleh sakit, apalagi tampak lemah. Sebab di tubuh mereka, kita menggantungkan rasa aman. Tapi tubuh tak bisa berdusta. Ia lelah, ia menua, ia juga bisa tergores, gatal, dan luka.

Baru-baru ini, publik berspekulasi tentang kondisi kesehatan Joko Widodo. Ia tak lagi menjabat, tapi posisinya belum pernah benar-benar lengser dari sumbu kekuasaan. Dan dalam diam tubuhnya, dalam langkahnya yang kadang terseret, rakyat mulai bertanya: apakah ia sedang sakit?

Tapi para dokter—yang dulu ditugaskan negara untuk merawatnya, yang digaji dari anggaran publik—tak memberi jawaban. Mereka tetap sunyi. Dan mungkin, seperti yang pernah ditulis dalam buku-buku etika kedokteran, diam adalah pilihan terakhir ketika berkata jujur dianggap tidak etis, dan berdusta jelas terlarang.

Lalu suara itu muncul dari tempat lain.

Seorang ajudan. Seorang polisi. Ia bukan dokter. Tapi ia bicara.

Katanya: Jokowi hanya terkena alergi cuaca Vatikan. Ia terserang penyakit kulit. Muncul ruam. Gatal-gatal. Bukan sesuatu yang serius, katanya.

Dan kita pun terdiam, bukan karena lega, tapi karena bingung: sejak kapan alergi cuaca bisa jadi alasan absennya seorang mantan kepala negara dari berbagai acara penting? Sejak kapan urusan medis dititipkan kepada ajudan? Dan mengapa dokter pribadi negara tak bisa mengonfirmasi atau sekadar membenarkan?

Kita sedang melihat negara berjalan di atas absurditas. Di mana penjelasan medis disampaikan oleh aparat keamanan. Di mana gatal-gatal menjadi tafsir resmi kesehatan publik. Dan di mana penyakit bukan lagi ranah medis, tapi diplomasi narasi.

Barangkali, ini bukan sekadar tentang kulit. Tapi tentang wajah kekuasaan yang mulai terkelupas. Tentang warisan politik yang retak, lalu ditambal dengan kalimat-kalimat canggung dari mulut yang salah. Sebab bila dokter tak boleh bohong, maka ajudanlah yang maju. Ia boleh mengarang. Ia boleh berspekulasi. Tak ada yang akan mencabut izin praktiknya.

Sementara rakyat hanya menonton.

Rakyat yang tak tahu apakah mantan presiden mereka benar-benar sehat, atau sekadar sedang dikarantina dari kenyataan. Apakah tubuhnya baik-baik saja, atau sedang digerogoti oleh sesuatu yang tak disebutkan. Yang pasti, negara tetap bungkam. Dan diam itu lebih bising dari kebenaran.

Sejarah pernah mencatat pemimpin-pemimpin besar yang merahasiakan penyakit mereka—dengan alasan menjaga stabilitas negara. Tapi ketika kekuasaan sudah selesai, dan pengaruh masih tersisa, bukankah rakyat berhak tahu? Bukan karena ingin menggunjingkan penyakit, tapi karena setiap keputusan politik hari ini—dari reshuffle hingga proyek IKN—masih digerakkan oleh bayang-bayangnya.

Jokowi boleh bukan presiden lagi. Tapi ia bukan warga biasa. Ia adalah bayang-bayang yang masih menentu arah angin. Dan jika ia memang hanya gatal karena cuaca Vatikan, biarlah dokter yang menjelaskan. Bukan ajudan, bukan polisi.

Karena bila negara terus menyembunyikan kenyataan di balik kulit-kurap yang tak sembuh-sembuh, maka yang paling kronis bukanlah penyakit Jokowi. Tapi penyakit republik ini sendiri—yang alergi terhadap keterbukaan.


 

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Unsubscribe
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pelarangan Akun Ganda, Jalan Menuju Otokrasi Digital

Next Post

Prof Ryas Rasyid : Bagi Yang Punya Akal Sehat “Jokowi Tidak Punya Ijazah Asli”

Ali Syarief

Ali Syarief

Related Posts

Feature

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat
Feature

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026
Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo
Feature

Ketika Presiden Mulai Memusuhi Pers – Lima pelajaran sejarah yang seharusnya menjadi cermin bagi Prabowo

July 28, 2026
Next Post
Prof. Ryaas Rasyid Kebohongan: Musuh Besar Peradaban – Dampak Kebohongan oleh Pemimpin Tertinggi dalam Politik

Prof Ryas Rasyid : Bagi Yang Punya Akal Sehat "Jokowi Tidak Punya Ijazah Asli"

TRUMPISME, PRABOWOISME DAN GERHANA GLOBALISME

Indonesia for Sale!

Notifikasi Berita

Subscribe

STAY CONNECTED

ADVERTISEMENT

Reporters' Tweets

Pojok KSP

  • All
  • Pojok KSP
Habis Nanik, Terbitlah Hotman
Feature

Habis Nanik, Terbitlah Hotman

by Karyudi Sutajah Putra
July 23, 2026
0

Jakarta - Setelah Nanik S Deyang, kini giliran pengacara kondang Hotman Paris Hutapea yang menyatakan mundur. Jika Nanik mundur dari...

Read more
Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

Mengamputasi Febrie, Mengantar Reda Manthovani?

July 11, 2026
AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

AJI Jakarta dan LBH Pers Desak Panglima TNI Usut Kasus Intimidasi Jurnalis di Kantor Kejagung

July 10, 2026
Prev Next
ADVERTISEMENT
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

Pernyataan WAPRES Gibran Menjadi Bahan Tertawaan Para Ahli Pendidikan.

November 16, 2024
Zalimnya Nadiem Makarim

Zalimnya Nadiem Makarim

February 3, 2025
Beranikah Prabowo Melawan Aguan?

Akhirnya Pagar Laut Itu Tak Bertuan

January 29, 2025
Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

Borok Puan dan Pramono Meletup Lagi – Kasus E-KTP

January 6, 2025
Copot Kapuspenkum Kejagung!

Copot Kapuspenkum Kejagung!

March 13, 2025
Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

Setelah Beberapa Bulan Bungkam, FIFA Akhirnya Keluarkan Laporan Resmi Terkait Rumput JIS

May 19, 2024
Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

Salim Said: Kita Punya Presiden KKN-nya Terang-terangan

24
Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

Rahasia Istana Itu Dibuka  Zulkifli Hasan

19
Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

Regime Ini Kehilangan Pengunci Moral (Energi Ketuhanan) – “ Pemimpin itu Tak Berbohong”

8
Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

Menguliti : Kekayaan Gibran dan Kaesang

7
Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

Kemenag Bantah Isu Kongkalikong Atur 1 Ramadan

4
POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

POLITIKUS PELACUR – PARTAI KOALISI JOKOWI BUBAR

4
Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026
Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

Bandung Gelap, Warga Resah: Jalan Minim Penerangan Diduga Memicu Maraknya Aksi Begal

July 28, 2026

Mundurnya Gubernur Bank Indonesia

July 28, 2026
Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

Prestasi Berawal dari Disiplin, UPT SMAS Datuk Ribandang Gembleng Karakter Siswa Baru

July 28, 2026
Gagal Awal – Luka dalam Grafik: Ketika Ekonomi 4,7 Persen Tak Menjawab Kebutuhan Rakyat

Orasi Prabowo: Politik Gaduh di Tengah Menurunnya Kepercayaan Publik

July 28, 2026

Group Link

ADVERTISEMENT
Fusilat News

To Inform [ Berita-Pendidikan-Hiburan] dan To Warn [ Public Watchdog]. Proximity, Timely, Akurasi dan Needed.

Follow Us

About Us

  • About Us

Recent News

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

Reaktivasi Bandara Husein Dipercepat, Bandung Bersiap Kembali Jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional

July 29, 2026
Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

Gempa 7,1 Magnitudo Guncang Kumamoto, Jepang: Puluhan Korban Terjebak, Operasi Penyelamatan Berlangsung

July 29, 2026

Berantas Kezaliman

Sedeqahkan sedikit Rizki Anda Untuk Memberantas Korupsi, Penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakadilan Yang Tumbuh Subur

BCA No 233 146 5587

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politik
    • Pemilu
    • Criminal
    • Economy
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Sport
    • Jobs
  • Feature
  • World
  • Japan
    • Atarashi Watch On
    • Japan Supesharu
    • Cross Cultural
    • Study
    • Alumni Japan
  • Science & Cultural
  • Consultants
    • Law Consultants
    • Spiritual Consultant
  • Indonesia at Glance
  • Sponsor Content

© 2021 Fusilat News - Impartial News and Warning

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist